Mau Mandi, Warga Muara Enim Malah Tewas Diterkam Harimau
Jika benar Sulis menjadi korban keganasan harimau, maka ini menambah deretan warga Sumsel yang menjadi karena gigitan harimau
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Lagi kabar warga diterkam harimau terjadi di Kabupaten Muarenim.
Seorang warga asal Talang Tinggi kecamatan Panang Enim bernama Sulis tewas mengenaskan.
Jika benar Sulis menjadi korban keganasan harimau, maka ini menambah deretan warga Sumsel yang menjadi karena gigitan harimau.
Sementara itu Berdasarkan kronologi yang beredar, kejadian tersebut terjadi ketika Sulis hendak mandi di tempat pemandian umum yang berada di Talang Tinggi.
Kala itu korban pamit dengan ibunya untuk pergi mandin sekitar pukul 13.00 WIB, Jumat (27/12/2019).
• Petani Tewas Diterkam Harimau, Polisi Jelaskan Hasil Autopsi
• Petani Tewas Diterkam Harimau Saat Tunggu Durian di Kebun
• Tewas Diterkam Harimau, Bagian Tubuh Korban Masih Dicari
Anehnya hingga malam hari Sulis tak kunjung balik ke rumah.
Hal itu membuat orangtuanya resah lantas memutuskan untuk mencari korban.
Setelah dicari, Korban tidak ditemukan berada di Pemandian umum tersebut.
Kondisi tersebut membuat ibunya melaporkan ke keluarga besar dan Masyarakat setempat.
Lantas, dilakukan pencarian bersama dengan warga dan keluarga sekitar pukul 24.00 malam.
Di mana, bercak darah diduga milik korban, ditemukan.
Setelah ditelusuri, Warga menemukan tubuh Sulis.
Ia meninggal dunia dengan luka robek.
Serta, bagian tubuh yang terpisah.
Hal ini memicu dugaan warga jika Sulis menjadi korban harimau.
Lantaran sebelumnya, Warga Setempat Melihat Keberadaan Harimau Yang Kebetulan Tidak Jauh Dari Tempat Pemandian Umum Talang Tinggi Desa Padang Bindu Kecamatan Panang Enim Tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, Tribun Sumsel masih berupaya konfirmasi kejadian tersebut kepada pihak terkait.
Diberitakan sebelumnya, enam orang petani di Pagaralam dan Lahat diterkam harimau.
Hal itu terjadi dalam satu bulan terakhir.
Dari enam kejadian itu, empat di antaranya tewas.
Sementara, dua orang lain mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke rumah sakit.
Korban yang selamat adalah Marta Rolani (24), petani kopi di Kecamatan Dempo Selatan, Kota Pagaralam, Sumatera Selatan.
Ia diserang seekor harimau pada Senin (2/12/2019).
Akibat kejadian tersebut, ia mengalami luka cakaran di bagian paha kanan, perut dan bokong.
Lalu, korban selanjutnya adalah Irfan (19).
Ia adalah wisatawan taman gunung Dempo, Kota Pagaralam, yang harus menjalani perawatan di rumah sakit, karena mengalami luka robek yang serius.
Ia diterkam harimau ketika sedang kamping bersama rekannya pada Sabtu (16/11/2019).
Selanjutnya Kuswanto (57), petani kopi di Kabupaten Lahat yang tewas diterkam harimau, Minggu (17/11/2019).
Selanjutnya, Yudiansah Harianto (40) yang tewas dalam kondisi tinggal tulang usai diterkam harimau ketika berada di kebun yang ada di Desa Bukit Benawa, Kecamatan Dempo Selatan, Kota Pagaralam, Sumatera Selatan, Kamis (5/12/2019).
Kemudian, Mustadi (50) tewas diterkam harimau ketika berada di kebun yang terletak di ataran pedamaran Hutan Seribu, Kecamatan Kota Agung, Kabupaten Lahat, Kamis (12/12/2019).
Lalu Suhadi (50) yang ditemukan tewas dalam kondisi bagian tubuh tercecer di dalam kebun yang berada di areal Lekung Benuang, Desa Pajar Bulan, Kecamatan Mulak Ulu, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan 24 Desember lalu.
Artikel ini telah tayang di Sulis Warga Muara Enim Diduga Tewas di Mangsa Harimau, Ada Luka Cakaran dan Gigitan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/mau-mandi-warga-muara-enim-malan-tewas-diterkam-harimau.jpg)