Video Tribun Lampung

VIDEO Komunitas Jalan Inovasi Sosial (Janis)

Bagi mereka yang peduli dengan isu sosial, pasti tidak asing dengan Jalan Inovasi Sosial (Janis), komunitas sosial ternama di Lampung.

Tayang:
Penulis: Wahyu Iskandar | Editor: wakos reza gautama

TRIBUNLAMPUNGWIKI.COM, BANDAR LAMPUNG - Bagi mereka yang peduli dengan isu sosial, pasti tidak asing dengan Jalan Inovasi Sosial (Janis), komunitas sosial ternama di Lampung.

Janis adalah komunitas yang bergerak di bidang pemberdayaan desa ecowisata (community and village tourism development) dengan mengamalkan prinsip-prinsip inovasi, tepat guna, pemberdayaan masyarakat.

Visi tersebut kemudian diwujudkan secara konkret dalam bentuk desa binaan.

Cikal Bakal Janis

Janis lahir pada tanggal 20 Juli 2015 atas prakarsa Rizky Kurnia Wijaya, mahasiswa dengan latar belakang pendidikan keguruan.

Gagasan tersebut tercetus ketika ia mengikuti sebuah kegiatan di Papua bersama dengan seluruh mahasiswa se-Indonesia.

VIDEO Komunitas Jendela Lampung, Rumah Baca untuk Anak-anak

VIDEO Profil dan Sejarah Palang Merah Indonesia (PMI) Lampung

VIDEO Naura Farradiena, Duta Kopi Lampung 2018

Kala itu, seorang mahasiswa Makassar sempat bertanya padanya tentang kontribusi nyata yang telah diperbuat untuk Lampung.

Pertanyaan tersebut akhirnya membuat Rizky sadar dan bertekat untuk memberikan kontribusi nyata bagi tanah kelahirannya.

Selepas kembali ke Lampung, ia bersama dengan sepuluh orang rekannya segera membentuk Janis, komunitas yang bergerak di bidang pemberdayaan desa ecowisata (community and village tourism development) dengan mengamalkan prinsip-prinsip inovasi, tepat guna, pemberdayaan masyarakat.

Konsep tersebut dipilih karena memiliki cakupan yang luas, mulai dari pemberdayaan SDM, lingkungan, edukasi, sekaligus wisata.

Visi

Terwujudnya pembangunan Indonesia yang madani melalui inovasi.

Misi

Mendorong dan menumbuhkembangkan masyarakat yang mandiri, peduli, dan kreatif dalam pembangunan yang berkelanjutan
Mewujudkan organisasi yang solid, andal, proaktif, dan inovatif untuk mewujudkan pembangunan bangsa
Membentuk karakter pemuda pemudi yang cerdas, inovatif serta bijak dalam menghadapi tantangan zaman
Menjadi wadah untuk memfasilitasi aspirasi maupun inovasi yang tepat guna
Mengoptimalkan potensi sumber daya alam secara lestari dengan diimbangi tingkat pengetahuan yang memadai.
Struktur Organisasi

Ketua Umum: Refiansyah Tjindarbumi
Wakil Ketua Umum: Ines Sherly Zahrina
Sekretaris Umum: Gaby Chintya
Bendahara Umum: Novita Anistiya
Kepala Bidang Community Development: Indra Kusuma Jaya
Staf Pemetaan Potensi Desa 1: Ikhwan Eka Pambudhi
Staf Pemetaan Potensi Desa 2: Bayu Adnan
Staf Pendampingan Desa: Nur Rohman Arifin
Kepala Bidang Hubungan Internal: Riyan Gahasa
Staf Upgrading: I Wayan Sulpai
Staf Recruitment, Internship, dan Daily Volunteer Engagement: Benny Rachmansyah
Staf Internal Engagement dan Kesekretariatan: Ekasyari Yulianita
Staf Pengkajian (CEO Insight): S. Bherliana Maharani S.
Kepala Bidang Hubungan Eksternal: Rizkia Meutia Putri
Staf Kunjungan, Studi Banding, dan Kolaborasi Kelembagaan: Asta Yuliantara
Staf Penggalangan Dana dan Project Insidental: Istiqomah Solehatunnisa
Staf Program Marketing: Dandy Harjunaseta H. Saputro
Kepala Bidang Media: Apriska Parancana Putri
Graphic Designer: Intern
Photo dan Video Editor: Ari Andila
Content Writer 1: Adhiguna Panji Laksamana
Content Writer 2: Putri Nur Azizah
Web Developer: Intern
CEO Badan Usaha Milik Janis (TraVolunteer): Indra Kusuma Jaya
CEO Badan Usaha Milik Janis (Janis Market): Nur Rohman Arifin
Ketua Dewan Pembina Organisasi: Rizky Kurnia Wijaya
Dewan Pembina Organisasi Bidang Community Development : Dedi Febriandi
Dewan Pembina Organisasi Bidang Hubungan Internal dan Eksternal: Kevin Aditya Pratama
Dewan Pembina Organisasi Bidang Khusus Pengkajian: Destoprani Brajannoto
Dewan Pembina Organisasi Bidang Media: Gilang J. Pratama
Dewan Pembina Organisasi Bidang Kesekretariatan dan Kebendaharaan: Debby Agsari
Dewan Pembina Organisasi Bidang Bumjan: Pramadhan Muhammad Rais.

Tiga Desa Binaan

Bergerak di bidang community development, Janis memiliki sedikitnya tiga desa binaan di Lampung.

Desa-desa tersebut dipilih berdasarkan potensi wisata yang ada dan rekomendasi pihak yang paham tentang daerah tersebut.

"Konsep community development memang harus ada pihak penghubung yang tahu daerah sana, jadi nggak tiba-tiba ke sana dan bikin proyek, buat meminimalisir penolakan dari masyarakat," papar Ketua Umum Janis Refiansyah Tjindarbumi (25) di sekretariat Janis, 30 Desember 2019.

Daerah-daerah tersebut kemudian disurvei dan dipetakan untuk diketahui potensi wisata dan kebutuhan masyarakatnya.

Desa binaan pertama Janis dilaksanakan di desa Kunjir, Lampung Selatan.

"Waktu itu masih sederhana sih, tapi dicoba buat numbuhin rasa peduli sosial dengan proyek pertama ecobreak," kata Refi.

Proyek tersebut dilakukan dengan cara mengumpulkan sampah-sampah yang kemudian disusun menjadi tugu siger di pinggir jalan.

"Kunjir dulu cuma tempat lalu lalang biasa, semenjak ada tugu ini orang berhenti trus foto-foto, jadi mulai rame," ujarnya.

Lokasi tugu yang berdekatan dengan bibir pantai membuatnya sempat direstorasi akibat terkikis oleh hantaman ombak.

Beberapa waktu berselang, Janis akhirnya memutuskan untuk membangunnya secara permanen menggunakan semen.

Dana yang digunakan komunitas terkenal di Lampung ini dihimpun dalam proyek atau campaign tertentu, di antaranya gratitude.

"Konsepnya, uang dari masyarakat akan kita salurkan lagi ke masyarakat. Kita jualin baju ke mereka, nanti uangnya buat jalanin proyek di sana." jelasnya.

Berlanjut ke tahun 2016, Janis membuat proyek di Pulau Sebesi.

Kala itu, listrik masih belum masuk di pulau berpenduduk sekitar 3 ribu orang tersebut.

Akhirnya, Janis bekerjasama dengan ITERA membangun solar panel di salah satu musola.

"Dayanya kecil, cuma bisa ngidupin lampu sama azan doang, tapi itu jadi azan pertama di Pulau Sebesi," ujarnya.

Tak hanya solar panel, Janis juga berkolaborasi dengan beberapa dosen untuk membuat kakus di musala tersebut.

"Tipikal tanah di sana tuh vulkanis, jadi kalau digali kayak ambles gitu, jadi kita buat tempat MCK yang menyesuaikan kondisi itu dan nggak mencemari lingkungan," jelasnya.

Pembangunan kakus dua pintu tersebut didanai oleh konser amal bertajuk Mahajana.

"Konsernya bentuknya patungan, jadi sama-sama ngasih sesuatu (penampilan) di sana dan menumbuhkan kesadaran sosial," kata Refi.

Sayangnya, kesadaran masyarakat soal sanitasi di Pulau Sebesi masih tergolong rendah.

Masih banyak warga yang memilih buang air di bibir pantai, kebun dan tempat terbuka lainnya.

Refi mengatakan bahkan kondisi kakus yang dibangun beberapa tahun silam tersebut berada dalam kondisi rusak akibat pemakaian yang kurang baik.

"Mampet dan pipanya pecah, salah desain juga sih waktu itu, pipanya di luar jadi bisa keinjek," ungkapnya.

Membangun sebuah masyarakat ke arah yang lebih baik ia akui memang tidak bisa sesederhana itu.

Selain pembangunan dalam bentuk fisik, dibutuhkan pula penempaan mindset masyarakat dan pemeliharaan program secara berkelanjutan (sustainable).

Karena itu, di proyek selanjutnya yakni Pagar Jaya, Pesawaran, Lampung, akan dilaksanakan program berkelanjutan tersebut.

"Sekarang kita udah lebih ngerti, kalo ternyata untuk jalanin community development butuh waktu lama, lima bahkan sepuluh tahun, jadi sekarang kita bina terus," jelasnya.

Pagar Jaya pada mulanya dikenalkan oleh kumpulan dosen yang tergabung dalam wadah Edelweiss.

Mereka mengatakan tempat tersebut memiliki potensi wisata yang indah, melebihi keindahan Pahawang.

"Kita adain survei ke sana dan ternyata bener bagus banget, jadi kita lakuin pemetaan potensi wisata di sana," kata dia.

Beberapa waktu lalu pada 13-15 Desember 2019 Janis mengadakan Festival Pagar Jaya Waway dengan harapan dapat dikenal oleh banyak orang dan bermanfaat bagi masyarakat setempat.

"Rangkaian acaranya ada Cakap Waway (Cawa) satu, dua dan tiga, trus ada Visit Pagar Jaya satu sampe tiga juga, jadi banyak projectnya," paparnya.

Refi menjelaskan, di awal tahun 2020 ini akan digiatkan campaign sumur bor di RT Kucing Riang Pagar Jaya.

Di sana, debit airnya sulit padahal menjadi pusat kegiatan masyarakat karena ada sekolah dasar dan lapangan.

Untuk menentukan lokasi sumur yang tepat, Janis bekerjasama dengan dosen geofisika Universitas Lampung.

"Kita selama ini nggak lepas dari para dosen, akademisi yang punya pengetahuan di bidangnya," katanya.

Selain sumur bor, akan dibangun pula kamar bilas dan restorasi musala.

Dobrakan-dobrakan Janis tersebut dilakukan untuk memberikan stimulus kepada pemerintah beserta Non Govermental Organization (NGO) yang notabene memiliki pendanaan lebih banyak untuk lebih peduli terhadap kebutuhan masyarakat.

Janisian

Janisian atau anggota Janis saat ini mencapai sekitar 100 orang.

Karena berbasis relawan atau volunteer, jumlah tersebut sifatnya fluktuatif dan tidak selalu aktif di setiap project.

"Kita open recruitment tiap empat bulan sekali, biar proyeknya jalan dan disesuaikan sama kebutuhan di desa," ujar Refi.

Bagi yang ingin menjadi bagian dari Janis, mereka diwajibkan mengisi form online dan seleksi terlebih dahulu.

Tidak ada persyaratan pendidikan atau hal khusus, yang penting yang bersangkutan bersungguh-sungguh dan berusia kurang dari 23 tahun.

"Soalnya diumur segitu masih banyak waktunya dan bisa fokus buat volunteer-an," tutupnya.

(Tribunlampungwiki.com/Kiki Novilia)

Videografer Tribunlampung.co.id/Wahyu Iskandar

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved