Lampung Masuk Pancaroba, BPBD Imbau Tetap Waspada Angin Kencang dan Kebakaran
Rudi mengungkapkan pancaroba memiliki karakteristik adanya aliran angin yang cukup kencang di tengah cuaca panas.
"Jangan membakar sampah sembarangan, terutama di lingkungan yang terdapat lahan kering. Setiap meninggalkan rumah, periksa terlebih dahulu alat-alat listrik dan alat-alat masak," pesan Rudi.
"Untuk potensi terjadinya angin kencang, apabila di sekitar rumah ada pohon yang sudah rindang atau tua, warga sebaiknya segera lakukan pemangkasan atau penebangan," imbuhnya.
Terkait angin kencang, di Lampung sudah terjadi beberapa kali angin kencang yang menyebabkan rumah warga rusak.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Lampung Utara, misalnya, mencatat total 175 unit rumah rusak akibat angin kencang dalam sepekan terakhir.
Data per Minggu, jumlah rumah rusak akibat angin kencang terbanyak ada di Kecamatan Abung Timur sebanyak 115 unit.
Kekeringan
Musim kemarau panjang pada tahun ini menimbulkan kekeringan air di berbagai wilayah di Lampung.
Di Bandar Lampung, tepatnya di wilayah Karimun Jawa, Kecamatan Sukarame, warga terpaksa mengambil air ke masjid karena kekeringan.
Pantauan Tribun Lampung, Minggu, warga bernama Berian Yudha Koeswara (30) mengangsu air menggunakan sepeda motor. Ia membawa air sebanyak tiga jeriken.
"Kekeringan sudah dari tiga bulan lalu, dari Agustus. Ada sekitar 50 persen warga Karimun sini kesulitan air. Terpaksa ambil di masjid," tuturnya.
Dalam kondisi mendesak, Berian yang tinggal bersama empat anggota keluarganya kadang menggunakan air minum yang ada di galon untuk berbagai keperluan.
Termasuk untuk berbasuh jika buang air kecil saat menjelang dini hari.
"Kadang kalau sudah kebelet, nggak ada air, mau gimana lagi. Adanya air di galon, ya mau nggak mau pake dulu," kata pria yang bekerja sebagai mekanik ini.
Warga lainnya, Sugandi Ferdiansyah (26), memilih mengungsi ke rumah orangtuanya karena di rumahnya tidak ada air.
"Susah air. Orang-orang pada ngangsu semua. Kadang ngangsunya ada yang bawa mobil. Jadi sekarang saya balik ke rumah orangtua untuk sementara waktu," ujar warga Kecamatan Tanjung Senang, Bandar Lampung, itu.