Tribun Bandar Lampung

Hadiri City Sanitation Summit XIX 2019, Mitra Bentala Lampung Terpacu Wujudkan Hal Ini

Ketua Mitra Bentala Lampung Mashabi berupaya mewujudkan sanitasi yang sehat dan aman dan tidak ada lagi masyarakat yang berperilaku BABS.

Mitra Bentala Lampung
Hadiri City Sanitation Summit XIX 2019, Mitra Bentala Lampung Terpacu Wujudkan Hal Ini. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Hadiri pertemuan City Sanitation Summit (CSS) XIX Tahun 2019 di Banjarmasin, Mitra Bentala Lampung semakin terpacu untuk meningkatkan dan mewujudkan sanitasi yang sehat dan aman bagi masyarakat Lampung.

Gelaran City Sanitation Summit XIX Tahun 2019 berlangsung selama 3 hari yakni, 23-25 September 2019 dan dihadiri 231 kabupaten/kota, 109 kepala/wakil kepala daerah dan 502 pendamping se-Indonesia.

Ketua Mitra Bentala Lampung Mashabi berupaya mewujudkan sanitasi yang sehat dan aman dan tidak ada lagi masyarakat yang berperilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS).

"Sesuai yang ditargetkan oleh pemerintah pusat yang tercantum dalam RPJMN 2019-2024 rumah tangga yang memiliki akses sanitasi layak 90 persen (termasuk 20 persen aman) dan 0 persen BABS di tempat terbuka," kata Mashabi dalam siaran persnya kepada Tribunlampung.co.id, Rabu 25 September 2019.

"Tentu saja, untuk mewujudkannya harus masuk di prioritas perencanaan masing-masing daerah," imbuh Mashabi.

Mashabi memaparkan, acara tahunan Aliansi Kabupaten dan Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI) se-Indonesia tersebut mengambil tema 'Kepemimpinan Kuat Merupakan Kunci Sukses Dalam Keberlangsungan Layanan Menuju Akses Sanitasi Aman'.

"Awalnya, acara akan dihadiri oleh Presiden Joko Widodo, tetapi karena agenda beliau padat, jadi diwakilkan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brojonegoro," kata 

Dalam kesempatan tersebut, kata Mashabi, Bambang Brojonegoro menyampaikan, capaian akses sanitasi layak di Tahun 2018 adalah 74,58 persen, termasuk akses aman 7,42 persen.

"Peningkatan akses terhadap sanitasi layak rata-rata sebesar 1,4 persen per tahun, kemudian penurunan tingkat praktek Buang Air Besar Sembarangan (BABS) di tempat terbuka rata-rata sebesar 1,2 persen per tahun," kata Mashabi mengulang pernyataan Bambang Brojonegoro.

Menurut Bambang Brojonegoro, kata Mashabi, jika sanitasi buruk berkorelasi dengan angka penyebab Stunting, IPM dan Ekonomi Negara.

"Sanitasi yang buruk di Indonesia akan menyebabkan kerugian ekonomi sebesar 67 triliun (2,3 PDB) berdasarkan sumber Economic Impact of Sanitation in South East Asia, November 2007," papar Mashabi.

Mashabi mengungkapkan, selain kepala daerah kabupaten/kota se-Indonesia yang hadir, peserta juga berasal dari lembaga yang konsen terhadap sanitasi dan lingkungan seperti SNV Indonesia, Usaid, Mitra Bentala dan YKWS dari Lampung serta PKBI dan LP2M Sumatera Barat.

"Dalam acara itu, intinya membahas Agenda persoalan sanitasi di Indonesia, kemudian juga sebagai tempat sharing antar kepala daerah kabupaten/kota yang telah menerapkan sanitasi yang baik di daerahnya," ucap Mashabi.

Dalam acara tersebut, lanjut Mashabi, juga digelar pemberian penghargaan bagi kabupaten/kota yang berinovasi dalam mewujudkan sanitasi yang baik dan serta menetapkan tuan rumah untuk CSS tahun berikutnya.

"Hasil dari CSS Banjarmasin menetapkan untuk pelaksanaan CSS 2020 bertempat di Tangerang," kata Mashabi.

Perwakilan dari Lampung yang menghadiri CSS XIX 2019 tersebut di antaranya Pemkab Lampung Selatan, Pringsewu, Tanggamus, Way Kanan, Pesawaran. (*)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved