KG Lampung Award 2019
KG Lampung Award 2019 Spektakuler!
Sebanyak 12 pemerintah daerah beserta instansi swasta menerima anugerah Kompas Gramedia (KG) Lampung Award 2019, bertempat di Hotel Emersia.
Penulis: Eka Ahmad Sholichin | Editor: Noval Andriansyah
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Sebanyak 12 pemerintah daerah beserta instansi swasta menerima anugerah Kompas Gramedia (KG) Lampung Award 2019, bertempat di Hotel Emersia, Bandar Lampung, Kamis (3/10/2019) malam.
Penghargaan bergengsi ini diberikan atas inovasi-inovasi yang dilahirkan oleh gubernur, wali kota, bupati serta pimpinan instansi.
Pemprov Lampung dibawah kepemimpinan Gubernur Arinal Djunaidi mendapatkan anugerah kategori Pertanian atas program inovasi Kartu Tani Berjaya.
Program ini dinilai sangat inovatif karena belum pernah ada sebelumnya dan sangat menyentuh kepentingan petani di Lampung.
Selain itu, Pemprov Lampung juga mendapatkan anugerah untk kategori Kesehatan.
Dalam sambutannya, Gubernur Arinal Djunaidi mengatakan, program Petani Berjaya menjadi solusi bagi petani guna meningkatkan kesejahteraannya.
• BERITA FOTO - 7 Kada dan Wakil Kada Tandatangani Lampung Digital Era dalam KG Lampung Award 2019
• Gubernur Lampung Arinal Djunaidi Janji Dukung Penuh KG Lampung Award Tahun 2020
Arinal Djunaidi mengatakan, sejak tahun 60-an, petani selalu terkendala soal pupuk, dan melalui kartu tersebut, persoalan terselesaikan.
Arinal Djunaidi pun mengaku mengapresiasi kegiatan Kompas Gramedia Lampung Award 2019 ini.
Menurut Arinal Djunaidi, media dapat menjadi mitra pemerintah dalam menyampaikan informasi terkait pembangunan.
"Seperti saat ini, kita tahu bahwa beberapa bupati memiliki prestasi dan inovasi. Namun rakyat belum tahu. Namun dengan informasi yang diberikan media, maka masyarakat bisa tahu," jelas Arinal Djunaidi.
Dalam kesempatan ini, Arinal Djunaidi juga mengatakan, Lampung akan memiliki destinasi pariwisata seperti Nusa Dua Bali.
Wisata ini akan dibangun Pemprov Lampung bersama ASDP dan BUMN Pariwisata.
"Jadi nanti warga Jakarta bisa melihat matahari terbenam, anak gunung Krakatau, pulau Kilauan yang penuh dengan Lumba-lumba. Kita juga memiliki tempat wisata layaknya Maladewa," beber Arinal Djunaidi.
Arinal Djunaidi bahkan mengungkapkan bahwa ke depannya, sampah yang mengotori laut Lampung akan menjadi sumber energi.
"Mudah-mudahan Oktober ini pertama kali di Indonesia, sampah akan diolah menjadi sumber energi. Menghasilkan energi listri 25 MW," tandas Arinal Djunaidi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/kg-lampung-award-2019-spektakuler.jpg)