Tanya Dokter
Pengertian Ulkus Kornea, Penyebab, Gejala, Pengobatan dan Pencegahan Ulkus Kornea
Ulkus Kornea adalah luka terbuka pada kornea yang paling sering diakibatkan oleh infeksi atau perradangan
Penulis: Tama Yudha Wiguna | Editor: wakos reza gautama
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID – Ulkus Kornea adalah luka terbuka pada kornea yang paling sering diakibatkan oleh infeksi atau perradangan.
Ulkus Kornea tergolong darurat medis, yang dapat mengakibatkan kebutaan bila tidak segera ditangani.
dr. Farizal mengatakan, penderita Ulkus Kornea untuk datang dan memeriksakannya kepada dokter spesialis mata.
“Nantinya penderita akan mengalami mata merah dan penurunan penglihatan. Jika ada tanda-tanda tersebut segera mengkonsultasikannya,” imbuh Farizal, Farizal, Kamis (26/12/2019).
Pasalnya kornea adalah selaput bening adalah bagian depan mata yang tembus pandang yang menutupi iris dan pupil.
Kornea memiliki beberapa fungsi, salah satunya adalah membiaskan cahaya yang masuk ke mata.
Maka dari itu, keberadaan kornea sangat menentukan fokus mata pada objek yang dilihat.
Selain itu, kornea juga berfungsi untuk melindungi mata dari kotoran dan kuman yang dapat merusak mata.
Apa gejala Ulkus Kornea?
Gejala ulkus kornea adalah bintik putih pada kornea.
Bintik putih yang dimaksudkan dapat mudah terlihat bila ukuran luka cukup besar.
Perlu diketahui, ulkus kornea sangat berbahaya dan harus segera ditangani untuk mencegah kebutaan.
Gejala ulkus kornea meliputi:
1. Mata berair.
2. Gatal pada mata.
3. Mata merah.
4. Bintik putih pada kornea.
5. Pandangan kabur.
6. Terasa seperti ada sesuatu di mata.
7. Mata terasa sangat sakit.
8. Fotofobia (mata sensitif terhadap cahaya).
9. Kelopak mata membengkak.
10. Mata mengeluarkan nanah.
Apa Penyebab Ulkus Kornea?
Ulkus kornea paling sering disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, jamur, atau parasit, seperti yang akan dijelaskan berikut ini.
Infeksi virus
Ulkus kornea dapat disebabkan oleh infeksi virus herpes simplex pada mata.
Infeksi ini dapat dipicu oleh stres, melemahnya sistem kekebalan tubuh, atau paparan sinar matahari pada mata yang terlalu lama.
Selain herpes simplex, ulkus kornea juga dapat disebabkan oleh virus varicella.
Infeksi bakteri
Ulkus kornea akibat infeksi bakteri umumnya terjadi pada seseorang yang memakai lensa kontak dalam waktu yang lama.
Infeksi jamur
Ulkus kornea yang disebabkan infeksi jamur tergolong jarang. Infeksi jamur pada kornea umumnya terjadi ketika mata terkena material organik, misalnya tercolok ranting tanaman.
Infeksi parasit
Ulkus kornea akibat infeksi parasit paling sering disebabkan oleh Acanthamoeba, yaitu jenis amuba yang hidup di air dan tanah.
Selain infeksi, ulkus kornea juga dapat disebabkan oleh sejumlah kondisi berikut:
Bagaimana Pengobatan Ulkus Kornea?
Untuk mengobati ulkus kornea, dokter akan meresepkan obat antivirus, antibiotik, atau antijamur. Pilihan obat tersebut tergantung kepada penyebab yang mendasarinya.
Khusus pada ulkus kornea yang disebabkan oleh infeksi bakteri, mata pasien tidak akan ditutup agar tidak memberikan kondisi yang cocok untuk pertumbuhan bakteri.
Pada ulkus kornea yang tidak diketahui penyebabnya, dokter akan memberikan obat tetes mata antibiotik.
Bila area kornea yang terinfeksi cukup luas, berikan satu tetes antibiotik ke mata tiap satu jam.
Sedangkan bila mata meradang atau membengkak, dokter akan memberikan obat tetes mata kortikosteroid.
Obat tetes mata khusus juga akan diberikan untuk membuat pupil tetap melebar.
Pencegahan Ulkus Kornea
Ulkus kornea yang terjadi disebabkan oleh cedera mata harus segera mendapatkan penanganan.
Hal tersebut dilakukan agar dapat mencegah kebutaan.
Gangguan tersebut termasuk dalam kondisi darurat medis. Walau begitu, kamu dapat mencegah gangguan tersebut terjadi pada mata kamu dengan cara:
1. Jika kamu menggunakan lensa kontak, rajinlah untuk membersihkan benda tersebut dan jangan gunakan air biasa.
2. Jangan tidur dengan menggunakan lensa kontak dan gantilah lensa kontak dalam waktu yang telah ditentukan oleh dokter.
3. Jangan menyentuh atau menggosok mata kamu dengan jari, terutama ketika jari kamu kotor.
5. Jika mata kamu kering, cobalah untuk sering menggunakan obat tetes mata untuk menjaga tetap basah.
Pencegahan untuk gangguan ini juga pada intinya adalah mengatasi penyebab infeksi.
Pada cedera mata yang terjadi, benda asing yang masuk ke mata harus dibersihkan dari mata.
Agar lebih pasti, dokter akan memberikan antibiotik untuk mencegah infeksi terjadi.
Apabila sudah mencapai ulkus kornea, maka pembedahan mungkin dilakukan.
Jika cara tersebut tidak berhasil, operasi transplantasi kornea mungkin saja diperlukan.
Walau begitu, hal ini berisiko dan tidak selalu berhasil pada semua orang.
Maka dari itu, ketika cedera pada mata kamu terjadi dan menimbulkan rasa nyeri, maka kamu harus segera memeriksakannya ke dokter.
Demikian Pengertian, Gejala, Penyebab, Pengobatan, Pencegahan Ulkus Kornea. (tribunlampung.co.id/tama yudha wiguna)