Nama-nama Lima Tersangka Kasus Jiwasraya yang Ditahan Kejaksaaan Agung

Kejaksaan Agung menetapkan lima orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi di PT Asuransi Jiwasraya (Persero), Selasa (14/1/2020).

Nama-nama Lima Tersangka Kasus Jiwasraya yang Ditahan Kejaksaaan Agung
ANTARA/DHEMAS REVIYANTO
Mantan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya (Persero) Hendrisman Rahim mengenakan rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di gedung Jampidsus Kejaksaan Agung, Selasa (14/1/2020). 

Dugaan kasus korupsi di Jiwasraya berawal dari ketidakmampuan perusahaan pelat merah itu membayar polis asuransi (gagal bayar) produk JS Saving Plan.

Seperti dikutip dari Kompas.com, pada Rabu (8/1) Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Agung Firman Sampurna menuturkan penyebab utama gagal bayar Jiwasraya adalah kesalahan dalam mengelola investasi di dalam perusahaan.

Kisah Saudara Kembar Terpisah 16 Tahun, Lacak Saudara Kembar via Instagram

Jiwasraya kerap menempatkan dana di saham-sama yang berkinerja buruk.

Saham-saham tersebut berisiko mengakibatkan negative spread dan menimbulkan tekanan likuiditas pada Jiwasraya yang berujung gagal bayar.

Berdasarkan catatan BPK, produk JS Saving Plan merupakan produk yang memberikan kontribusi pendapatan tertinggi sejak tahun 2015.

Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) Kejagung RI Adi Toegarisman membenarkan penetapan lima tersangka kasus dugaan korupsi Jiwasraya.

"Tadi prosesnya telah dilakukan penahanan lima orang tersangka sejak hari ini sampai 20 hari ke depan," katanya.

 Ia menyebutkan, penetapan kelima tersangka dinilai telah sesuai dengan pasal 184 ayat 1 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

Ari Lasso Sebut Penampilan Tiara Indonesian Idol Liar Bawakan Lagu Pamer Bojo Didi Kempot

"Alat buktinya kita nggak menyimpang dari KUHAP, kita mengacu KUHAP pada 184. Saksi, surat, dan sebagainya nanti kita lihat perkembangannya. Kita masih proses ke sana," jelasnya.

Adi enggan membeberkan keterlibatan dan peran dari kelima tersangka dalam kasus Jiwasraya.  Sebab, kata dia, hal itu menyangkut pokok materi perkara yang tidak bisa dibuka kepada publik.

Halaman
123
Editor: martin tobing
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved