Seleb

Sindiran Pengacara untuk Ashanty yang Mangkir Sidang Gugatan Wanprestasi

Martin Pratiwi menggugat penyanyi Ashanty sebesar Rp 14,3 miliar karena dugaan wanprestasi.

Sindiran Pengacara untuk Ashanty yang Mangkir Sidang Gugatan Wanprestasi
KOMPAS.com/DIAN REINIS KUMAMPUNG
Penyanyi Ashanty 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Ashanty tidak datang dalam sidang lanjutan gugatan wanprestasi Martin Pratiwi.

Martin Pratiwi menggugat penyanyi Ashanty sebesar Rp 14,3 miliar karena dugaan wanprestasi.

Pada sidang lanjutan yang digelar Selasa (14/1/2020), Hakim Dian Anggraini mengharapkan kedua belah pihak untuk tetap melakukan mediasi atau dialog agar permasalahan diselesaikan secara damai.

Kuasa hukum Martin Pratiwi, Udhin Wibowo mengatakan, pihaknya sejak awal sudah beritikad baik dengan menghadiri mediasi.

"Bahkan, prinsipal penggugat juga hadir setiap kali ada jadwal mediasi. Kemudian dari pihak tergugat (Ashanty) sama sekali tidak hadir," kata Udhin seperti dilansir dari Antara di Pengadilan Negeri Purwokerto, Jawa Tengah, Selasa.

Ashanty Ungkap Sosok Artis Selingkuhannya, Anang sampai Kesal: Masalahnya Itu Ada Niatan

Artis Ashanty Bawa Sayuran Pahit Saat Liburan Akhir Tahun ke Jepang, Alasannya Kangen

Rizky Febian Divonis Dokter Hanya Bertahan Hidup 6 Bulan, Begini Perjuangan Sule untuk Anaknya

Unggah Foto Luna Maya di Instagram, Ryochin Tuliskan Kata-kata Ini

Padahal, kata dia, berdasarkan Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2016, tergugat wajib hadir dalam mediasi apabila tidak ada halangan tetap.

"Kalau kita lihat kemarin di pemberitaan-pemberitaan, ketidakhadirannya (Ashanty), katanya karena sakit. Cuma di beberapa pemberitaan lain juga kita lihat pada waktu sidang mediasi, beliau sedang liburan, jalan-jalan ke mana. Kami tidak melihat itikad baik dari tergugat, maka kami lanjutkan proses ini sesuai dengan prosedur saja," ujar Udhin.

Selanjutnya, hakim memutuskan sidang ditutup dan dilanjutkan pada Senin (20/1/2020) dengan agenda penandatanganan jadwal sidang secara elektronik.

Udhin mengatakan, pihak tergugat sudah menyepakati melakukan persidangan secara elektronik (e-court).

"Kami sudah sepakat untuk melakukan sidang secara e-court. Ini sesuai dengan prinsip persidangan sederhana, cepat, dan murah," kata Udhin.

Halaman
12
Editor: wakos reza gautama
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved