Badak Lampung FC

Penyesalan Milan Petrovic di Laga Terakhir Badak Lampung

Badak Lampung FC menutup kompetisi Liga 1 2019 dengan kekalahan saat menghadapi Persebaya Surabaya.

Penyesalan Milan Petrovic di Laga Terakhir Badak Lampung
Media Officer Badak Lampung FC
Gelandang Badak Lampung Fernandinho (kanan) berhadapan dengan pemain Persebaya dalam laga terakhir Liga 1 2019 yang digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu (21/12/2019) sore. Laskar Saburai harus mengakui keperkasaan Bajul Ijo dengan skor 1-2. 

Kendati demikian, Laskar Saburai tetap mampu memberikan perlawanan sengit terhadap Persebaya, bahkan mampu unggul terlebih dahulu.

“Kita memang memiliki masalah dengan ancaman yang diberikan David da Silva cs. Tapi keseluruhan kita punya pertahanan yang bagus dan bisa melancarkan serangan balik untuk mencetak gol,” ucap Milan.

Badak Lampung FC Akhiri Liga 1 2019 dengan Kekalahan di Markas Persebaya

Di sisi lain, eks juru taktik Arema FC ini mengaku sedih.

Pasalnya, ini menjadi laga perpisahan Laskar Saburai di kompetisi sepak bola kasta tertinggi di Indonesia tersebut.

Diketahui, Badak Lampung bersama Semen Padang dan Kalteng Putra terdegradasi ke Liga 2 pada musim depan.

Milan pun mengungkapkan penyesalannya karena gagal membawa Badak Lampung FC bertahan di Liga 1 musim depan.

“Tapi pada akhirnya kita tetap sedih, karena kami harus meninggalkan kompetisi liga ini pada musim depan. Saya pikir kita memiliki cukup kualitas untuk bertahan,” ujar Milan.

“Musim depan kita harus persiapkan tim dengan bagus dan matang, serta memiliki susunan pemain yang jauh lebih kuat. Jadi musim selanjutnya (2021) kita bisa kembali berkompetisi di Liga 1,” tandasnya.

Sementara itu, kiper Badak Lampung Dikri Yusron mengaku hukuman penalti di babak kedua menjadi momentum kebangkitan Persebaya setelah sempat tertinggal.

Badak Lampung FC Bermain Imbang 0-0 Melawan Persebaya di Babak Pertama

“Namun memang di babak kedua kita sempat unggul dan memberi rasa percaya diri. Tapi sayangnya setelah itu kita dihukum penalti. Mungkin itu juga yang membuat mental teman-teman jadi sedikit lebih turun,” ujar Dikri.

Kendati demikian, pemain 24 tahun ini tetap bangga telah menjadi bagian dari tim Badak Lampung meski akhirnya harus terlempar ke Liga 2.

“Tapi di sisi lain saya bangga bisa bergabung dengan Badak Lampung, meskipun musim depan kita bermain di Liga 2,” tandasnya. (tribunlampung.co.id/tama yudha wiguna)

Penulis: Tama Yudha Wiguna
Editor: Daniel Tri Hardanto
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved