Breaking News

Paundra Cucu Bung Karno Dilirik Gerindra Tarung di Solo, Ada Peluang Jadi Rival Gibran

Cucu Presiden RI Pertama Soekarno Gusti Pangeran Haryo (GPH) Paundrakarna Sukmaputra Jiwanegara berpeluang maju di Pilkada Solo 2020.

Penulis: Romi Rinando | Editor: taryono
Tangkapan layar Instagram @gphpaundrakarna1
Paundra Cucu Bung Karno Dilirik Gerindra Tarung di Solo, Ada Peluang Jadi Rival Gibran Rakabuming 

"Itu sangat mungkin terjadi," imbuhnya.

Ardianto tetap mengingatkan, Partai Gerindra tidak akan mengistimewakan Paundra bila ia berkeinginan maju di Pilkada Solo 2020.

"Kita anggap sama, tidak ada keistimewaan," tutur Ardianto.

"Tetap semua harus kita seleksi, yang penting sanggup menjalankan roda pemerintahan, menjadikan Solo lebih baik," tandasnya.

Diketahui Gerindra Solo telah membuka pendaftaran calon wali kota (cawali) dan wakil wali kota (cawawali) di Pilkada Solo 2020 sejak 25 Oktober 2019 dan berakhir 15 November 2020.

Pendaftaran cawali dan cawawali Pilkada Solo 2020 dilakukan secara terbuka. Artinya, bagi siapa pun warga yang memiliki keinginan maju di Pilkada Solo 2020 dipersilakan untuk ikut mendaftar. "Pendaftaran kita lakukan secara terbuka, transparan dan tidak menerima pungutan biaya apa pun," tegas Ardianto.

Munculnya nama Paundra sebagai sosok calon wali kota solo tentu menarik, bahkan tidak mungkin selain bisa duet dengan Gibran, Paundra juga bisa menjadi lawan tanding yang sepadan bagi Gibran di pilkada Solo, tanpa mengecilkan calon-caloon lainnya. 

Karena dua sosok tersebut masing-masing punya kelebihan, Paundra merupakan cucu presiden RI pertama, sedangkan Gibran merupakan anak Presiden saat ini. 

Gibran Temui Megawati 

Sekretaris PDIP, Hasto Kristiyanto menyampaikan hasil pertemuan Ketua Umum PDIP Megawati dengan Gibran Raka Buming Raka.

Hasto mengatakan bahwa dalam pertemuan tersebut Gibran menyampaikan bahwa dirinya telah memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) PDI Perjuangan.

"Silaturahmi ini sangat penting, Mas Gibran juga menyampaikan telah ber KTA PDI perjuangan," ujar Hasto seperti tayangan Kompas TV pada Jumat (25/10/19).

Hasto mengatakan, Megawati memberikan beberapa nasehat.

"Ibu menyampaikan ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh kader PDIP Perjuangan," ujarnya.

Hasto menambahkan bahwa Megawati memberikan 4 bacaan wajib yang harus dibaca oleh Gibran.

Buku-buku tersebut adalah karya-karya Soekarno.

Tak hanya itu, Gibran diwajibkan mempelajari AD ART PDI Perjuangan.

Hasto menilai pertemuan Gibran dengn Megawati seperti kursus politik.

"Gibran diminta untuk membaca buku, bacaan wajib seperti buku Indonesia Menggugat, Mencapai Indonesia merdeka, Lahirnya Pancasila dan Membangun Tatanan Dunia yang baru," ujarnya.

"Semua buku Bung Karno yang bersifat wajib dan mempelajari AD-ART, pertemuan tadi secara langsung seperti kurus politik juga," imbuh Hasto.

Terkait pencalonan di Pilkada, hasto mengatakan bahwa PDI Perjuangan memiliki mekanisme yang harus dilalui.

"Tentang pilkada, PDI Perjuangan punya mekanisme, ada pemetaan politkik, ada usulan dari daerah, ada psikotes, ini berlaku untuk semua," ujar Hasto.

Sebelumnya, Gibran Rakabuming Raka mengaku sudah berkonsultasi ke DPP Partai PDIP perjuangan dan hasilnya ia masih berkesempatan maju lewat partai PDIP Perjuangan.

Gibran mengaku sudah menjadi kader PDIP dan sudah mendapatkan Kartu Tanda Anggota (KTA).

Sehingga ia mengaku yakin akan maju di pemilihan Walikota Solo melalui partai PDI Perjuangan.

"Saya sudah mendapatkan KTA DPI sudah menjadi kader PDIP dan majunya lewat PDI," ujarnya.

Gibran mengaku sudah berkonsultasi dengan senior PDI Perjuangan dan masih ada peluang.

"Saya sudah berkonsultasi ke senior-senior di pusat dan saya masih berkesempatan mendaftar lewat DPD atau DPP," ujarnya.

Gibran menegaskan bahwa dirinya tidak akan mau lewat independen.

"Sudah jelas ya saya tidak akan maju lewat independen, saya tetap yakin berjuang lewat PDIP bukan di jalur independen, tetap maju lewat PDIP," ujar Gibran.

Sementara itu FX Hadi Rudyatmo mengatakan peluang Gibran Raka Buming untuk maju di pemilihan Wali Kota Solo di tingkat DPC sudah tertutup.

Hal itu lantaran pengurus PDIP kota Solo sudah mencalonkan Ahmad Poernomo dan teguh Prakosa.

Namun Gubran masih berkesempatan mendaftar di DPP PDI Perjuangan.

" Ahmad Poernomo dan teguh Prakosa sudah ditugaskan ranting, anak ranting, PAC dan semua berkas sudah saya kirimkan ke DPP Partai, jika DPP partai masih membuka peluang untuk mendaftar lewat DPP, ya itu sah-sah saja kalau yang menyampaikan ketua DPP," ujar Hadi Rudyatmo.

Lebih Baik 2024

PDI Perjuangan (PDIP) Solo memastikan menutup pintu bagi anak Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka dalam Pilkada Solo 2020, karena berkas calon atas nama Achmad Purnomo-Teguh Prakosa diserahkan ke DPP di Jakarta pada Senin, 23 September 2019.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Solo, FX Hadi Rudyatmo menerangkan, partai berlambang banteng moncong putih dipastikan tidak akan mengajukan nama Gibran Rakabuming Raka ke Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Jateng maupun DPP di Jakarta.

"Sudah tidak ada pintu, sudah tidak ada lagi peluang, jadi pada Senin, 23 September 2019 diserahkan DPP nama calonnya," tutur pria yang akrab disapa Rudy itu kepada wartawan di Rumah Dinas Wali Kota, Lodji Gandrung, Minggu (22/9/2019).

"Anak ranting, pengurus anak cabang (PAC), dan DPC sudah mantap mengusung nama Achmad Purnomo-Teguh Prakosa, jadi tugas tim khusus rekruitmen selesai," tambah dia.

Semua syarat pendaftaran Achmad Purnomo yang saat ini menjabat Wakil Wali Kota Solo bersama dirinya dan Teguh Prakosa merupakan Ketua DPRD Solo periode 2014-2019 itu, akan diproses Senin, 23 September 2019.

"Senin besok, mereka berdua (calon kami PDIP) akan menyerahkan syarat-syarat pendaftaran," tutur Rudy.

"Itu langsung kami kirimkan ke DPD dan DPP," katanya.

Rudy menjelaskan, jika putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka ingin maju bersama partai lain ataupun melalui jalur independen sekalipun dalam Pilkada Solo 2020, dinilai sah-sah saja.

"Namun Gibran lebih baik tidak maju di Pilkada besok (2020), tetapi tahun 2024 saja," tutur Rudy.

"Jika Gibran mencalonkan diri sekarang, bapaknya (Jokowi) masih jadi Presiden, jadinya saya sayang sama keluarganya, " imbuhnya. (sumber tribunjateng )

Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Temui Megawati, Gibran Rakabuming Diwajibkan Baca 4 Buku Bung Karno,

Artikel ini telah tayang di Tribunsolo.com dengan judul Profil Paundra, Cucu Bung Karno yang Disebut Partai Gerindra Berpeluang dalam Pilkada Solo 2020

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved