Tanya Dokter
Apa Itu Hipertermia, Kenali Gejala, Penyebab dan Cara Obati Hipertermia
Dokter Praktik Umum di Bandar Lampung Asih Hendrastuti mengatakan Hipertermia merupkana suatu kondisi dimana suhu tubuh meningkat drastis
Penulis: Resky Mertarega S | Editor: Heribertus Sulis
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID – Hipertermia adalah suatu kondisi dimana suhu tubuh meningkat drastis dari suhu normal. Setelah mengetahui apa itu Hipertermia, bagaimana cara obati Hipertermia?
Dokter Praktik Umum di Bandar Lampung Asih Hendrastuti mengatakan Hipertermia merupkana suatu kondisi dimana suhu tubuh meningkat drastis dari suhu normal.
“Hipertermia bisa disebabkan akibat cuaca yang terik, ketika suhu ruangan tinggi dan terseraplah energi panas suhu tubuh apalagi orang tersebut kurang minum,” kata dr.Asih Hendrastuti, (Rabu,15/1/2020)
Apa saja gejala Hipertermia?
“Gejala Hipertermia ditandai oleh suhu tubuh yang tinggi, biasanya melampaui 40 derajat Celcius, disertai dengan gejala seperti gangguan koordinasi tubuh.” kata dr.Asih Hendrastuti
Tubuh akan sulit berkeringat, denyut jantung yang lemah dan cepat, kram otot, kejang-kejang, kulit memerah, mudah marah, merasa bingung, atau bahkan koma.
Apa penyebab Hipertermia?
Hipertermia biasanya terjadi akibat paparan suhu panas yang berlebihan dari luar tubuh, dan kegagalan sistem regulasi suhu tubuh untuk mendinginkan tubuh.
Berikut adalah jenis-jenis hipertermia, mulai dari yang ringan hingga berat:
• Apa Itu Bronkitis, Jenis Penyakit Bronkitis, Kenali Gejala, Penyebab, dan Cara Obati Bronkitis
1. Heat stress.
Tubuh kita menyerap panas yang dihasilkan dari lingkungan dengan cara meningkatkan aliran darah menuju ke permukaan kulit dan kelenjar keringat untuk menghasilkan keringat.
Heat stress ditandai dengan sejumlah gejala berupa badan lemas, haus, pusing, sakit kepala, dan mual.
2. Heat fatigue.
Heat fatigue bisa menimbulkan ketidaknyamanan fisik dan stress. Kondisi ini biasanya timbul akibat seseorang terlalu lama berada di tempat panas.
Gejala heat fatigue bisa berupa kelelahan, haus, kepanasan, kehilangan koordinasi gerak tubuh, serta sulit berkonsentrasi.
3. Heat syncope.
Heat syncope adalah keadaan pingsan (sinkop) atau pusing yang disebabkan terlalu lama berdiri ataupun berdiri secara tiba-tiba dari posisi berbaring atau duduk.
Faktor risiko yang memicu heat syncope adalah ketidakmampuan tubuh menyesuaikan dengan iklim (aklimatisasi) dan dehidrasi.
• Cara Obati Kutu Kemaluan, Kenali Penyakit Kelamin Apa Itu Kutu Kemaluan serta Gejala dan Penyebabnya
4. Heat cramps.
Heat cramps adalah kondisi kram otot yang menyakitkan. Kondisi ini biasanya terjadi akibat seseorang berolahraga atau bekerja di lingkungan yang panas selama beberapa jam.
Kram otot biasanya menyerang bagian otot yang aktif digunakan dalam melakukan pekerjaan berat seperti pundak, paha, dan betis.
5. Heat edema.
Duduk atau berdiri terlalu lama di tempat panas dapat menyebabkan heat edema.
Kondisi ini ditandai dengan pembengkakan pada tangan, pergelangan kaki, dan kaki akibat penumpukan cairan.
6. Heat rash. Kondisi ini seringkali menyerang bayi.
Selain itu, beberapa orang dewasa juga dapat mengalaminya karena cuaca lembap.
Heat rash ditandai dengan ruam berwarna merah atau merah muda yang ditemui pada area tubuh yang tertutup pakaian.
Heat rash muncul karena saluran keringat tersumbat dan bengkak, yang mengakibatkan gatal serta rasa tidak nyaman.
• Apa Itu Asam Lambung, Penyakit yang Diduga Merenggut Nyawa Lina Mantan Istri Sule?
7. Heat exhaustion.
Kondisi ini terjadi akibat kombinasi paparan suhu tinggi dengan kegiatan fisik yang berat dan tingkat kelembapan yang tinggi.
Gejala heat exhaustion ditandai dengan denyut nadi yang cepat dan keringat berlebih.
Bagaimana cara obati Hipertermia?
Hipertermia bisa berkembang menjadi kondisi yang mematikan jika tidak ditangani dengan baik.
Beberapa tindakan yang bisa dilakukan untuk menangani hipertermia menurut dr.Asih Hendrastuti adalah:
1. Mendinginkan suhu tubuh.
Dinginkan suhu tubuh dengan berpindah dari tempat yang panas ke lokasi yang teduh.
Salah satu cara lain yang efektif untuk mendinginkan tubuh adalah dengan mandi air dingin.
2. Rehidrasi.
Minum air putih atau minuman dengan elektrolit, untuk menggantikan cairan yang hilang dan mengatasi dehidrasi.
3. Cek suhu tubuh.
Lakukan pengecekan suhu tubuh sebelum dan sesudah melakukan tindakan pendinginan badan.
• Penyebab Usus Buntu, Faktor Risiko dan Gejala Penyakit Usus Buntu
4. Menemui dokter. Bila kondisi tidak kunjung membaik, segera bawa penderita hipertermia ke unit darurat rumah sakit.
Demikian, penjelasan apa itu Hipertermia secara cara obati Hipertermia, termasuk penyebab Hipertermia dan jenis Hipertermia. (tribunlampung.co.id/resky mertarega saputri)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/ilustrasi-olahraga-lari_20150424_161920.jpg)