Lampung Hash House Harriers

Lewati Darat, Mendaki Bukit dan Seberangi Laut, LH3 Bertualang di Pantai Mutun

Lewati Darat, Mendaki Bukit dan Seberangi Laut, LH3 Bertualang di Pantai Mutun

Lewati Darat, Mendaki Bukit dan Seberangi Laut, LH3 Bertualang di Pantai Mutun
Ist
Lewati Darat, Mendaki Bukit dan Seberangi Laut, LH3 Bertualang di Pantai Mutun 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Para Hashers Lampung Hash House Harriers nampak berkumpul di Pantai Hurun. Pantai yang berlokasi tidak jauh dari wisata Pantai Mutun ini merupakan milik salah satu pengusaha Lampung yang dikenal dengan nama Pak Tomo, Minggu (1/12/2019).

Lewati Darat, Mendaki Bukit dan Seberangi Laut, LH3 Bertualang di Pantai Mutun
Lewati Darat, Mendaki Bukit dan Seberangi Laut, LH3 Bertualang di Pantai Mutun (Ist)

Start kali ini nampak berbeda dibandingkan biasanya. Rute kali ini sedikit lebih landai memasuki bukit di belakang Pantai Hurun. Jika biasanya para hashers berjibaku dengan ilalang yang terbakar, kali ini rintangannya hanyalah bagaimana menuruni bukit yang berdebu dan daun-daun yang mengering.

Lewati Darat, Mendaki Bukit dan Seberangi Laut, LH3 Bertualang di Pantai Mutun
Lewati Darat, Mendaki Bukit dan Seberangi Laut, LH3 Bertualang di Pantai Mutun (Ist)

Hadi Wiyanto yang membuka rute (Hare) menyampaikan bahwa ada dua rute yang dipersiapkan. Rute medium melewati dua bukit dan rute short melewati satu bukit.

Vice Master Lampung Hash House Harriers yang baru saja berulang tahun sehari sebelumnya mengajak beberapa hashers untuk melewati rute pinggir pantai.

Lewati Darat, Mendaki Bukit dan Seberangi Laut, LH3 Bertualang di Pantai Mutun
Lewati Darat, Mendaki Bukit dan Seberangi Laut, LH3 Bertualang di Pantai Mutun (Ist)

"Airnya sedang pasang Koh Aliong. Lumayan tinggi sampai ke pinggul. Lewat bukit saja" kata Hadi kepada Rusli Taslim.

" Tak apa Pak Hadi, biar seru. Kita lewati daratan, mendaki bukit dan seberangi laut" ujar Rusli sembari tertawa.

Rute melewati pinggir pantai yang awalnya terlihat mudah, ternyata tidak semudah yang diperkirakan. Beberapa kali para hashers menginjak karang yang cukup tajam.

Namun beningnya air dan halusnya pasir putih menyemangati para hashers untuk menyelesaikan rute.

Beruntungnya dalam perjalanan menuju titik finish, beberapa hashers berkesempatan bertemu dengan sang pemilik pantai, Pak Tomo. Pria ramah ini langsung menawarkan kopi, air minum, singkong rebus dan bacang.

Pada akhirnya petualangan para hashers berakhir setelah menempuh perjalanan selama 2 jam 30 menit. (*)

Penulis: Advertorial Tribun Lampung
Editor: Advertorial Tribun Lampung
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved