Profil 5 Menteri Perempuan Kabinet Indonesia Maju, 2 dari Lampung, Siapa Paling Kaya?
Profil 5 Menteri Perempuan Kabinet Indonesia Maju, 2 dari Lampung, Siapa Paling Kaya?
Penulis: Romi Rinando | Editor: Noval Andriansyah
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA - Kabinet Indonesia Maju Jokowi-Maruf Amin telah diumumkan Rabu (23/10/2019) pagi.
Terdapat 5 menteri perempuan yang terpilih masuk di Kabinet Indonesia Maju.
Mereka adalah Sri Mulyani, Siti Nurbaya Bakar, Retno Marsudi, Ida Fauziah dan Gusti Ayu Bintang Darmavati.
Dari 34 menteri kabinet Jokowi Jilid II tersebut, menteri berjenis kelamin perempuan ada 5 orang dan menteri berjenis kelamin laki-laki terdapat 29 orang.
Dibandingkan dengan formasi menteri Jokowi jilid I, menteri perempuan ada 8 orang, dan 26 laki-laki, artinya jumlah menteri perempuan di kabinet Jokowi-Maruf kali ini berkurang.
Berikut profil dan jumlah harta kekayaan para menteri perempuan Kabinet Indonesia Maju Jokowi-Maruf:
• Menteri Termuda dan 2 Menteri Tertua di Kabinet Indonesia Maju, Daftar Nama Menteri Jokowi Jilid 2
• Biodata Ida Fauziah, Politisi PKB Jabat Menteri Ketenagakerjaan Gantikan Hanif Dhakiri
1. Sri Mulyani

Sri Mulyani memang sosok wanita yang luar biasa.
Bukan sekali ini ia menjabat sebagai Menteri Keuangan, Sri Mulyani pernah menjabat Menkeu di era SBY.
Wanita berusia 57 tahun juga pernah menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia pada masa jabatan 2010-2016.
Sri Mulyani lahir di Bandar Lampung, 26 Agustus 1962. Dia adalah anak ketujuh dari seorang dosen Prof. Satmoko dan Retno Sriningsih.
Seteleh menamatkan pendidikan menengah di SMA Negeri 3 Semarang pada 1981, Sri Mulyani kuliah Universitas Indonesia, University of lllinois Urbana Champaign AS, hingga mendapat gelar Ph.D. of Economics di University of lllinois Urbana-Champaign, AS pada 1992.
Sementara jenjang kariernya di pemerintahan dimulai saat ditunjuk Presiden Sulilo Bambang Yudhoyono sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) pada 2004.
Hanya setahun di Bappenas, Sri Mulyani lantas ditunjuk jadi Menteri Keuangan pada 2005-2010.
Ia juga sempat jadi Pelaksana Tugas Menteri Koordinator Perekonomian pada 2008-2009.
Mencuatnya kasus Bank Century membawa Sri Mulyani keluar dari kabinet. Namun kariernya menanjak tinggi. Ia dipercaya Bank Dunia menjadi Direktur Pelaksana Wolrd Bank pada 2010-2016.