Longsor di Bandar Lampung

Yanto Beberkan Detik-detik Tembok 3 Meter Timpa 3 Rumah di Kedamaian

Dalam bencana itu, keponakan Yanto bernama Suhendri (20) mengalami luka akibat tertimpa puing reruntuhan rumah.

Penulis: hanif mustafa | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribun Lampung/Hanif Mustafa
Begini kondisi rumah di Jalan H Sohari, RT 14 Lingkungan II Kampung Sukamanjur, Kelurahan Bumi Kedamaian, Kecamatan Kedamaian, Bandar Lampung, yang tertimpa longsor, Minggu (29/12/2019). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Yanto (48) tak pernah menyangka panglong kayu miliknya tertimpa longsor.

Warga Jalan H Sohari, RT 14 Lingkungan II Kampung Sukamanjur, Kelurahan Bumi Kedamaian, Kecamatan Kedamaian, Bandar Lampung ini menceritakan detik-detik musibah yang dialaminya.

Yanto mengatakan, peristiwa itu terjadi saat hujan deras mengguyur pada Sabtu (28/12/2019) malam.

"Kejadian sekitar jam setengah delapan, setengah sembilan. Pas tengah-tengah hujan deras itu kejadiannya. Kan hujan setelah Magrib," beber Yanto ditemui Tribunlampung.co.id di lokasi kejadian, Minggu (29/12/2019).

Yanto menuturkan, peristiwa robohnya tembok pagar beserta fondasi sangat cepat.

BREAKING NEWS - Longsor di Bandar Lampung, 3 Rumah dan 4 Motor Rusak

Longsor di Kedamaian, 1 Warga Dilarikan ke RS Bumi Waras

Banjir Selutut Orang Dewasa, Median Jalan Depan Terminal Rajabasa Dijebol

Sebelum tembok dan fondasi roboh, ia bersama anggota keluarganya tengah menguras air yang akan masuk ke dalam rumah.

"Kondisi banjir, saya kebingungan air dateng masuk semua. Air itu ngucur dari fondasi," kata Yanto.

Sebelum kejadian, Yanto mengaku tak mendengar suara apa pun.

Namun tiba-tiba tembok setinggi tiga meter roboh dan menimpa panglong kayunya.

"Gak ada suara kretek-kretek. Karena suara hujan ini kuat, pas roboh itu saya kaget. Hampir gak bisa napas. Keras sekali surarnya," sebutnya.

Yanto mengaku, kejadian longsor baru pertama kalinya setelah puluhan tahun ia tinggal di Sukamanjur.

"Baru kali ini. Kalau banjir dua tiga kali. Akhirnya fondasi itu menimpa dua rumah. Punya adik sama ayuk saya, dan panglong saya juga. Padahal ada dua pintu siap kirim," tuturnya.

Dalam bencana itu, keponakan Yanto bernama Suhendri (20) mengalami luka akibat tertimpa puing reruntuhan rumah.

"Posisi dia di rumah depan itu pas lagi buangin air. Pas masuk ketimpa, dia sempat minta tolong-tolong. Tapi gak ada yang denger karena kami sibuk ngurus lainnya dan suara hujan deras. Dia akhirnya keluar sendiri. Untung masih selamat," bebernya.

Yanto mengatakan, selain rumah, empat sepeda motor tertimpa tembok fondasi dan lumpur.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved