Badak Lampung FC

Bek Badak Lampung Reva Adi Utama Dilepas, Siapa Penggantinya?

Tak hanya mengumumkan pemain yang dipertahankan, manajemen Badak Lampung juga mengumumkan pemain yang tak lagi berseragam Laskar Saburai.

tribunlampung.co.id/noval andriansyah
Ilustrasi Reva Adi Utama - Bek Badak Lampung Reva Adi Utama Dilepas, Siapa Penggantinya? 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Tak hanya mengumumkan pemain yang dipertahankan, manajemen Badak Lampung juga mengumumkan pemain yang tak lagi berseragam Laskar Saburai.

Sebelumnya, melalui akun Instagram resmi klub, @badaklampungfc, manajemen mengumumkan 4 pemain asingnya tak lagi merumput di Stadion Sumpah Pemuda, pada Liga 2 2020.

Kali ini, melalui media yang sama, manajemen mengumumkan tak meneruskan opsi pinjaman bek kiri dari PSM Makassar, Reva Adi Utama.

Belum diketahui pasti apa alasan manajemen tak meneruskan kontrak bek kiri andalan tersebut.

Tribunlampung.co.id masih berupaya mengonfirmasikannya ke manajemen Badak Lampung terkait pengumuman mengenai Reva Adi Utama tersebut.

Badak Lampung Umumkan 4 Pemain yang Dipertahankan, Ini Nama-namanya

 Manajemen Badak Lampung Dikabarkan Dekati Dedi Hartono dan Roni Rosadi, Ini Tanggapan Balafans

 Pemain Badak Lampung Hariyanto Panto Bertekad Bawa Skuat Laskar Saburai Kembali ke Liga 1

 Kontraknya Bersama Badak Lampung Habis, Milan Petrovic: Saya Pulang, Sekarang di Slovenia

Empat Pemain Dipertahankan

Badak Lampung FC resmi mengumumkan 4 pemain yang dipertahankan untuk mengarungi kompetisi Liga 2 2020 mendatang.

Nama Syahrul Mustofa dan Abrahman Lestaluhu menjadi 2 nama baru yang diumumkan, menyusul 2 pemain yakni Hariyanto Panto dan Akbar Tanjung yang telah lebih dulu diumumkan.

Keempat pemain tersebut secara resmi telah memperpanjang kontrak bersama tim berjuluk Laskar Saburai.

Keputusan itu diumumkan oleh manajemen, melalui akun Instagram resmi klub @badaklampungfc.

Media Officer Badak Lampung FC, Imam Rizaldi, menjelaskan pihaknya mempertahankan keempat penggawa tersebut bukan tanpa alasan.

Selain itu, manajemen tim dan masing-masing pihak dari keempat pemain itupun, telah menemui titik terang dalam menjalani kesepakatan untuk musim kompetisi Liga 2 2020.

“Keempat pemain ini kita pertahankan berdasarkan performa mereka di musim kemarin dan sudah melewati pertimbangan yang sangat matang,” ujar Imam, kepada Tribunlampung.co.id. Selasa (7/1/2020).

Diakui, keempat penggawa tersebut merupakan pemain penting Badak Lampung di Liga 1 2019 lalu.

Seperti Hariyanto Panto, meski sempat meredup di bawah asuhan pelatih Jan Saragih, kendati ia bermasih mencuri hati pelatih Milan Petrovic menjelang berakhirnya putaran pertama Liga 1 2019 dan sukses menyarangkan 4 gol serta 2 assits.

Oleh karenanya, pemain bernomor punggung 18 tersebut, menjadi salah satu penggawa yang paling diburu oleh sejumlah klub besar Liga 1 seperti Bhayangkara FC.

Empat pemain Badak Lampung FC dengan menit bermain paling banyak.
Empat pemain Badak Lampung FC dengan menit bermain paling banyak. (Instagram/@badaklampungfc)

Sementara, Akbar Tanjung sejauh ini telah menjelma sebagai nahkoda lini tengah Badak Lampung dan sudah diturunkan di 29 pertandingan Liga 1 2019, dengan mencatatkan 2.459 menit bermain.

Meski menempati posisi sebagai gelandang bertahan, Akbar berhasil mengoleksi 1 gol dan 1 assist

Layaknya Akbar, Syahrul Mustofa selalu mendapatkan tempat di sektor kiri pertahanan Laskar Saburai.

Kendati dirinya terpaksa harus berbagi tempat, tatkala Reva Adi Utama bergabung ke Badak Lampung, dengan opsi pinjaman dari PSM Makassar pada jendala tranfer tengah musim Liga 1 2019.

Pemain asal Tuban, Jawa Timur tersebut, sudah bermain di 24 laga Badak Lampung dengan mengumpukan 1.726 menit bermain.

Lain hal dengan ketiga pemain tersebut, sempat menjadi andalan di lini depan Laskar Saburai pada awal musim Liga 1 2019 dan sukses membuat 2 gol serta 1 assist. Abrahman Lestaluhu terpaksa mengakhiri kontraknya dengan Badak Lampung lebih cepat di tengah musim.

Pasalnya, Abrahman mendapatkan cedera parah dan tidak bisa melanjutkan sisa laga di kompetisi musim 2019. Namun usai pulih, Laskar Saburai kembali menjalin kesepakatan bersama pemain sayap tersebut.

Imam mengungkapkan, tidak menutup kemungkin bakal ada pemain lainnya yang akan dipertahankan Badak Lampung FC.

“Bukan cuma itu, kemungkinan juga akan ada yang datang (pemain baru) dan semuanya masih dalam proses, tapi memang balik lagi ke pemain. Jadi kita tunggu saja resminya,” tandas Imam.

Kata Balafans soal 2 Pemain Baru

Manajemen Badak Lampung dikabarkan tengah mendekati duo eks Semen Padang Dedi Hartono dan Roni Rosadi.

Kakak beradik tersebut diisukan sedang menjalani komunikasi intens dengan pihak tim berjuluk Laskar Saburai, guna memperkuat Badak Lampung di kompetisi Liga 2 2020.

Ketua Umum Balafans Aviv Hidayat, sebagai salah satu basis suporter Badak Lampung FC, menyambut antusias prihal kabar tersebut.

Terlebih, keduanya merupakan putra daerah Lampung yang memiliki segudang pengalaman di dunia persepak bolaan tanah air.

“Ya, kita senang dengan kabar ini. Jika benar, mudah-mudahan semua negosiasi kedua belah pihak masing-masing bisa berjalan lancar,” tukas Aviv, kepada Tribunlampung.co.id. Selasa (7/1/2020).

Lebih lanjut, Aviv mengungkapkan bila sudah seharusnya putra daerah memprioritaskan membela klub tanah kelahirannya.

“Badak Lampung ini juga harusnya milik mereka, banyak pemain luar Lampung yang merasa nyaman dengan klub ini, kenapa tidak dengan pemain asli Lampung,” ujarnya.

Oleh karenannya, ia berharap kepulangan Dedi Hartono dan Roni Rosadi untuk memperkuat Badak Lampung tidak terhambat. Terlebih, dikarenakan soal nilai kontrak.

“Ya, jangan sampai proses negosiasi pemain asli Lampung terhambat karena masalah nilai kontrak atau gaji, Apalagi sampai menilai prestasi sepak bola Lampung dengan uang,” harap Aviv.

Dedi Hartono (kiri) dan Roni Rosadi (kanan) saat berseragam Semen Padang FC
Dedi Hartono (kiri) dan Roni Rosadi (kanan) saat berseragam Semen Padang FC (Instagram/@ronirosadii24)

“Sudah seharusnya, mereka bisa lebih menghargai perjuangan untuk klub kebanggaan Lampung, tanpa menilai berlebihan soal nilai kontrak,” sambunya.

Selain itu, dirinya juga mengharapkan putra daerah lainnya yang kini tengah berseragam klub lain, untuk memperkuat Badak Lampung, guna kembali menempatkan Laskar Saburai ke kompetisis kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

“Kalau bisa tidak cuma Dedi dan Roni, pemain Lampung yang berkualitas lainnya juga masih ada seperti Manda Cingi dan Guntur Triaji dan lain-lainnya,” tandas Aviv.

Dikabarkan Gabung Badak Lampung FC

Dua saudara Dedi Hartono dan Roni Rosadi dikabarkan bakal bergabung dengan Badak Lampung FC untuk kompetisi musim 2020 mendatang.

Dedi Hartono dan Roni Rosadi adalah dua pemain sepak bola profesional kelahiran asli Lampung.

Keduanya merupakan penggawa Semen Padang pada kompetisi Liga 1 musim 2019, yang didatangkan dengan durasi kontrak selama satu musim.

Dedi dan Roni berhasil menjelma sebagai tulang punggung tim berjuluk Kabau Sirah tersebut pada musim lalu.

Bahkan posisi keduanya di skuat inti hampir tak tergantikan, Dedi berhasil menjadi tumpuan serangan Semen Padang dari sektor sayap kanan.

Sedangkan sang adik, Roni sukses menjadi salah satu bek andalan klub kebanggan Urang Minang tersebut.

Kendati demikian, Semen Padang FC harus mengalami nasib yang serupa layaknya Badak Lampung FC pada akhir kompetisi Liga 1 2019.

Pasalnya, Semen Padang FC dan Badak Lampung FC menjadi dua dari tiga tim yang gagal mempertahankan berkompetsisi di kasta tertinggi Indonesia, alias terdegradasi ke Liga 2 pada musim 2020.

Semen Padang FC dan Badak Lampung FC hanya mampu finis di posisi 16 dan 17 Liga 1 2019, dengan total poin 33 dan 32.

Kondisi ini memunculkan kabar, jika Manajemen Badak Lampung FC berniat untuk memulangkan Dedi Hartono dan Roni Rosadi untuk memperkuat tim berjuluk Laskar Saburai di kompetsisi Liga 2 2020.

Sosok Dedi Hartono nampak dari belakang dengan mengenakan kostum Semen Padang FC
Sosok Dedi Hartono nampak dari belakang dengan mengenakan kostum Semen Padang FC (Instagram/@dhartono10 )

Kabar itu semakin kencang. Terlebih, kontrak keduanya di Semen Padang FC telah berakhir.

Menanggapi isu tersebut, Media Officer Badak Lampung FC Imam Rizaldi mengungkapkan, pihaknya menyambut positif prihal rumor yang beredar.

Namun demikian, ia menegaskan hingga saat ini masih belum ada pembicaraan khusus antara menejemen klub dan pihak kedua pemain, apalagi masalah nilai kontrak.

“Ya, kita menyambut positif kabar itu, tapi sepertinya sejauh ini belum ada pembicaraan khusus soal akan bergabungnya Roni Rosadi dan Dedi Hartono,” tulas Imam, kepada Tribunlampung.co.di. Selasa (7/1/2020).

“Andaikan mereka berdua bisa bergabung ke Badak Lampung musim depan, tentu kita sangat senang, karena kita tahu mereka pemain yang punya kualitas mempuni,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan memulangkan sejumlah pemain lokal berkualitas merupakan salah satu komitmen klub sejak musim lalu.

Sosok Roni Rosadi
Sosok Roni Rosadi (Instagram/@ronirosadii24)

“Sebenarnya dari awal memang klub ini ingin punya pemain dari putra daerah, cuma kendalannya di musim lalu persiapan kita sangat mepet. Jadi musim lalu kita baru bisa merealisasikan satu pemain, Dalmiansyah Matutu,” terang Iman.

“Karena kita sadar jika pemain lokal pasti memiliki motivasi lebih saat membela klub tanah kelahirannya. Selain itu, pendukung maupun penonton juga pasti akan senang dan bangga, dengan adanya pemain asli Lampung yang bermain dan membela klubnya sendiri,” sambungnya.

Oleh karenannya, tidak menutup kemungkinan Roni Rosadi dan Dedi Hartono bakal berseragam Badak Lampung pada musim 2020.

“Ya, yang jelas tidak hanya mereka, bahkan pemain lokal lainnya punya kesempatan bisa bergabung dengan kita, sebab misi kita salah satunya untuk membawa pulang pemain lokal berkualitas yang di miliki Lampung,” tandas Imam. (Tribunlampung.co.id/Tama Yudha Wiguna)

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved