Badak Lampung FC
Punya Satu Tujuan, 3 Suporter Badak Lampung Pastikan Dukung Penuh Skuat Laskar Saburai
Menyongsong Liga 2 2020, ketiga suporter fanatik skuat Laskar Saburai tersebut semakin menunjukkan kekompakannya dalam mendukung Hariyanto Panto dkk.
Penulis: Muhammad Hardiansyah Kusuma | Editor: Noval Andriansyah
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Badak Lampung FC sejauh ini memiliki 3 suporter fanatik yakni Blaster Saburai, Balafans dan Siger Southstand.
Menyongsong Liga 2 2020, ketiga suporter fanatik skuat Laskar Saburai tersebut semakin menunjukkan kekompakannya dalam mendukung Hariyanto Panto dkk.
Waketum Blaster Saburai Ahmad Dany memastikan, antara Blaster Saburai dengan Balafans dan Siger makin hari semakin baik dan kompak.
Menurut Ahmad Dany, kesadaran untuk membesarkan tim kesayangannya lebih penting dibandingkan mengedepankan ego komunitas masing-masing.
"Saya lihat kekompakan dari tiga suporter itu semakin kompak dan semakin sadar yang ingin dibesarkan adalah klub bolanya, walaupun berbeda bendera, karena komunikasi dari ketua tim suporter baik," ujar Ahmad, Rabu (12/2/2020).
• Laga Uji Coba, Blaster Saburai Sebut Lawan Harus Sebanding dengan Badak Lampung
• Artis Lucinta Luna Dipanggil Mas Fattah saat Dihadirkan Dalam Jumpa Pers di Polres Jakarta Barat
• Bali Mendadak Diserbu Warga Negara China Minta Izin Tinggal Keadaan Terpaksa karena Virus Corona
• Debt Collector Tewas Dibunuh, 3 Kasus Debt Collector Meninggal Terjadi di Lampung dan Sumatera Barat
Untuk kegiatan selama jeda kompetisi, kata Ahmad Dany, Blaster Saburai sudah melakukan beberapa kali rapat koordinasi.
Terutama, kata Ahmad Dany, terkait masalah kepengurusan, dan struktur yang sudah disusun dan lebih ramping agar lebih efisien.
Blaster Saburai, imbuh Ahmad Dany, menargetkan akan selalu hadir di setiap pertandingan Badak Lampung.
"Iya kami menargetkan selalu hadir, mau ke Bangka Belitung ataupun Medan, mudah-mudahan kami bisa hadir, itu targetnya," tutup Ahmad.
Sementara Ketum Balafans Aviv Hidayat memastikan, hubungan Balafans dengan Blaster Saburai dan Siger Southstand baik-baik saja.
'Hanya saja, kalau untuk cara mendukung tim, tentu saja berbeda, artinya tak bisa disatukan, Balafans dengan caranya sendiri, begitu juga Blaster dan Siger," ujar Aviv, Rabu (12/2/2020).
Pertama Kali Dipersatukan Dalam 1 Tim, Ini Tekad Manda Cingi dan Julian Mancini untuk Badak Lampung
Komitmen manajemen Badak Lampung FC dalam menggunakan jasa pemain lokal, coba ditunjukkan musim ini.
Tahun 2019, skuat Badak Lampung hanya dihuni 1 pemain lokal yakni Dalmiansyah Matutu.
Menyongsong gelaran Liga 2 2020 ini, manajemen tak tanggung-tanggung 'memulangkan' 4 pemain lokal.
Dua di antaranya merupakan kakak beradik.
Kedua pemain tersebut adalah Julian Mancini dan Manda Cingi.
Ditemui seusai latihan sore, Selasa (11/2/2020) di Stadion Sumpah Pemuda, Way Halim, Bandar Lampung, Manda Cingi mengaku senang bisa dipersatukan dengan adiknya dalam satu skuat.
"Iya, ini (satu tim dengan adiknya) merupakan momen yang sangat langka buat saya, karena saya sendiri sudah lama main di luar terus," ujar Manda Cingi, Selasa (11/2/2020).
Menurut Manda Cingi, dipersatukan dalam satu tim dengan Julian Mancini menjadi yang pertama kalinya dalam sejarah karir sepak bolanya.
"Iya, ini pertama kalinya satu tim dengan Julian (Mancini)," imbuh eks Pemain Semen Padang FC tersebut.
Pemain 26 tahun tersebut menceritakan awal mula 'kepulangannya' ke Lampung untuk membela skuat Laskar Saburai.
"Iya beberapa waktu lalu dapet kabar, ditelepon, mau nggak untuk bantu tim ini (Badak Lampung)," cerita Manda Cingi.
Manda Cingi yang lahir di Bandar Lampung tersebut tak berpikir panjang untuk menyetujui ajakan dari manajemen tim.
Selain karena akan membela tim asal Lampung, lanjut Manda Cingi, dukungan kedua orangtuanya juga menjadi motivasi lebih untuk pemain yang berposisi sebagai pemain tengah tersebut.
"Orangtua sangat mendukung kami berdua untuk membela tim dari tanah kelahiran sendiri, mereka bilang bertahun-tahun membela tim lain, coba dulu bela tim dari tanah kelahiran sendiri," ungkap Manda Cingi.
Julian Mancini yang ditemui di tempat yang sama juga mengaku sangat senang dipersatukan dengan sang kakak dalam satu tim.
"Bertahun-tahun pisah jauh, belasan tahun nggak pernah (satu tim) bareng," kata Julian Mancini.
Eks pemain Lampung Sakti FC tersebut bertekad untuk membawa Badak Lampung kembali ke pentas tertinggi sepak bola Indonesia.
"Saya, kami berdua (bersama Manda Cingi), bertekad untuk mengembalikan Badak Lampung FC ke Liga 1 lagi," tegas mantan pemain Assalam FC, klub asal Timor Leste, itu.
Sama-sama Punya Phobia
Setiap orang mungkin memiliki sesuatu hal yang dianggap menggelikan atau menjijikan ataupun yang ditakuti.
Tidak terkecuali dengan kakak beradik ini.
Dua pemain Badak Lampung FC Julian Mancini dan Manda Cingi diketahui memiliki phobia.
Julian Mancini phobia akan bumbu masak yaitu bawang.
Sedangkan kakak dari Julian Mancini, Manda Cingi phobia hewan jenis anjing.
Dilansir pada kanal YouTube milik Badak Lampung FC keduanya mengatakan phobia tersebut saat ditanya dalam video, Selasa (11/2/2020).
Selain itu Julian Mancini tidak menyukai sesuatu yang bersifat berisik.
Sedangkan Manda Cingi tidak menyukai bau keringat.
"Iya Mancini, Manda gasuka apa?," tanya seseorang dalam video kepada Julian Mancini.
Julian mengatakan kakaknya itu tidak menyukai rokok.
"Oh berarti salah tadi kan Manda bilang nggak suka bau keringat," tambah seseorang dalam video tersebut.
"Oke lanjut kepertanyaan tempat nongkrong favorit, bisa aja sering sama-sama tapi tempat nongkrongnya beda," ujar penanya dalam video tersebut.
Kedua kakak beradik ini pun kompak menjawab tempat nongkrong yang sama, yaitu Marley Cafe.
Sedangkan ditanya untuk pemain bola favorit serta klub bola favorit yang berasal dari luar negeri.
Manda Cingi mengidolakan Rasmus Bengtsson dan klub Barcelona dan Jerman.
Sementara adik dari Manda Cingi, Julian Mancini mengidolakan Luka Modric sebagai pemain favoritnya, dan untuk klub bola ia mengidolakan Barcelona, klub bola legendaris milik negara Spanyol.
Makanan Favorit
Dari kanal YouTube Badak Lampung FC kedua kakak beradik ini memiliki makanan serta minuman favorit.
Manda Cingi sebagai kakak ia menyukai kue lupis sedangkan sang adik Julian Mancini menyukai nasi uduk.
Untuk makanan yang tidak disukai sebut Julian Mancini yakni durian.
Sedangkan Manda tidak menyukai jenis sayuran yang memiliki rasa pahit seperti pare.
"Oke Manda, Julian nggak suka apa? (Manda memutar papan yang dia tulis menunjukan Julian tidak menyukai pare), iya bener ya," ujar penanya dalam video tersebut.
Sedangkan untuk minuman kesukaan keduanya sama-sama menyukai es pisang hijau.
Saat ditanya dalam video tersebut soal warna baju yang menjadi favorit. Julian Mancini menyebut ia menyukai warna hitam, sedangkan Manda Cingi menyebut adiknya itu menyukai warna biru.
Tetapi Manda tak mau kalah meyakinkan jawabannya lantaran adiknya itu sedang memakai celana warna biru.
"Tapi kan yang ditanya warna baju," ujar Julian Mancini dalam video tersebut.
Sedangkan untuk hobi keduanya sama-sama menyukai Playstation atau PS.
"Iya sama-sama main PS, mainya bola lagi," ujar keduanya seraya tertawa dalam video tersebut. (Tribunlampung.co.id/M Hardiansyah Kusuma)