Kakak Adik Tewas Berpelukan Tertimpa Longsor di Depok, Warga Dengar Suara Pilu Saat Kejadian
Kedua kakak beradik itu diketahui bernama Amelia (27), dan bocah berinisial N (8).
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Dua orang kakak adik Tewas Berpelukan akibat tertimpa Longsor di rumah mereka di Cinere, Depok, Rabu (1/1/2019).
Kedua kakak beradik itu diketahui bernama Amelia (27), dan bocah berinisial N (8).
Total, tiga orang meninggal dalam musibah tersebut.
Satu korban tewas lainnya bernama Rumsinah (68).
Peristiwa Longsor akibat hujan deras itu terjadi sekira pukul 04.30 WIB subuh.
• Satu Keluarga Tewas Berpelukan Tergilas Mobil Truk BBM
• Kisah Jenderal Purnawirawan Nyaris Adu Tembak dengan Pengawal PM Israel, Kawal Soeharto di Amerika
Mereka adalah Amelia dan N yang merupakan anak dari bapak Ade Istaqori.
Dalam insiden itu, Rumsinah dan N lebih dulu berhasil dievakuasi.
Beberapa jam setelahnya, jenazah Amelia baru dapat dievakuasi.
Kesaksian warga
Seorang warga, Adi menceritakan kesaksiannya saat terjadi Longsor di Jalan Al Barokah, Cinere, Kota Depok.
Adi mengungkapkan, dirinya sempat mendengar teriakan minta tolong ketika Longsor menimpa rumah tetangganya.
Dalam musibah itu, tiga orang tewas.
Selain itu, Adi juga mendengar ada suara gemuruh seperti benda jatuh.
Hal itu sontak membuatnya kaget.
"Pukul 04.40 WIB kaget ada suara minta tolong, sebelumnya ada suara gemuruh kayak benda besar jatuh," kata Adi di lokasi kejadian, Rabu (1/1/2020).
Adi menduga bahwa teriakan yang didengarnya merupakan suara Amelia (27).
Amelia merupakan satu dari tiga korban meninggal dunia akibat Longsor.
"Kayaknya itu suaranya Amelia, saya inget banget suaranya kesakitan gitu," terangnya.
Jenazah Amelia dan N ditemukan Tewas Berpelukan
Jenazah Amelia berhasil dievakuasi beberapa jam setelah jenazah dua korban lainnya, N dan Rumsinah berhasil dievakuasi.

Sebelumnya, Adi yang ikut membantu evakuasi korban mengatakan, dari tiga korban tewas, jenazah korban atas nama Amelia yang belum berhasil dievakuasi keluar.
"Yang dua sudah berhasil dievakuasi, sisa satu yang Amelia itu," kata Adi di lokasi kejadian, Rabu (1/1/2020).
Adi mengungkapkan, Amelia dan N merupakan kakak adik anak dari bapak Ade Istaqori.
Saat dievakuasi, Adi mengatakan jenazah Amelia ditemukan tengah merangkul adiknya N.
"Posisi kayak berangkulan gitu, saya pas lihat langsung istighfar nggak tega" ujar Adi.
Adi pun menerangkan bahwa jenazah Amelia cukup sulit dievakuasi.
Hal itu lantaran posisi tubuh bagian bawahnya tertimpa fondasi bangunan pagar yang runtuh dari atas rumahnya.
"Badannya sudah kelihatan tapi masih susah diangkat, kakinya tertimpa besi pagar yang runtuh dari atas," bebernya.
Proses evakuasi Amelia
Setelah 11 jam kurang lebih lamanya tertimbun Longsor, jasad Amelia (27) berhasil dievakuasi petugas.

Dua korban sebelumnya Rusminah (68) dan N (8) telah berhasil dievakuasi lebih dahulu sekira pukul 06.00 WIB pagi.
"Dua korban sebelumnya pukul 06.00 WIB lebih dulu berhasil dievakuasi."
"Alhamdulillah, ini yang terakhir berhasil kami evakuasi pada pukul 15.00 WIB," kata Putra, seorang petugas Damkar di lokasi kejadian di Jalan Al Barokah, Cinere, Kota Depok, Rabu (1/1/2020)
Seorang petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Depok, yang berjibaku mengevakuasi korban, Bayu mengatakan, kendala yang terjadi di lapangan lantaran korban terakhir tertimpa beton bangunan.
"Kesulitannya itu karena kaki korban (Amelia) tertimpa beton, kemudian ada puing turap juga," kata Bayu di lokasi kejadian Jalan Al Barokah, Cinere Kota Depok, Rabu (1/1/2020).
Selain itu, Bayu mengakui faktor hambatan yang dialami pihaknya adalah banjir yang memutus sejumlah ruas akses jalan.
Akibatnya, pihaknya harus mencari jalur alternatif lain untuk bisa tiba di lokasi kejadian dan mengevakuasi korban.
"Hambatan lain itu tadi kami terhadang banjir ya, tadi banyak akses jalan yang terputus sehingga kami haru cari jalur alternatif," pungkasnya.
Warga padati lokasi Longsor
Warga terus memadati lokasi Longsor yang menewaskan tiga orang di Jalan Al Barokah, Cinere, Kota Depok.
Bahkan, seorang petugas pemadam kebakaran (Damkar) Kota Depok sempat mengimbau warga agar tak berkerumun.
"Jangan ngumpul disini, kasian petugas yang lagi evakuasi," kata petugas tersebut di lokasi kejadian, Rabu (1/1/2020).
Tak jarang, beberapa warga mengabadikan momen evakuasi tersebut menggunakan handphonenya.

Sementara, insiden Longsor juga terjadi di Kota Bogor di awal tahun 2020.
Dua rumah di Kelurahan Kedung Badak RT 1/13 Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor tertimbun Longsor, Rabu (1/1/2019)
Akibat peristiwa tersebut satu keluarga sempat melarikan diri.
Sementara, satu orang warga bernama Kusmiati (30) yang sedang beristirahat tidak bisa menyelamatkan diri.
"Korban tertimbun setengah badan, tidak semua, jadi dari dada sampai kaki," kata Danru Penyelamatan BPBD Kota Bogor Maruli Sinambela.
Maruli menjelaskan bahwa peristiwa Longsor terjadi pukul 07.00 WIB.
Sementara, korban berhasil dievakuasi oleh BPBD dan warga sekitar pukul 07.30 WIB.
Korban pun sempat dibawa ke RSUD Kota Bogor.
Saat ini, korban sudah dibawa ke rumah duka di Sukadamai.
9 korban tewas
Sebayak 9 orang meninggal dunia akibat banjir yang menerjang Jabodetabek pada awal tahun 2020.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis sembilan orang tewas akibat banjir yang menerjang wilayah Jabodetabek, Rabu (1/1/2020).
Data tersebut merupakan data sementara yang dihimpun BNPB hingga Rabu petang pukul 17.57 WIB.
Sembilan korban meninggal karena berbagai sebab mulai dari hipotermia, tersetrum listrik hingga tertimbun longsor.
Korban tewas ini juga tersebar di berbagai wilayah mulai dari Jakarta, Kota Depok dan Bogor.
Dikutip dari laman facebook BNPB, berikut identitas sembilan korban tewas akibat banjir:
1. M Ali (82), Kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta Timur (Korban mengalami hipotermia)
2. Siti Hawa (72). Kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta Timur (Korban mengalami hipotermia)
3. Willi Surahman, Kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta Timur (Korban mengalami hipotermia)
4. Rumsinah (68), Jalan Al Barokah RT 07, RW 01, Kelurahan Pangkalan Jati Baru, Kecamatan Cinere, Kota Depok (Korban tertimbun tanah longsor)
5. N (8), Jalan Al Barokah RT 07, RW 01, Kelurahan Pangkalan Jati Baru, Kecamatan Cinere, Kota Depok (Korban tertimbun tanah longsor)
6. Amelia (27), Jalan Al Barokah RT 07, RW 01, Kelurahan Pangkalan Jati Baru, Kecamatan Cinere, Kota Depok (Korban tertimbun tanah longsor)
7. Marsdianto (20), Perumahan Puri Citayam Permai 2, Desa Rawa Panjang, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor (Korban terseret arus banjir saat aliran kali yang berada persis di depan rumahnya menjebol tanggul).
8. Arfiqo Alif (16) warga Kemayoran, Jakarta Pusat. Kesetrum listrik
9. Ibu Kusmiyati (30 thn), korban tertimpa tanah longsor, Tanah Sereal, Kota Bogor.
Banjir Kepung Jakarta hingga Bekasi, Sejumlah Ruas Jalan Lumpuh
Mengawali tahun 2020, banjir mengepung wilayah Jakarta dan sekitarnya hingga ke Bekasi, Jawa Barat.
Akibatnya, sejumlah ruas jalan lumpuh karena tak bisa dilintasi, Rabu (1/1/2020).
Menukil Kompas.com dari laman Twitter resmi Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya, dalam satu jam terakhir banjir terjadi secara merata di lima wilayah yang ada di Jakarta.
Dikutip dari laman @TMCPoldaMetro, banjir terjadi di sejumlah titik di Jakarta Selatan.
Pada pukul 05.49 WIB di daerah Pesanggerahan, di depan Kantor Lurah Kalibata, terpantau tergenang banjir setinggi 80-100 cm.
• Banjir di Jalan Tol Cipali, Lihat Video Viral dan Tanggapan Jasa Marga soal Tol Cipali Banjir
• VIDEO Banjir Landa 4 Daerah di Lampung Barat
Kemudian pukul 05.44 WIB dan di depan Gedung KPKJI Rasuna Said juga tergenang air setinggi 20-40 cm.
Sementara di Jakarta Utara, banjir terjadi di kawasan Kelapa Molek, Kelapa Gading Timur dengan genangan air setinggi 30-60 cm.
Di depan Astra Jalan Yos Sudarso Jakarta Utara juga terjadi banjir dengan tinggi 20 cm.
Di TL Perintis Kelapa Gading, Jakarta Utara banjir setinggi 30-40 cm yang membuat kawasan tersebut tak bisa dilintasi kendaraan.
Sementara itu, banjir juga terjadi di sejumlah titik di wilayah Jakarta Pusat.
TMC Polda Metro Jaya mencatat, banjir di Jalan Bangau 6, Gunung Sahari sudah mulai memasuki rumah.
Kemudian, banjir setinggi 30-40 cm terjadi di depan Polsek Johar Baru Jalan Tanah Tinggi Barat.
Di wilayah Jakarta Barat, banjir terpantau terjadi di Jalan Marga Jaya, Rawa Buaya, Jakarta Barat dan sudah memasuki rumah.
Adapun Jalan Bambu Kuning 8 Kelurahan Cengkareng Barat untuk sementara tidak bisa dilintasi semua jenis kendaraan bermotor.
Selain itu, banjir di Perumahan Kalideres Permai, Jakarta Barat terpantau telah memasuki rumah.
Air di sana setinggi 30-40 cm di Jalan Daan Mogot, Cengkareng, banjir mengakibatkan lalu lintas arah Kalideres dialihkan melalui Ring Road Purikembangan.
Wilayah Jakarta Timur juga terpantau dilanda banjir pada Rabu pagi.
TMC Polda Metro Jaya mencatat, banjir terjadi di RW 07 Kelurahan Makasar dan di Pasar Induk Kramatjati.
Selain itu, banjir setinggi 50-60 cm terjadi di kilometer 3.800 Tol Jatinegara.
Kondisi ini membuat seluruh kendaraan yang berasal dari Tol Priok menuju Cawang dikeluarkan di Exit Tol Rawamangun.
Selain Jakarta, banjir terjadi di Bekasi pada Rabu pagi.
TMC Polda Metro Jaya mencatat, banjir terjadi di Perumahan Pondok Melati, Pondok Gede, Bekasi dan sudah memasuki rumah.
Kemudian, banjir terjadi di wilayah Rawa Panjang, Bekasi Timur dan sudah memasuki rumah.
Untuk diketahui, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mengguyur wilayah Jakarta sejak Selasa malam.
Hingga pergantian tahun, kondisi hujan sedang hingga lebat masih berlangsung.
Pada Rabu dini hari, hujan sedang hingga lebat tetap berlangsung.
Pantauan Kompas.com, hingga berita ini ditulis, hujan lebat masih terjadi di wilayah Kalibata dan Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
• BREAKING NEWS - Banjir Landa 4 Daerah di Lampung Barat
Tak Bisa Dilintasi
Sejumlah ruas jalan di Jakarta tidak bisa dilintasi kendaraan akibat terendam banjir pada Rabu (1/1/2020) pagi.
Berdasarkan pantauan Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya, yang diunggah di laman Twitter @TMCPoldaMetro, kondisi ini terjadi di sejumlah ruas jalan di Jakarta Selatan, Jakarta Barat, dan Jakarta Timur.
TMC Polda Metro mencatat, pukul 06:28 WIB, banjir setinggi 60-80 cm terjadi di Underpass Tol Cawang Jakarta Timur.
"Sehingga untuk sementara daerah ini tidak bisa dilintasi semua jenis kendaraan bermotor," demikian sebagaimana dikutip dari @TMCPoldaMetro.
Kemudian, pukul 06.30 WIB polisi melakukan penutupan arus lalu lintas yang mengarah ke Taman Anggrek dialihkan mengarah Biak.
Ini disebabkan kondisi jalan di kawasan Trisakti arah Grogol terdapat genangan air sehingga tidak bisa dilintasi kendaraan.
Pukul 06.40 WIB, banjir setinggi 30-50 cm terjadi di Kilometer 3.800 Tol Jatinegara (arah ke Cawang).
Akibatnya, untuk sementara kawasan tersebut tidak bisa dilintasi semua jenis kendaraan bermotor.
Lalu, TMC Polda Metro mencatat, pada pukul 06.45 WIB banjir setinggi 60-80 cm terjadi di depan kampus Trisakti, Jalan S Parman Jakarta Barat.
Sehingga untuk sementara lalu lintas dari arah Tomang ke arah Grogol dan sebaliknya dialihkan.
Kemudian, TMC Polda Metro mencatat pada pukul 06.47 WIB terjadi penutupan dan pengalihan kendaraan yg masuk gerbang Cikunir 4.
Ini dilakukan akibat imbas kali Cikunir yang meluap hingga menyebabkan genangan dengan ketinggian 50 cm hingga 1 meter.
Pukul 06.50 WIB, banjir setinggi 40 cm terjadi di pintu keluar terminal Tanjung Priok mengarah barat maupun timur.
TMC juga meminta masyarakat yang melintas di kawasan Karet, Senayan dan Semanggi untuk berhati-hati karena masih terjadi genangan air di sejumlah ruas jalan kawasan itu.
TMC mencatat, pukul 06.50 WIB banjir setinggi 20-30 cm terjadi di Karet, tepatnya di Jalan Jenderal Sudirman.
Pukul 06.52 WIB, banjir setinggi 30-50 cm terjadi di Jalan Gerbang Pemuda Senayan.
"Bagi kendaraan sejenis sedan diimbau agar tidak melintas," demikian informasi yang diunggah akun @TMCPoldaMetro.
Pukul 07.10 WIB, banjir setinggi 40-60 cm terjadi di Jalan Lapangan Tembak Senayan.
Untuk sementara ruas jalan ini tidak bisa dilintasi semua jenis kendaraan.
Pukul 07.11 WIB, banjir setinggi 30-40 cm terjadi di depan Kampus Atmajaya Semanggi Bawah Jakarta Selatan.
"Bagi pengendara, diimbau untuk menghindari jalur tersebut," kata akun @TMCPoldaMetro.
Kemudian pukul 07.14 WIB, banjir setinggi 40-60 cm terpantau terjadi di depan kampus Atmajaya, Jalan Jenderal Sudirman.
Ruas jalan itu tidak bisa dilintasi semua jenis kendaraan bermotor. (*)
(Tribunnews.com/Daryono)
Artikel ini telah tayang di tribunnew