Tribun Pringsewu

Tangkal Terorisme, Forum Keserasian Sosial Gelar Dialog Kerukunan Umat Beragama

Tangkal Terorisme, Forum Keserasian Sosial Gelar Dialog Kerukunan Umat Beragama

Tribunlampung.co.id/Didik
Tangkal Terorisme, Forum Keserasian Sosial Gelar Dialog Kerukunan Umat Beragama 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - Dalam rangka menangkal berkembangnya paham terorisme, Pemerintah Kabupaten Pringsewu menyelenggarakan dialog di wilayah desa/pekon yang berbatasan dengan Hutan Register 21.

Dialog diselenggarakan oleh Forum Keserasian Sosial Pekon Selapan, Kecamatan Pardasuka, Kabupaten Pringsewu.

Pendamping Program Keserasian Sosial Direktorat Pemberdayaan Sosial Korban Bencana Sosial Kemensos RI Joko Supriyono menuturkan bahwa penempatan program tersebut menyesuaikan dengan potensi masalah yang bakal timbul di wilayah tersebut.

Dimana potensi yang dapat menimbulkan konflik, yang berdampak pada berkembangnya paham radikalisme dan terorisme masuk.

"Karena bisa saja, paham tersebut masuk melalui konflik yang berkembang di masyarakat setempat," ungkapnya.

Ditambahkan Joko, potensi konflik di wilayah Pekon Selapan dikarenakan adanya keanekaragaman budaya.

Lanjut Joko, dialog tersebut juga untuk menumbuhkan semangat kearifan lokal supaya semakin meningkatkan kebersamaan masyarakat.

Bahan Kimia Meledak di Dalam Bus Rajabasa Utama, 5 Penumpang Luka

Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Pringsewu Sukarman mengajak untuk merawat kerukunan antar kelompok masyarakat. 

Dia mengungkapkan secara geografis, Pekon Selapan merupakan daerah perbukitan yang berdekatan dengan hutan. Ia menuturkan, bila wilayah Selapan potensial sebagai lokasi tujuan bersembunyi.

Disangka Baju Kotor Ternyata Bahan Bom, Nenek di Lampung Kaget Rumahnya Tiba-tiba Dikepung Polisi

"Ini daerah strategis buat sembunyi, termasuk daerah setrategis buat menyimpan," katanya.

Maka dari itu lah, Sukarman mengajak untuk menjaga wilayah setempat. Terutama bagi aparatur pekon, RT dan bayan agar menerapkan 1x24 jam tamu wajib lapor.

Supaya, kata dia, aparatur dapat mendeteksi dini secara cepat. Artinya, tambah Sukarman, kewaspadaan itu harus.

Apalagi, menurut Sukarman, satu dari dua terduga teroris yang tertangkap di Semarang, diketahui warga Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu

"2017 meninggalkan Kabupaten Pringsewu, meninggalkan suami dan anaknya, diketahui berada di Semarang setelah tertangkap Densus 88 terkait jaringan terorisme," katanya.

Tidak hanya kepala Kesbangpol, dialog Forum Keserasian Sosial juga menghadirkan nara sumber dari pemuda lintas agama. Yakni dari Pemuda Katolik Kabupaten Pringsewu, dan GP Ansor Kabupaten Pringsewu.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved