Porwil Bengkulu 2019

157 Atlet Porwil Lampung Digembleng Anggota TNI AL

Para atlet tersebut menjalani latihan fisik dan mental di bawah gemblengan para instruktur yang berasal dari anggota TNI AL di Pantai Klara, Pesawaran

157 Atlet Porwil Lampung Digembleng Anggota TNI AL
Dok Humas KONI Lampung
Atlet Porwil Lampung digembleng anggota TNI AL di Pantai Klara, Pesawaran, pada 4-6 Oktober 2019. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Sebanyak 157 atlet Lampung akan bertempur dalam ajang Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) di Bengkulu pada 2-9 November 2019 mendatang.

Guna menggembleng mentalnya, mereka dimasukkan ke “Kawah Candradimuka.”

Para atlet tersebut menjalani latihan fisik dan mental di bawah gemblengan para instruktur yang berasal dari anggota TNI AL di Pantai Klara, Pesawaran, pada 4-6 Oktober 2019.

Pelatihan itu dikemas dalam program outbond yang diawasi langsung oleh para pelatih dari TNI AL Panjang.

“Outbound adalah suatu bentuk dari pembelajaran segala ilmu terapan yang dilakukan di alam terbuka atau tertutup dengan bentuk permainan yang efektif, yang menggabungkan inteligensia, fisik, dan mental,” kata Wakil Ketua Umum Bidang Pembinaan Prestasi dan Sport Science KONI Lampung Frans Nurseto dalam rilis yang diterima Tribunlampung.co.id, Jumat (4/10/2019).

KONI Lampung, terus Frans, menyerahkan sepenuhnya para atlet tersebut kepada anggota TNI AL yang sudah terbiasa memberikan pendidikan mental dan fisik.

NPC Minta Pemprov Fasilitasi Atlet Difabel Ikuti Kejuaraan di Cabang Olahraga

Dilantik Marciano Norman, Berikut Daftar Pengurus KONI Lampung 2019-2023

Atlet Porwil Lampung digembleng anggota TNI AL di Pantai Klara, Pesawaran, pada 4-6 Oktober 2019.
Atlet Porwil Lampung digembleng anggota TNI AL di Pantai Klara, Pesawaran, pada 4-6 Oktober 2019. (Dok Humas KONI Lampung)

“Tentu kami mempunyai target. Dalam outbond ini tidak diberikan materi yang berat. Namun cukup untuk memberikan kedisiplinan dan daya juang atlet melalui beberapa program dari para pelatih. Kami percayakan ini sepenuhnya dengan sasaran untuk meningkatkan semangat dan kepercayaan diri. Hanya ini yang ditekankan, mengingat waktunya sudah sangat mepet,” imbuh dosen Unila ini.

Dalam pelatihan tersebut, para atlet mendapatkan materi seperti pembentukan karakter, fun games, outbond, jam komandan, apel malam, renungan malam, dan olahraga air.

Frans berharap melalui pendadaran secara fisik dan mental ini, para atlet mendapatkan semangat baru saat menyongsong pertandingan sesungguhnya.

Frans menegaskan pihaknya tidak akan menoleransi atlet yang tidak disiplin, apalagi sengaja mengabaikan program-program yang sudah disusun demi peningkatan prestasi.

“Maaf sekali lagi. Kami tidak memerlukan atlet yang seperti itu. Tegas saja, kami tidak akan daftarkan ke Porwil. Kami tidak mau ambil risiko untuk hal ini,” tandasnya. (Tribunlampung.co.id/Daniel Tri Hardanto)

Penulis: Daniel Tri Hardanto
Editor: Daniel Tri Hardanto
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved