Fenomena Angin Puting Beliung Sekaligus Hujan Es di Tuban

Viral Fenomena Hujan Es dan Angin Puting Beliung di kawasan Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Penulis: Wahyu Iskandar | Editor: Noval Andriansyah
Instagram @kinanthi_azzahra
Fenomena Angin Puting Beliung Sekaligus Hujan Es di Tuban 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Angin kencang secara dua kali melanda kawasan Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Peristiwa alam tersebut terjadi sejak hari Sabtu (9/11/2019) dan Senin (11/11/2019).

Bahkan pada hari Sabtu, juga sempat disertai dengan fenomena hujan es.

Menurut Kepala Kelompok Teknisi (Kapoksi) BMKG Tuban, Zumrotul, bencana angin kencang maupun puting beliung memang kerap terjadi pada saat pancaroba.

Karena pada fase ini menjadi peralihan dari musim hujan menuju kemarau maupun sebaliknya, dari musim kemarau menuju penghujan seperti saat ini.

"Cuaca buruk memang rentan terjadi saat pancaroba, seperti angin kencang. Karena masa transisi dari musim kemarau ke hujan, pasti seperti ini," ujar Zumrotul saat dihubungi, Selasa (12/11/2019).

VIDEO - Satu Rumah di Pringsewu Roboh Akibat Terjangan Puting Beliung

Sesuai dengan prakiraan dari BMKG Tuban, pancaroba di wilayah Tuban, Bojonegoro, Lamongan, dan beberapa kota lain yang berdekatan diprediksi akan berlangsung sampai akhir bulan ini hingga awal Desember 2019 mendatang.

"Kalau yang di bagian utara Tuban itu sampai awal Desember. Tapi kalau yang di selatan berdekatan dengan Bojonegoro itu bisa sampai akhir November. Sebab menurut prediksi, akhir November itu sudah masuk musim penghujan," kata dia.

Hujan es Selain angin kencang, masih kata Zumrotul, pancaroba juga bisa menyebabkan fenomena hujan es.

Salah satunya seperti yang sempat terjadi di Bojonegoro pada akhir pekan kemarin.

"Itu (fenomena hujan es) umum terjadi saat pancaroba. Kami juga sudah mengirim himbauan kepada masyarakat, supaya waspada akan cuaca buruk yang mungkin terjadi selama pancaroba," ucap dia.

Seusai Bojonegoro, Hujan Es Terjadi di Sukoharjo dan Malang, 4 Fakta Terungkap serta Penjelasan BMKG

Sebelumnya, BMKG Juanda Surabaya juga sudah sempat merilis mengenai fenomena hujan es yang terjadi di Bojonegoro pada akhir pekan kemarin.

Hal itu dikarenakan adanya pertumbuhan awan cumulonimbus yang cukup signifikan, dengan suhu puncak awan mencapai -69 hingga -100 derajat celcius.

Tidak hanya menimbulkan fenomena hujan es, awan cumulonimbus yang terbentuk saat pancaroba juga dapat memicu cuaca buruk atau ekstrem, seperti adanya angin kencang atau puting beliung. (Videografer Tribunlampung.co.id/Wahyu Iskandar)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul: BMKG Soal Angin Kencang hingga Hujan Es di Bojonegoro: Biasa Terjadi Saat Pancaroba

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved