Tribun Bandar Lampung
Lima Negara Hadiri Seminar Biomasa Unila
Dari segi peluang, Provinsi Lampung sangat banyak sumber daya alam (SDA) tapi belum dimanfaatkan optimal.
Penulis: Bayu Saputra | Editor: martin tobing
Laporan Wartawan Tribun Lampung Bayu Saputra
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - International Conference of Sustainable Biomass (ICSB) digelar Universitas Lampung (Unila) di Hotel Emersia, Selasa (15/10/2019) dihadiri peserta asal Jepang, Korea Selatan, Republik Ceko, Malaysia dan Swedia.
Kepala Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Unila Adrian Ulvan menjelaskan, hadirnya peserta dari lima negara karena bersama-sama mengembangkan energi biomasa.
Seminar internasional seputar biomasa diharapkan akan memudahkan integrasi keilmuan para pakar biomasa dari kelima negara tersebut.
Menurutnya, dari segi peluang, Provinsi Lampung sangat banyak sumber daya alam (SDA) tapi belum dimanfaatkan optimal.
Di antaranya sawit, singkong, jagung hingga hasil pertanian lainnya difermentasikan hingga menghasilkan biomasa.
• Sedikit Molor dari Jadwal, Pilrek Unila Siap Digelar 17 Oktober 2019
Adrian menambahkan, dari limbah itu harusnya bisa menghasilkan energi yang baru, seperti untuk kelistrikan, gas untuk masak hingga bahan bakar kendaraan.
“Hasil dari konferensi ini juga nantinya akan disharing kepada Pemprov Lampung untuk ditindaklanjuti sehingga bisa mendukung energi terbarukan".
"Apalagi, pemerintah pusat menargetkan 2030 mendatang ada sekitar 25 persen energi biomasa terbarukan," kata Andrian
Wakil Rektor Unila Bujang Rahman mengatakan, Lampung sangat kaya berbagai varietas pertanian mulai dari cokelat, kopi, singkong hingga kelapa sawit.
• Himepa Unila Gelar Pelatihan Permodalan dan Teknologi Hasil Pertanian di Desa Agrowisata Tanggamus
Unila secara khusus bekerjasama dengan lembaga Cenergi dari Malaysia dan negara lainnya.
“Harapannya untuk memanfaatkan berbagai sumber biomasamenjadi energi alternatif. Hal ini bisa mengurangi ketergantungan kepada PLN dan perusahaan lainnya".
"Termasuk jadi pertimbangan sumber daya biomasa ini menjadi sumber energi alternatif di Lampung,” terang Bujang. (*)