Tribun Lampung Tengah

Bobol Rumah di Terusan Nunyai, 2 Pelaku Diringkus Polisi

Dua pelaku pembobolan rumah warga di Kampung Gunung Batin, Kecamatan Terusan Nunyai, Lampung Tengah diringkus polisi, Rabu (15/1/2020).

Bobol Rumah di Terusan Nunyai, 2 Pelaku Diringkus Polisi
TribunBatam
Ilustrasi - Dua pelaku pembobolan rumah warga di Kampung Gunung Batin, Kecamatan Terusan Nunyai, Lampung Tengah diringkus polisi, Rabu (15/1/2020). Mereka menggasak sejumlah barang di rumah Febri (27), warga Kampung Gunung Batin Udik, termasuk sepeda motor. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TERUSAN NUNYAI - Dua pelaku pembobolan rumah warga di Kampung Gunung Batin, Kecamatan Terusan Nunyai, Lampung Tengah diringkus polisi, Rabu (15/1/2020).

Pelaku diketahui bernama Agus Al Ma'arif (20) dan Sabirin (32).

Mereka menggasak sejumlah barang di rumah Febri (27), warga Kampung Gunung Batin Udik, termasuk sepeda motor.

Kapolsek Terusan Nunyai Iptu Edi Suhendra mengatakan, kedua pelaku diamankan di kediamannya masing-masing di Kampung Gunung Batin Udik.

"Setelah mendapatkan laporan korban, kita langsung melakukan penyelidikan. Pelakunya mengarah kepada keduanya, yakni Agus dan Sabirin," terang Iptu Edi Suhendra, Kamis (16/1/2020).

Polisi Selidiki Kasus Pembobolan Kantor Jasa Arie Tour dan Travel

Ikut Rapat, Motor Guru di Kotabumi Raib Digondol Pencuri

Bawa Senpi dan Kunci T, Dua Pria Ini Diduga Baru Saja Beraksi

Motor dan Mobil Adu Kambing di Panaragan Jaya Tubaba, Satu Korban Tewas

Agus Al Ma'ruf dan Sabirin diamankan di Mapolsek Terusan Nunyai.
Agus Al Ma'ruf dan Sabirin diamankan di Mapolsek Terusan Nunyai. (Dok Polsek Terusan Nunyai)

Barang bukti hasil curian disembunyikan di rumah pelaku Agus.

"Barang-barang yang diamankan dari hasil pencurian keduanya yakni satu unit sepeda motor, satu unit kipas tornado, dua unit speaker aktif, dan satu tabung gas ukuran 3 kilogram," bebernya.

Keduanya lalu digelandang ke Mapolsek Terusan Nunyai guna penyidikan lebih lanjut.

Agus dan Sabirin dikenakan Pasal 363 KUHP dengan ancaman 9 tahun penjara.

Korban Febri menjelaskan, kemungkinan kedua pelaku masuk ke rumahnya pada dini hari.

"Saat saya bangun pagi sekitar pukul 06.00 WIB, tiba-tiba sepeda motor sudah tidak ada. Saya cek barang-barang lain, ternyata speaker, kipas angin dan tabung gas juga hilang," kata Febri kepada penyidik Polsek Terusan Nunyai.

Sementara itu, Agus mengaku bersama Sabirin masuk dengan cara mencongkel jendela rumah bagian depan rumah korban dengan menggunakan besi sekitar pukul 03.00 WIB.

"Kami pantau dulu, lalu jendela kami congkel dengan besi. Setelah terbuka, lalu kami masuk ke dalam rumah, dan melihat ada motor terparkir dan kuncinya masih menggantung di kontak," kata Agus.

Sabirin mengaku sebagian barang curian telah dijual.

"Rencananya barang-barang mau dijual semua. Nanti uanganya kami bagi dua. Yang sudah dijual kipas dan tabung gas. Kami pakai buat beli rokok saja," katanya. (Tribunlampung.co.id/Syamsir Alam)

Penulis: syamsiralam
Editor: Daniel Tri Hardanto
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved