Tanya Dokter
Apa Itu Kanker Lambung, Gejala, Penyebab, Pengobatan dan Pencegahan Kanker Lambung
Kanker lambung adalah salah satu jenis tumor ganar yang bersarang di dalam tubuh manusia tepatnya di lambung.
Penulis: Tama Yudha Wiguna | Editor: wakos reza gautama
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID BANDAR LAMPUNG – Kanker lambung adalah salah satu jenis tumor ganas yang bersarang di dalam tubuh manusia tepatnya di lambung.
Maka dari itu, kanker lambung akan mengganggu pencernaan makanan.
Setelah mengenal apa itu kanker lambung, lalu bagaimana mencegah kanker lambung?
dr Ahmad Farishal mengutarakan, kasus penderita penyakit kanker lambung cukup jarang, pasalnya penyakit ini terbilang langka.
Kanker lambung terjadi disebabkan karena adanya luka pada bagian lambung yang berulang.
“Akibatnya sel-sel yang ada di lambung itu berubah, dari yang jinak manjadi ganas,” papar Farishal, kepada Tribunlampung.co.id, Rabu (15/1/2020).
Bahkan, kanker lambung bisa dipicu akibat adanya infeksi pada lambung akibat helicobacter pylori, kendati penyakit ini baru dapat di diagnosa dengan pemeriksaan endoskopi dan ct scan.
“Penderita penyakit maag krosni dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan endoskopi, apalagi telah terjadinya muntah darah dan rasa nyeri yang sangat hebat,” tukasnya.
Diketahui, kanker lambung terbagi ke beberapa jenis, yang umumnya antara lain seperti:
1. Adenocarcinoma
Ini adalah kanker lambung yang menyerang sel-sel mukosa, yaitu pelapis bagian dalam lambung.
2. Carcinoid tumor
Ini adalah kanker lambung yang menyerang sel-sel penghasil hormon pada lambung.
3. Gastrointestinal Stromal Tumor (GIST)
Ini adalah kanker lambung yang menyerang jaringan ikat atau otot-otot dinding perut.
4. Limfoma lambung
Ini adalah kanker lambung yang menyerang sel-sel imun yang dapat ditemukan pada dinding lambung.
5. Squamous cell carcinoma, small cell carcinoma, dan leiomyosarcoma.
Mereka adalah jenis-jenis kanker lambung yang lebih jarang ditemukan.
Apa gejala kanker lambung?
Terdapat beberapa gejala yang ditampakan oleh kanker lambung, seperti:
1. Kembung dan sering bersendawa.
2. Anemia atau kekurangan sel darah merah.
3. Cepat merasa kenyang saat makan.
4. Gangguan pencernaan yang sering kumat.
5. Kehilangan nafsu makan.
6. Merasa kelelahan.
7. Mual dan muntah, hingga muntah darah.
8. Nyeri pada tulang dada.
9. Pembengkakan pada perut karena penumpukan cairan.
10. Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
11. Perut terasa mulas atau nyeri.
12. Kesulitan menelan makanan.
13. Tinja berwarna hitam atau terdapat darah pada tinja.
14. Kekuningan pada kulit atau bagian putih mata.
Apa penyebab dan faktor risiko kanker lambung?
Kanker lambung muncul dikarenakan adanya sel-sel tertentu pada lambung yang berkembangan secara abnormal.
Kendati sayangnya, hingga saat ini penyebab perkembangan abnormal tersebut belum diketahui secara pasti.
Namun demikian, ada sejumlah beberapa faktor risiko yang dikira mampu memicu tumbuhnya kanker lambung, seperti:
1. Berusia di atas 55 tahun.
2. Jenis kelamin laki-laki.
3. Golongan darah A.
4. Infeksi bakteri H. Pylori.
5. Kebiasaan merokok.
6. Pengidap tukak lambung, anemia pernisiosa, atau polip lambung.
7. Pola makan tinggi garam, acar, processed food, daging merah, namun rendah serat.
8. Riwayat keluarga yang mengidap kanker lambung.
9. Riwayat pernah menjalani operasi pada lambung.
10. Pengidap kanker limfoma, kanker sel darah putih, kanker esofagus, kanker usus, kanker prostat, kanker serviks, dan kanker paru-paru.
Bagaimana pencegahan kanker lambung?
Sejumlah usaha pun dapat dilakukan agar tetap terhindar dari kanker lambung, seperti:
1. Menghindari merokok.
2. Menerapkan pola makan sehat, dengan mengonsumsi makanan segar yang kaya serat dan vitamin.
3. Menghindari makanan asin dan olahan.
4. Menjaga berat badan ideal.
5. Menggunakan aspirin atau obat-obatan antiinflamasi non-steroid dalam pengawasan dokter.
Bagaimana pengobatan kanker lambung?
Pengobatan kanker lambung dapat ditempuh sesuai dengan ukuran, lokasi dan jenis kanker tersebut.
Namun, adapun langkah pengobatan kanker lambung yang kerap kali ditempuh seperti:
1. Pembedahan
2. Kemoterapi
3. Radioterapi
4. Imunoterapi. (tribunlampung.co.id/tama yudha wiguna)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/apa-itu-infeksi-telinga-gejala-penyebab-pengobatan-dan-pencegahan-infeksi-telinga.jpg)