Breaking News:

Seleb

Pihak Rumah Sakit Beber Fakta Kematian Lina Mantan Istri Sule

Kepala Bidang Informasi dan Pemasaran RUmah Sakit Al Islam Bandung, dr. Guntur Septapati, MMRS membeberkan fakta

tangkap layar youtube Putri Delina
Ilustrasi Lina semasa hidup. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Pihak Rumah Sakit Al Islam Bandung membeberkan dua buah fakta mengenai kematian Lina, mantan istri komedian Sule.

Kepala Bidang Informasi dan Pemasaran, dr. Guntur Septapati, MMRS membeberkan fakta pertama, yakni pihaknya belum menerima data-data keluarga Lina yang mengajukan proses visum.

"Belum ada ( keluarga Lina )yang ke sini," ujar Guntur Septapati.

Menurutnya, visum itu dilakukan setelah keluarga pasien membuat laporan kepada pihak kepolisian. Lantas, polisi akan membawa barang bukti.

"Lalu bareng-bareng sama polisi ke rumah sakit," katanya.

Rizky Febian Lapor Polisi, Keluarga Lina Setuju Jika Harus ada Autopsi Jenazah Lina

Reaksi Teddy Suami Lina Sikapi Rizky Febian Lapor Polisi Terkait Kematian Mantan Istri Sule

Gisella Anastasia Blak-blakan Ditanya Kapan Menikah: Untuk Kecemplung Lagi Butuh Proses dan Rumit

Dia menuturkan secara standar pelayanan di rumah sakit, apabila ada pasien yang meninggal dunia dan penyebabnya masih diragukan, rumah sakit akan menyarankan proses autopsi.

"Jika (keluarga) merasa ragu-ragu soal (penyebab) meninggalnya (Lina), kami sarankan ke RSHS untuk dilakukan autopsi," ujarnya.

Adapun pada Sabtu (4/1/2020) pagi, Lina memang sempat dibawa ke rumah sakit.

Fakta yang kedua yakni sebelum sampai di Rumah Sakit Al Islam Bandung, Lina sudah dinyatakan meninggal.

Jadi, ibu dari Rizky Febian belum sempat mendapatkan perawatan.

"Ke IGD saat itu sekitar jam 4-an pagi. 04.15 WIB dinyatakan meninggal dunia. Ke sini sudah tak bernafas. Kami yakinkan standar rumah sakit dan lain-lain. (Pada) 4.15 pasien sudah meninggal dunia," ujar Guntur Septapati.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, pihak rumah sakit tak bisa menentukan diagnosis secara pasti mengenai penyebab kematian Lina.

Pasalnya, Lina sudah meninggal dunia sebelum sampai di rumah sakit.

Namun, berdasarkan data riwayatnya, Lina mengidap hipertensi alias tekanan darah tinggi.

"Saat itu dianggap normal, minta langsung dibawa pulang. Enggak ada mengarah dan melihat ke arah lebam-lebam," ujar Guntur Septapati.

Rizky Febian Lapor Polisi

Putra sulung Sule, Rizky Febian, melaporkan kejanggalan kemati‎an ibunya, Lina Zubaedah ke Satreskrim Polrestabes Bandung.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kabid Humas Polda Jabar Kombes Saptono Erlangga pada, Selasa (7/1/2020).

"Iya, putranya atas nama Rizky Febian melaporkan itu ke Polrestabes Bandung pada Senin (6/1/2020)," ujar Saptono Erlangga dikutip TribunJakarta.com dari TribunJabar.

"Laporannya sudah diterima oleh Polrestabes Bandung dan ditindaklanjuti," imbuhnya.

Saptono Erlangga mengatakan kejaggalan yang dimaksud Rizky Febian adalah lebam di leher dan tubuh jenazah Lina.

Ia menjelaskan hingga kini belum ada pihak yang dilaporkan Rizky Febian terkait kejanggalan kematian mantan istri Sule itu.

"Laporannya terkait kejanggalan dalam kematiannya. Seperti ada lebam di leher dan tubuhnya. Jadi belum ada pihak yang dilaporkan," ujarnya.

Rizky Febian Diperlakukan Begini Saat Mau Lihat Jenazah Lina di RS 

Komedian ternama, Sule menceritakan pengalaman kurang menyenangkan yang dialami sang putra Rizky Febian di rumah sakit.

Sule mengatakan kala itu Rizky Febian ke rumah sakit tersebut demi melihat jenazah Lina.

Mulanya Sule membeberkan perselisihan yang terjadi pasca-meninggalnya Lina, mulai dari lokasi pemakaman hingga tahlilan.

Sule mengatakan tahlilan Lina diadakan di dua lokasi.

Pasalnya suami Lina yang baru, Teddy bersikukuh mengadakan acara pengajian tersebut di Banjaran.

Hal tersebut berbeda dari ibunda Lina, yang menginginkan tahlilan sang putri di rumahnya.

"Tahlilan enggak singkorn," ucap Sule, dikutip TribunJakarta.com dari YouTube KH Infotaiment, pada Senin (6/1/2020).

"Mamanya nanya mau tahlilan dimana?"

"Katanya 'mau tahlilan di Banjaran', lah di Banjaran tempat siapa?" imbuhnya meniru ucapan Teddy.

Sule mengatakan Teddy tak mengindahkan keinginan ibunda Lina.

"Jadi silahkan kalau mama mau tahlilah, kita mah mau tahlilan di sini," kata Sule kembali meniru Teddy.

"Yaudah, padahal dia itu mertua loh kenapa enggak singkron,"

"Berarti ada apa?" imbuhnya.

Tak cuma itu, masalah lain juga timbul dari lokasi pemakaman Lina.

Sule mengatakan lokasi pemakaman sang mantan istri dipilih Teddy tanpa adanya musyawarah bersama keluarga.

"Kan gini keluarga berhak enggak menguburkan dimana saja, terutama ibu yang satu darah," ucap Sule.

"Kan harusnya dikompromikan, ini dia kekeh mau disitu,"

"Keputusan dia sendiri sepihak," imbuhnya.

Sule menjelaskan bahkan sebelum menguburkan Lina, Teddy sempat adu argumen dengan adik wanita yang pernah menikah denganya selama 20 tahun itu.

"Pengenya keluarga di Ciputra, Iki di Cimahi di tempat saya, saya sudah nyiapin tempat," ujar Sule.

"Tapi malah ramai, berantem sama adiknya, berduka kok enggak bisa dimusyawarahkan,"

"Kalau saya sudah enggak bisa," imbuhnya.

Tak berhenti sampai di situ, Sule menjelaskan pihak Teddy tak menunggu kedatangan keluarga Lina yang lain di rumah sakit.

Jenazah Lina rupanya langsung dibawa ke rumah duka.

"Dan di rumah sakit pun, dari keluarga enggak ditungguin, langsung di bawa ke rumah duka," ujar Sule.

"Kaya yang buru-buru gitu," imbuhnya.

Sule menjelaskan Rizky Febian yang sudah datang jauh-jauh dari Jakarta bahkan tak diberi kesempatan untuk melihat jenazah sang ibu di rumah sakit.

"Iki juga ketinggalan, sudah di rumah sakit sudah enggak ada di sana," ujar Sule.

Sule mengaku sangat menyangkan sikap Teddy yang demikian.

Demi menghindari konflik berkepanjangan, Sule menjelaskan keluarga Lina akhirnya mengalah mengikuti kemauan Teddy.

"Sayang sekali, kenapa mesti seperti itu?" ucap Sule.

"Akhirnya daripada ribut yaudah kita ikutin lah, kita mengalah untuk menang,"

"Kasian sama Almarhum," imbuhnya.

Diwartakan sebelum meninggal dunia, Lina sempat dilarikan ke Rumah Sakit Al Islam sekira pukul 04.00 WIB karena ada masalah pada lambungnya, pada Sabtu (4/1/2020).

Namun pada pukul 05.30 WIB, Lina dinyatakan meninggal dunia.

Jenazah Lina lantas langsung dibawa ke rumah duka, di wilayah Bandung.

(Tribun Jakarta)

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved