ILC TV One Selasa Malam Bahas Corona Guncang Dunia, Amankah Indonesia?
ILC TV One Selasa 4 Februari 2020 pukul 20.00 WIB bakal membahas tema Corona Mengguncang Dunia, Amankah Indonesia?
Penulis: taryono | Editor: taryono
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - ILC TV One Selasa 4 Februari 2020 pukul 20.00 WIB bakal membahas tema Corona Mengguncang Dunia, Amankah Indonesia?
Demikian diinfokan host ILC TV One Karni Ilyas via akun Twitternya, Senin 3 Februari 2020.
Diketahui, korban meninggal akibat virus corona mencapai 304 orang, Senin (3/2).
Hingga Jumat (31/1/2020) siang, setidaknya 21 negara telah mengonfirmasi penemuan kasus virus 2019-nCoV di wilayahnya.
Untuk mengantipasi masuknya virus corona dari Kota Wuhan China ke Indonesia, pemerintah menyetop sementara penerbangan sementara ke Tiongkok mulai 5 Februari 2020 mendatang.
• Pasien Corona asal AS Membaik setelah Minum Obat Ini
• Menkes Diminta Tidur di Natuna untuk Buktikan Tak Ada Corona
• ILC TV One Selasa Malam Bahas Harun Masiku, Lenyap Ditelan Angin
Menteri Luar Negeri (Menlu), Retno Marsudi, menyampaikan bahwa penerbangan langsung dari dan ke mainland Republik Rakyat Tiongkok (RRT) ditunda untuk sementara, mulai hari Rabu 5 Februari Pukul 00.00 WIB.
“Semua pendatang yang tiba dari mainland Cina dan sudah berada di sana selama 14 hari untuk sementara tidak diizinkan untuk masuk dan melakukan transit di Indonesia,” ujar Retno saat memberikan keterangan pers kepada wartawan di Bandara Halim Perdanakusuma.
Dalam kesempatan tersebut, Retno juga menyampaikan bahwa kebijakan pemberian fasilitas bebas visa kunjungan dan visa on arrival untuk warga negara RRT yang bertempat tinggal di mainland Tiongkok untuk sementara dihentikan.
“Pemerintah meminta warga negara Indonesia untuk sementara tidak melakukan perjalanan ke mainland China,” kata Retno.
Hal tersebut juga disampaikan Jokowi dalam akun Twitter resmi miliknya bahwa Indonesia memutuskan untuk menunda seluruh penerbangan langsung dari dan ke Republik Rakyat Tiongkok mulai Rabu, 5 Februari 2020 pukul 00.00 WIB.
“Kedua, semua pendatang yang tiba dari daratan RRT dan sudah berada di sana 14 hari, untuk sementara tidak diizinkan masuk dan transit di Indoensia," tulisnya.
Selain itu, pemerintah telah memperketat pemeriksaan kesehatan di bandara maupun pelabuhan.
Berikutnya, pemerintah telah menyiapkan 100 rumah sakit rujukan di 32 provinsi yang mampu menangani pasien jika memang ada yang terkonfirmasi terjangkit virus corona.
Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso di Jakarta Utara merupakan satu dari tiga rumah sakit rujukan yang ada di Jakarta.
Rumah sakit ini telah menyiapkan 50 ruangan sebagai langkah antisipasi.
Tahapan sterilisasi
Pesawat Airbus 330-300CEO milik maskapai Batik Air yang digunakan untuk menjemput WNI yang ada di China, Sabtu (1/2/2020), menjalani sejumlah tahapan sterilisasi setibanya di Indonesia.
Proses sterilisasi atau pembersihan dilakukan di Bandar Udara Hang Nadim, Batam, setelah semua WNI dipindahkan ke pesawat milik TNI untuk dibawa ke Natuna.
Di Natuna, akan dilakukan pemantauan terhadap kondisi kesehatan mereka secara lebih lanjut.
Berdasarkan penjelasan yang diberikan oleh Corporate Communications Strategic of Batik Air, Danang Mandala Prihantoro, proses sterilisasi dilakukan dalam beberapa bentuk dan tahapan mulai Minggu (2/2/2020).
Misalnya, proses pembersihan, sterilisasi, penyemprotan, penggantian saringan udara kabin, hingga perawatan berkala selama beberapa hari.
"Batik Air Airbus 330-300CEO dilakukan penyemprotan cairan multiguna pembunuh kuman, bakteri, virus dan lainnya (disinfectant spray) oleh KKP yang berlangsung kurang lebih 120 menit. Pekerjaan mencakup di kabin, kokpit dan kompartemen kargo bagian bawah pesawat," kata Danang, melalui keterangan tertulis, Minggu.
Setelah disterilisasi, dilakukan penggantian saringan udara pada pesawat.
Hal ini untuk meminimalisasi adanya virus yang tertinggal di sana.
"Setelah pesawat dilakukan sterilisasi oleh pihak berwenang, KKP dan TNI AU memberikan izin kepada tim BAT untuk melakukan penggantian HEPA (High Efficiency Particulate Air) filter yaitu alat penyaring untuk sirkulasi udara dalam pesawat," ujar Danang.
Prosedur ini, kata dia, sesuai dengan anjuran Airbus.
Sistem HEPA memiliki fungsi yang sangat efektif unyuk menyaring virus dalam sirkulasi udara kabin pesawat.
Setelah dilepas, HEPA akan diserahkan pada pihak berwenang untuk dimusnahkan.
"Semua HEPA filter yang sudah dilepas, selanjutnya dibungkus menggunakan pembungkus khusus untuk diserahkan kepada pihak yang berwenang guna pemusnahan dengan cara dibakar," kata Danang.
Setelah dinyatakan steril oleh KKP, tahapan terakhir adalah pesawat dengan kode registrasi PK-LDY ini akan ditarik menuju hangar Batam Aero Technic (BAT) untuk mendapat perawatan berkala atau scheduled maintenance.
Saat dihubungi, Senin (3/2/2020) pagi, Danang menekankan, pesawat menjalani jadwal perawatan untuk memastikan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan.
Sementara, mengenai penggunaan pesawat ini untuk penerbangan komersil, hingga saat ini belum ditentukan lagi.
"Untuk pengoperasian penerbangan komersil, akan kami sampaikan berikutnya," ujar Danang.
Seperti diberitakan, pesawat Batik Air dipilih untuk mengevakuasi 238 WNI dari China dengan berbagai pertimbangan.
Salah satunya, maskapai ini memiliki rute penerbangan dari dan ke Wuhan, China. ( Tribunlampung.co.id)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/karni-ilyas-acara-ilc-cuti.jpg)