Breaking News

Tanya Dokter

Apa itu Atelektasis, Jenis penyakit Atelektasis, Penyebab Atelektasis dan Cara Mengobati Atelektasis

Atelektasis adalah suatu kondisi ketika sebagian atau satu lobus paru-paru pada seseorang tidak berfungsi

Tayang:
Penulis: Resky Mertarega S | Editor: wakos reza gautama
Tribunlampung.co.id/Resky Merta
Apa itu Atelektasis, Jenis penyakit Atelektasis, Penyebab Atelektasis dan Cara Mengobati Atelektasis 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID – Apa itu Atelektasis, jenis penyakit Atelektasis, penyebab Atelektasis, gejala Atelektasis dan cara mengobati Atelektasis. 

Atelektasis adalah suatu kondisi ketika sebagian atau satu lobus paru-paru pada seseorang tidak berfungsi.

Apa itu Atelektasis?

Dokter Praktik Umum Asih Hendrastuti mengatakan Atelektasis merupakan suatu jenis penyakit yang menyerang paru paru.

“Atelektasis merupakan suatu kondisi dimana salah satu bagian dari patu paru tersebut tidak berfungsi seperti biasanya,” kata Asih Hendrastuti, Kamis (26/12/2019).

“Kita ketahui bahwa paru paru tersebut bertugas menukar oksigen dari udara dengan karbondioksida dari darah, ketika sebagian paru paru itu tidak berfungsi maka oksigen juga tidak akan masuk.”

Besarnya kerusakan jaringan alveoli akibat atelektasis bervariasi, tergantung kepada penyebabnya. Apa itu sebenarnya Atelektasis?

Apa saja jenis penyakit Atelektasis?

Atelektasis dibagi menjadi dua jenis penyakit Atelektasis yaitu,

1. Atelektasis obstruktif. 

Ini merupakan jenis atelektasis yang paling sering terjadi.

Atelektasis obstruktif muncul akibat saluran antara trakea (tenggorokan) dengan alveoli terhalangi, sehingga gas karbon dioksida yang seharusnya dibuang diserap kembali oleh darah di alveoli.

Obstruksi yang terjadi pada atelektasis obstruktif dapat diakibatkan oleh tumor, benda asing, atau sumbatan lendir mukosa.

Obstruksi pada atelektasis obstruktif dapat terjadi pada bronkus besar (lobular) maupun bronkus kecil (segmental).

2. Atelektasis non-obstruktif. 

Atelektasis jenis ini dapat dibagi lagi menjadi beberapa sub jenis, diantaranya:

1. Atelektasis relaksasi. 

Kondisi ini terjadi akibat membran dalam paru-paru (pleura viseralis) kehilangan kontak dengan membran luar paru-paru (pleura parietalis), baik karena adanya cairan (efusi pleura) atau udara (pneumotoraks) di rongga pleura.

2. Atelektasis kompresi. 

Kondisi ini terjadi akibat munculnya lesi pada rongga dada yang menekan paru-paru dan mendorong udara keluar dari alveoli, sehingga mengurangi volume paru-paru.

3. Atelektasis adhesif. 

Kondisi ini terjadi akibat kekurangan surfaktan pada paru-paru.

Surfaktan pada paru-paru berfungsi untuk mengurangi tekanan permukaan pada alveoli.

Kekurangan surfaktan dapat menyebabkan terjadinya pengempisan alveoli.

4. Atelektasis sikatrik. 

Pada kondisi ini, berkurangnya volume alveoli adalah akibat kerusakan atau luka pada dinding alveoli karena penyakit granulomatosa atau nekrosis paru-paru.

5. Atelektasis replacement. 

Atelektasis ini terjadi akibat alveoli pada seluruh segmen paru-paru dipenuhi atau digantikan oleh sel-sel tumor, misalnya pada karsinoma sel bronkioalveolar, sehingga volume udara pada paru-paru berkurang.

Apa penyebab Atelektasis?

Atelektasis sering kali terjadi setelah penggunaan anestesi untuk pembedahan.

Anestesi yang digunakan pada saat pembedahan dapat menyebabkan perubahan pada pola pernapasan, serta penyerapan gas asing dan tekanan pada paru-paru.

Kondisi tersebut dapat menyebabkan alveoli menjadi mengempis dan menimbulkan atelektasis.

Selain disebabkan oleh anestesi, penyebab atelektasis juga bisa berbeda-beda, baik pada kasus atelektasis obstruktif maupun non-obstruktif.

Apa saja gejala Atelektasis?

“Untuk gejala atelektasis itu  penderita akan merasakan sesak karena sulit bernapas bahkan penderita akan mengalami batuk batuk.” ujar Asih Hendrastuti.

Gejala yang muncul pada atelektasis sulit diamati karena tidak muncul secara cepat.

Gejala atelektasis yang muncul bergantung pada ukuran paru-paru yang terkena atelektasis, adanya penyumbatan pada bronkus, atau adanya infeksi yang dapat memperparah atelektasis.

Secara umum, gejala atelektasis bisa berupa:

1. Sulit bernapas (dispnea).

2. Batuk.

3. Napas cepat dan pendek.

Bagaimana cara mengobati Atelektasis?

Penanganan atelektasis akan bergantung kepada penyebabnya.

Atelektasis yang ringan dapat sembuh dengan sendirinya tanpa diberikan pengobatan.

Jika atelektasis disebabkan oleh penyakit atau kondisi tertentu, maka pengobatan akan difokuskan pada masalah yang mendasarinya tersebut.

Contohnya jika atelektasis disebabkan oleh tumor, pengobatan atelektasis juga akan melibatkan kemoterapi atau pembedahan untuk mengangkat tumor.

Atelektasis yang disebabkan oleh komplikasi pasca pembedahan dapat diobati secara bertahap melalui fisioterapi dada dan pernapasan.

Teknik fisioterapi dada dan pernapasan yang diberikan berfungsi untuk membantu alveoli mengembang kembali pasca pengempisan akibat pembedahan.

Demikian, Apa itu Atelektasis, jenis penyakit Atelektasis, penyebab Atelektasis, gejala Atelektasis, dan cara mengobati Atelektasis. (tribunlampung.co.id/resky mertarega saputri)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved