Ibu Kandung Jadikan Bayinya Jaminan Utang, Berita Bohong Viral Bayi Diculik Akhirnya Terungkap

Seorang ibu kandung jadikan bayinya sebagai jaminan utang kepada seorang rentenir. Ia mengaku bahwa sang bayi diculik.

Surya.co.id/Galih Lintartika
Eka Septiana (ES) selaku ibu dari bayi itu ditahan polisi karena membuat laporan palsu dan berita bohong hingga viral di media sosial. Ibu Kandung Jadikan Bayinya Jaminan Utang, Berita Bohong Viral Bayi Diculik Akhirnya Terungkap. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Seorang ibu kandung jadikan bayinya sebagai jaminan utang kepada seorang rentenir di Pasuruan, Jawa Timur.

Kasus tersebut terungkap setelah awalnya, sang ibu membuat laporan palsu ke polisi.

Ia mengaku bahwa sang bayi diculik.

Selanjutnya, berita bohong tersebut menyebar hingga viral di media sosial.

Akibat laporan palsu dan berita bohong tersebut, sang ibu bernama Eka Septiana, kini harus mendekam di tahanan.

Jadi Jaminan Utang Lintah Darat, Mahasiswi Harus Berikan Foto Selfie Pose Syur

Astaga, Siswa SD Dijadikan Jaminan Utang Lalu Dinikahi Pria 51 Tahun

Ayah dan Anak Berebut Janda Muda Berujung Maut, Ibu 3 Anak Tewas Ditikam Pacar

Beredar Foto Kapolri Jenderal Idham Azis Berada di Meja Makan, Kakinya Jadi Sorotan

Berikut, fakta kasus ibu kandung jadikan bayinya sebagai jaminan utang, sebagaimana dirangkum dari Surya.co.id (grup Tribunlampung.co.id).

1. Kabar bayi diculik viral

KMN, seorang bayi berusia dua bulan dikabarkan diculik pada Rabu (15/1/2020) siang.

Kabar bayi diculik tersebut kemudian beredar dan viral di sejumlah grup sosial media.

Informasi yang didapatkan SURYA.co.id (grup Tribunlampung.co.id), KMN diculik orang tak dikenal di Pasuruan, Jawa Timur.

2. Cerita penculikan yang beredar

Disebutkan, sang bayi diculik saat berada di pelukan ibunya, Eka Septiana.

Ceritanya, Eka Septiana dan korban, yang lahir pada 7 November 2019, baru saja pulang dari RSUD Bangil.

Mereka berencana pulang ke rumah di Kelurahan Jogosari, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan.

Keduanya berdiri di Pasar Bangil dan menunggu angkutan ke arah Pandaan.

Tak lama, Eka Septiana dihampiri mobil warna hitam.

Dugaan sementara, mobil minibus dikira elf oleh orangtua korban.

Tanpa pikir panjang, Eka pun lantas menaiki mobil itu.

Eka Septiana saat ditemui Surya.co.id di ruang penyidikan Polres Pasuruan, Jumat (17/1/2020).
Eka Septiana saat ditemui Surya.co.id di ruang penyidikan Polres Pasuruan, Jumat (17/1/2020). (Galih Lintartika/Surya)

Namun, mobil yang tidak diketahui nopolnya itu berbelok ke arah pintu masuk tol Bangil.

Hal itu jauh dari perkiraan orangtua korban.

Sebab, mereka mau pulang ke Pandaan.

Orangtua korban dipaksa menyerahkan anaknya ini ke orang yang tak dikenal.

Disebutkan, pelaku berjumlah dua orang.

Dalam cerita yang viral di media sosial Eka ini seperti dihipnotis.

Ia tak sadar dan dengan mudahnya menyerahkan buah hatinya ini.

Setelah itu, Eka ditinggal di pintu masuk Tol Bangil.

Sedangkan, dua orang yang diduga pelaku penculikan ini kabur dan masuk ke dalam Tol Bangil.

3. Ditangani polisi

Kasus tersebut segera ditangani Polres Pasuruan, Jawa Timur.

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Pasuruan, Ipda Sunarti mengatakan, kasus dugaan penculikan ini baru dilaporkan ke polisi pagi hari tadi.

"Iya memang benar dan ini sedang dalam penyelidikan kami. Pagi tadi baru saja dilaporkan kejadiannya ke kami, ini anggota sudah bergerak di lapangan," katanya.

Terpisah, SURYA.co.id sempat menghubungi nomor orangtua korban yakni Eka

Sempat direspons, namun tidak lama, sambungan telepon diputus oleh Eka.

4. Jadi jaminan utang

Kisah yang beredar di media sosial tersebut berita bohong.

Eka Septiana pun mengakui bahwa dirinya yang pertama kali menyebar berita bohong tersebut.

Kepada polisi, Eka Septiana mengaku, anaknya dibawa oleh temannya berinisial MH, bukan diculik.

5. Kronologi kasus

Kepada reporter Surya.co.id (grup Tribunlampung.co.id), Eka Septiana menceritakan kronologi bayinya dijadikan jaminan utang hingga ia menyebar berita bohong.

Ditemui reporter Surya.co.id, Jumat (17/1/2020) pagi, Eka Septiana tampak sedih.

Ia tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya.

 

Sesekali, air matanya pun membasahi pipi.

Eka mengaku sebenarnya tidak berniat membuat laporan palsu dan berita bohong.

Ia hanya kebingungan saat menjawab pertanyaan dari keluarga dan suaminya terkait keberadaan anaknya.

"Bingung dan gugup menjawabnya. Akhirnya, saya jawab saja diculik orang," kata Eka Septiana, saat ditemui di ruang penyidikan.

Eka mengaku tidak kepikiran ucapannya itu ternyata akan membuat gaduh.

Bahkan, membuat orang tuanya dan suaminya memaksanya untuk melapor ke polisi.

"Saya juga bingung, cuma dibawa ke Polres untuk laporan saja."

"Sebenarnya saya tidak ingin laporan. Saya juga bingung harus menjawab apa," jelasnya.

Dia menyebut, sebelumnya, saat ditanya orangtuanya dan suaminya, ia memang menjawab sang bayi diculik.

Kata dia, itu dilakukan karena takut dimarahi jika jujur anaknya dibawa sama temannya.

Menurut Eka, anaknya memang dibawa temannya MH.

Kata dia, MH adalah orang yang meminjaminya uang Rp 1 juta.

Ia mengaku meminjam uang MH satu bulan lalu.

Eka berjanji mengembalikan uang tersebut satu bulan berikutnya.

"Saya pinjam uang untuk bayar utang. Jadi, sebelum saya pinjam uang ke MH, saya sudah punya utang."

"Nah, sekarang waktunya membayar, saya bingung tidak punya uang. Seharusnya, saya harus bayar Rp 2 juta karena ada bunga," jelasnya.

6. Dapat tawaran

Ia mengaku, MH sudah mengetahui kondisinya.

MH meminta agar dirinya menyerahkan anaknya.

MH beralasan hal itu untuk pancingan.

Sebab, MH belum dikaruniai anak meski sudah menikah sama istrinya bertahun-tahun.

"Dia (MH), bilangnya kalau saya tidak punya uang Rp 2 juta, sini anakmu saya rawat saja tidak apa-apa."

"Nanti kamu ambil kalau kamu sudah punya uang."

"Begitu kata MH kepada saya, karena kepepet, akhirnya saya memilih opsi itu," terangnya.

7. Tak tega

Sebenarnya, secara pribadi, Eka mengaku tidak tega.

Ia tidak kuasa melihat anaknya jika dirawat orang lain, sekalipun MH.

Namun, ia mencoba untuk legowo karena memang belum punya uang.

"Saya juga melihat MH, serius dan ikhlas merawat anak saya."

"Makanya saya kuat-kuatkan. Cuma memang saya bilang ke MH kalau saya tidak akan lama dan akan segera mengambil anak saya," jelasnya.

Ia mengaku sangat menyesal, dan meminta maaf kepada semua pihak.

Ia mengaku tidak berniat untuk menyebarkan berita hoaks.

Dan saya pastikan, tidak ada kabar penculikan.

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Ibu Pelapor Bayinya Diculik Viral di Medsos, Untuk Jaminan Utang hingga Ditahan Polisi.

Berkata sang bayi diculikSeorang ibu kandung ternyata jadikan bayinya sebagai jaminan utang kepada seorang rentenir di Pasuruan, Jawa Timur.

Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved