Tribun Bandar Lampung

Polresta Bandar Lampung Amankan 3 Terduga Pelaku Pemalsuan SIM

Polresta Bandar Lampung mengamankan tiga orang pelaku yang diduga terkait dengan pemalsuan Surat Izin Mengemudi (SIM).

Polresta Bandar Lampung Amankan 3 Terduga Pelaku Pemalsuan SIM
Tribunlampung.co.id/Hanif Mustafa
Penyidik meminta keterangan terhadap terduga pembuat SIM palsu, Akhiruddin, di Mapolresta Bandar Lampung, Selasa 24 September 2019. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Polresta Bandar Lampung mengamankan tiga orang pelaku yang diduga terkait dengan pemalsuan Surat Izin Mengemudi (SIM).

Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Rosef Efendi mengungkapkan, ketiganya yakni Firmansyah (31) warga Pasir Gintung Tanjungkarang Pusat, Mei Gunarto (37) warga Pringsewu, dan Akhiruddin (35) warga Sukabumi.

Rosef Efendi mengatakan, Firmansyah ditahan lantaran sebagai pengguna SIM palsu, Mei Gunarto sebagai pelaku perantara SIM palsu, dan Akhiruddin ditahan sebagai pembuat SIM palsu.

Informasi yang dihimpun, Firmansyah mendapat SIM palsu ini setelah mendapat iming-iming bonus SIM jika membeli unit sepeda motor dari Mei.

Selanjutnya Mei meminta bantuan Akhiruddin yang memiliki usaha cetak foto untuk membuat SIM palsu ini.

Rosef Efendi menjelaskan, penangkapan pelaku pemalsu SIM ini bermula dari Satlantas Polresta Bandar Lampung menindak seorang pengendara sepeda motor yang menggunakan SIM paslu.

BREAKING NEWS - Massa Aksi Bubar, Gedung DPRD Lampung Dijual? Ada Nomor Teleponnya

BREAKING NEWS - Anggota DPRD Lampung Janji Tindak Lanjuti Aspirasi Peserta Aksi, Tapi. . .

"Anggota Satlantas, dua hari lalu mengamankan seorang pengguna SIM yang diduga palsu di seputaran Jalan Kedaton," kata Rosef Efendi, Selasa 24 September 2019.

Rosef Efendi melanjutkan, pengguna tersebut diserahkan ke Satreskrim guna dilakukan pengembangan atas dugaan pemalsuan SIM.

"Hasilnya, kami amankan dua orang tersangka pembuat dan penyalur SIM palsu ini di rumahnya masing-masing," jelas Rosef Efendi.

"Saat ini masih dalam pemeriksaan dan masih di dalami lagi, tapi dari hasil keterangan awal, pembuat dan penyalur, baru melakukan pemalsuan selama enam bulan ini," papar Rosef Efendi.

Halaman
12
Penulis: hanif mustafa
Editor: Noval Andriansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved