Menteri Wiranto Ditusuk

Perut Wiranto Tak Berdarah Saat Ditusuk, Begini Penjelasan Dokter

Insiden Menkopolhukam Jenderal Purn TNI Wiranto ditusuk, yang satu di antaranya menimbulkan pernyataan mengapa perut Wiranto tak berdarah saat ditusuk

Tayang:
WAG
Foto Detik_detik Menkopolhukam Wiranto ditusuk orang tak dikenal saat berkunjung di salahsatu pesantren di Pandeglang, Kamis (10/10/2019). Perut Wiranto Tak Berdarah Saat Ditusuk, Begini Penjelasan Dokter. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Insiden Menkopolhukam Jenderal Purn TNI Wiranto ditusuk, masih banyak menimbulkan teka-teki di kalangan publik.

Apalagi, banyak pro dan kontra terutama yang menyebut kejadian itu hanyalah rekayasa semata.

Beberapa orang justru sampai tega menyebut bahwa tragedi penusukan Wiranto hanya sebuah settingan. 

Teka-teki soal perut Wiranto tak berdarah saat ditusuk, kini rupanya mulai terkuak. 

Menurut Ali Ngabalin, berdasarkan keterangan dokter, Wiranto menderita luka tusukan dengan kedalaman sekitar 10 centimeter.

"Menurut keterangan Pak Terawan dua tusukan, kedalamannya sekitar 10 cm," kata Ali Ngabalin.

Ke Lampung Jenguk Anak, Pria Diduga Jaringan Teroris Penusuk Wiranto Ditangkap Densus 88

Menurut keterangan dokter, kata Ali Ngabalin, darah yang keluar dari tubuh Wiranto akibat luka tusuk itu memang tidak banyak.

"Kalau dari luar darahnya memang tidak terlalu banyak. Tetapi karena dalam dinding perut itu senjata tajam menembus usus kecil, diperkirakan darah yang tertampung itu sekitar 3 liter, jadi memang ada masa yang kita khawatirkan kemarin," kata Ali Ngabalin dikutip dari tayangaan Dua Sisi Tv One.

Dokter menjelaskan, lanjut Ali Ngabalin, luka sobek pada perut kiri Wiranto sepanjang 6 centimeter.

"Tersobek dari kiri ke kanan dua tusukan itu sekitar 6 centi jadi menembus perut sampai ke usus kecil menurut keterangan dokter," kata Ali Ngabalin.

Syahril Alamsyah alias Abu Rara penusuk Wiranto
Syahril Alamsyah alias Abu Rara penusuk Wiranto (TribunNewsmaker.com Kolase/ Twitter @Airin_NZ/ Handout)

Wiranto mengalami musibah itu saat ia berada di Pandeglang, Banten. 

Ketika baru saja turun dari mobil yang membawanya, Menkopolhukam Jenderal Purn TNI Wiranto ditusuk orang tak dikenal. 

Wiranto langsung dibawa ke rumah sakit terdekat untuk penanganan pertama, sebelum diterbangkan ke Jakarta.

 

Kini, kedua pelaku sudah diamankan oleh pihak berwajib.

senjata yang dipakai tusuk Wiranto menjadi perbincangan
senjata yang dipakai tusuk Wiranto menjadi perbincangan (Ist)

Penjelasan Soal Darah Wiranto Saat Ditusuk, Benny Mamoto Patahkan Isu Penyerangan Hanya Rekayasa

Menkopolhukam Jenderal Purn TNI Wiranto diserang di Pandeglang, Banten pada Kamis (10/10/2019) siang.

Akibat serangan itu, Wiranto menderita dua luka tusukan.

Atas kejadian ini, media sosial dibanjiri pemberitaan mengenai Wiranto.

Publik ramai sekali membahas soal penusukan terhadap Wiranto.

Namun menariknya, dari sekian banyak komentar atas penusukan Wiranto, sejumlah orang justru menilai bahwa aksi tersebut merupakan rekayasa.

Putri Amien Rais, Hanum Rais, satu di antaranya.

"Setingan agar dana dradikalisasi terus mengucur.

Dia caper. Krn tdk bakal dipakai lg

Play victim. mudah dibaca sbg plot

Diatas berbagai opini ygberedar terkait berita hits siang ini. Tdk byk yg benar2 serius menanggapi. Mgkn krn terlalu byk hoax-framing yg slama ini terjadi" kicau Hanum Rais.

Twitter Hanum Rais
Twitter Hanum Rais ()

Kini, Hanum Rais dilaporkan oleh Relawan Jam'iyyah Jokowi-Maruf Amin ke Bareskrim Polri.

Hanum Rais dilaporkan karena dianggap telah menyebarkan berita bohong terkait peristiwa penusukan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto pada Kamis (10/10/2019) melalui akun Twitter.

Koordinator Jam'iyyah Jokowi-Ma'ruf Amin, Rody Asyadi mengatakan, pihaknya melaporkan Hanum karena melihatnya sebagai figur publik, sehingga tidak boleh sembarangan dalam memberikan pernyataan.

"Banyak masyarakat yang sudah simpatik (dengan peristiwan penusukan Wiranto), tapi dia memberikan statement bahwa ini hanya rekayasa, settingan, hanya untuk menggelontorkan dana deradikalisasi," ujar Rody di Bareskrim Polri, Jumat (11/10/2019).

Relawan Jokowi-Maruf Amin laporkan Hanum Rais ke Bareskrim Polri dengan tuduhan menyebarkan berita hoaks soal penusukan Menko Polhukam Wiranto ke Bareskrim Polri, Jumat (11/10/2019).(KOMPAS.com/Deti Mega Purnamasari)
Relawan Jokowi-Maruf Amin laporkan Hanum Rais ke Bareskrim Polri dengan tuduhan menyebarkan berita hoaks soal penusukan Menko Polhukam Wiranto ke Bareskrim Polri, Jumat (11/10/2019).(KOMPAS.com/Deti Mega Purnamasari) ()

Ada pula yang malah senang Wiranto ditusuk.

Psikolog Sosial Hening Widyastuti mengatakan penyerangan Wiranto dan komenyat publik erat kaitannya dengan kasus politis yang sifatnya rentan dan sensitif.

"Pak Wiranto menjabat sebagai Menko Polhukam, ada kaitan secara langsung atau tidak langsung, yang bertanggung jawab dengan situasi kondisi keamanan saat ini yang tidak stabil di Indonesia," ujar Hening Widyastuti.

"Kasus demo di mana-mana, serang-menyerang lewat media sosial maupun di lapangan antara pendukung yang satu dan yang lain, belum kasus kemanusiaan di Papua, dan lain sebagainya," kata Hening Widyastuti.

Ada yang berpendapat kasus penusukan Wiranto hanya rekayasa karena tak melihat adanya darah.

Pisau yang diduga digunakan pelaku untuk menyerang Menkopolhukam Wiranto
Pisau yang diduga digunakan pelaku untuk menyerang Menkopolhukam Wiranto (Ist)

Tenaga Ahli Deputi IV KSP Ali Mochtar Ngabali atau Ali Ngabalin memaparkan penjelasan Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto Mayjen TNI dokter Terawan Agus Putranto terkait darah dan luka yang diderita oleh Wiranto.

Menurut Ali Ngabalin dari keterangan dokter, Wiranto menderita luka tusukan dengan kedalaman sekitar 10 centimeter.

"Menurut keterangan pak Terawan dua tusukan, kedalamanya sekitar 10 cm, " kata Ali Ngabalin.

Menurut keterangan dokter, kata Ali Ngabalin, darah yang keluar dari tubuh Wiranto akibat luka tusuk itu memang tidak banyak.

"Kalau dari luar darahnya memang tidak terlalu banyak. Tetapi karena dalam dinding perut itu senjata tajam menembus usus kecil, diperkirakan darah yang tertampung itu sekitar 3 liter, jadi memang ada masa yang kita khawatirkan kemarin," kata Ali Ngabalin dikutip dari tayangaan Dua Sisi Tv One.

Wiranto ditusuk orang tak dikenal di Banten, Kamis (10/10/2019).
Wiranto ditusuk orang tak dikenal di Banten, Kamis (10/10/2019). (Ist)

Dokter menjelaskan, lanjut Ali Ngabalin, luka sobek pada perut kiri Wiranto sepanjang 6 centimeter.

"Tersobek dari kiri ke kanan dua tusukan itu sekitar 6 centi jadi menembus perut sampai ke usus kecil menurut keterangan dokter," kata Ali Ngabalin.

Kepala Pusat Riset Kajian Terorisme Benny Mamoto juga menanggapi isu penusukan terhadap Wiranto hanya sebuah rekayasa.

Benny Mamoto meminta publik untuk tidak berkomentar terlalu dini.

"Dengan beredarnya berbagai komentar termasuk di medsos, kalau boleh terlalu dini ataupun dengan tujuan tertentu ini sebaiknya direm," kata Benny Mamoto di Dua Sisi TV One.

"Semua kasus terorisme akan digelar di pengadilan, di situlah akan ada pembuktian secara terbuka, ketika nanti hasil di pengadilan pembuktian bertolak belakang dengan yang ditulis, ada UU ITE, ini yang kami ingatkan," tambahnya.

Menurut Benny Mamoto, spekulasi bahwa kasus penyerangan terhadap Wiranto hanya rekayasa tidak bisa dibenarkan sebelum adanya pembuktian dari polisi.

Menkopolhukam Wiranto diserang, Kamis (10/10/2019).
Menkopolhukam Wiranto diserang, Kamis (10/10/2019). (Istimewa)

"Nah, betul, berbagai macam kometar itu terlalu dini, jadi marilah kita tunggu, kita tunggu konferensi pers dari polri soal pengungkapan jaringan, ini perlu waktu," kata Benny Mamoto.

Benny Mamoto menjelaskan bahwa serangan terorisme selalu saja ada pesan yang disampaikan.

"Karena teror tujuannya adalah menimbulkan ketakutan, ada message yang dikirim, melihat sederhananya, begitu murahnya hanya sebuah pisau, tidak harus mati tapi dampaknya karena yang diserang adalah simbol, buktinya semua koran headline halaman pertama, jangan anggap teror itu harus bom, dampaknya yang diperlukan," jelas Benny Mamoto.

Benny menyebut aksi yang dilakukan Abu Rara cukup cermat.

Istri Kolonel Komentari Penusukan Jenderal Purnawirawan TNI, Suami Ditahan: Saya Terima Salah

 

Pasalnya, menurut Benny, melihat dari video dan foto yang beredar, pelaku sempat berinteraksi dengan petugas pengamanan Wiranto.

"Dari foto yang beredar, tersangka sempat beriteraksi dengan petugas, itu menunjukan dia cukup cermat untuk masuk ke ring yang lebih dalam."

"Dia berkomunikasi dengan aparat supaya tidak curiga, bayangkan kalau dia diam matanya lihat kanan kiri aparat sudah langsung melihat dia," kata Benny soal kasus penusukan Wiranto di Pandeglang, Banten.

Sebagian Artikel Ini telah tayang di Tribun Bogor dengan judul Penjelasan Soal Darah Wiranto Saat Ditusuk, Benny Mamoto Patahkan Isu Penyerangan Hanya Rekayasa

Insiden Menkopolhukam Jenderal Purn TNI Wiranto ditusuk, yang satu di antaranya menimbulkan pernyataan mengapa perut Wiranto tak berdarah saat ditusuk, telah mendapatkan jawaban. (tribunnewsbogor.com)

 
Sumber: Tribun Bogor
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 00:00 WIB
Germany
Jerman
7 - 1
Curacao
Curacao
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 03:00 WIB
Netherlands
Belanda
2 - 2
Japan
Jepang
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ivory Coast
Pantai Gading
1 - 0
Ecuador
Ekuador
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 09:00 WIB
Sweden
Swedia
Live
Tunisia
Tunisia
Grup H - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 23:00 WIB
Spain
Spanyol
VS
Cape Verde
Tanjung Verde
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved