Tribun Bandar Lampung

Gara-gara Buku, Ustaz Muda di Bandar Lampung Pukuli Santrinya Berulang Kali

Tak cukup di situ, saksi korban Imam Mahdi juga dipukul di bagian bawah mata menggunakan telapak tangan kanan berulang kali.

Gara-gara Buku, Ustaz Muda di Bandar Lampung Pukuli Santrinya Berulang Kali
Tribun Lampung/Hanif
Pukul santrinya, seorang ustaz bernama Agit Syahputra (18) menjalani sidang di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Rabu (11/12/2019). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Pukul santrinya, seorang ustaz muda menjalani sidang di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Rabu (11/12/2019).

Ustaz tersebut diketahui bernama Agit Syahputra (18), warga Jalan Karimun Jawa, Sukarame, Bandar Lampung.

Dalam sidang perdana tersebut, agendanya mendengarkan keterangan saksi-saksi.

Dalam dakwaannya, JPU Oktavia Mustika menyebutkan perbuatan terdakwa Agit terjadi pada 10 September 2019 sekira pukul 20.30 WIB di sebuah pondok pesantren di Batu Putu, Kecamatan Telukbetung Barat, Bandar Lampung.

Tindakan kekerasan berawal saat terdakwa mengajar di ruang kelas.

"Saksi Imam Mahdi belum mendapatkan buku tasfiran, sehingga saksi Imam Mahdi meminjam buku tasfiran kepada saksi Reza untuk menghafal dan saksi Imam Mahdi maju untuk hafalan," katanya.

Guru Ngaji di Bandar Lampung Terpaksa Duduk di Kursi Pesakitan Setelah Diduga Cabuli Santrinya

Dituduh Curi Uang, Seorang Santri Dipukul, Ditendang, dan Direndam di Kamar Mandi oleh Sesama Santri

Masih kata JPU, saksi Reza saat dipanggil mengaku belum hafal.

Reza mengatakan kepada terdakwa bahwa bukunya dipinjam oleh saksi Imam Mahdi.

"Terdakwa kemudian memanggil saksi Imam Mahdi dan berkata, 'kenapa kamu minjem buku Reza? Kan udah dibilangin gak boleh minjem buku orang lain. Kenapa kamu bohong?'," kata JPU.

"Saksi Imam Mahdi menjawab, 'iya, saya minjem buku Reza'. Saat itu juga terdakwa langsung memukul saksi Imam Mahdi dengan menggunakan peci milik saksi Iqbal," imbuhnya.

Tak cukup di situ, saksi korban Imam Mahdi juga dipukul di bagian bawah mata menggunakan telapak tangan kanan berulang kali.

Kemudian terdakwa mengatakan, 'kalo besok diulangi, ditambahin lagi sampai berdarah. Ngadu-ngadulah, Bapak gak takut'.

JPU menambahkan, perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 80 ayat 2 jo pasal 76C UU RI No 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Pengganti PP Pengganti UU No 1 Tahun 2016 tentang Perubahan UU RI No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. (Tribunlampung.co.id/Hanif Mustafa)

Penulis: hanif mustafa
Editor: Daniel Tri Hardanto
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved