Tata Cara Sensus Penduduk Online, Berlangsung hingga 31 Maret 2020

Sensus penduduk online ini merupakan momen bersejarah. Pasalnya, ini baru pertama kali dilakukan di Indonesia.

Tayang:
Editor: martin tobing
Istimewa
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung menyelenggarakan acara Sosialisasi Sensus Penduduk 2020 di Car Free Day Bunderan Tugu Adipura Bandar Lampung, Minggu 29 Desember 2019. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID -  Pemerintah melalui Badan Pusat Statistik (BPS) mulai melakukan Sensus Penduduk 2020 secara online.

Hasilnya, dalam kurun waktu dua hari, sudah lebih dari 568 ribu orang yang mengisi data.

”Yang akses (masyarakat) sudah lebih 568 ribu, baru dua hari,” kata Kepala BPS, Suhariyanto di Gedung BPS, Jakarta, Senin (17/2/2020).

Suhariyanto berharap angka capaian akan terus meningkat hingga puncak penutupan sensus pada 31 Maret 2020.

Ia menegaskan, sensus penduduk online ini merupakan momen bersejarah. Pasalnya, ini baru pertama kali dilakukan di Indonesia.

Modus Klinik Aborsi Promosi di Medsos, 50 Bidan Terlibat, Raup Untung 5,5 Miliar

Zikria Dzatil Penghina Wali Kota Surabaya Bebas dari Penjara, Ungkap Satu Permohonan

Lucinta Luna Pingsan di Ruang Penyidik

Didaulat Jadi Duta Antinarkoba, Didi Kempot Beri Pesan Khusus ke Sobat Ambyar

Dijanjikan Cewek oleh Ibu Kos, Seorang Pemuda Mabuk Datang ke Kos Dalam Keadaan Telanjang Bulat

Nantinya, jika penduduk yang sudah mengisi data kependudukan secara online, maka petugas sensus tak perlu lagi datang ke rumah untuk pendataan.

”Tujuannya adalah untuk menuju satu data Kependudukan Indonesia," jelasnya.

Selain sensus penduduk online 15 Februari hingga 31 Maret, pada Juli 2020 nanti juga akan dilaksanakan sensus penduduk wawancara dari rumah ke rumah.

Ini dilakukan untuk mendata penduduk yang belum sempat melakukan sensus penduduk online. Prinsipnya, tak satupun penduduk yang terlewat cacah.

Suhariyanto menjelaskan bahwa masyarakat hanya perlu menyiapkan KTP elektronik dan kartu keluarga (KK) yang di dalamnya terdapat nomor induk kependudukan (NIK).

”Dokumen yang kita butuhkan (untuk sensus penduduk, Red) itu ada NIK dan KK. Kemudian kalau mempunyai akta pernikahan, silakan dimasukkan, tetapi kalau tidak ada, akan tetap jalan,” kata Suhariyanto.

Pengisian data secara online di Sensus Penduduk 2020 dilakukan tanpa proses wawancara langsung dengan petugas.

Tetapi melalui moda Computer Aided Web Interviewing (CAWI).

Untuk bisa masuk dan registrasi, syaratnya dibutuhkan nomor KTP dan Kartu Keluarga.

Ada pun dalam Sensus Penduduk 2020 ini, BPS menggunakan metode kombinasi (combine method) yang menggunakan data administrasi pendudukan dari Ditjen Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) sebagai basis data dasar, serta metode wawancara.

Sensus penduduk 2020 merupakan yang ke 7 dimulai dari tahun 1960. Terakhir tahun 2010.

Berbeda dari sensus-sensus penduduk sebelumnya yang masih menggunakan metode tradisional, SP2020 untuk pertamakali akan menggunakan metode kombinasi yaitu menggunakan data registrasi kependudukan (E-KTP) yang diperoleh dari Ditjen Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri.

Namun demikian, Suhariyanto menyebut masih terdapat beberapa tantangan yang muncul bersamaan dengan inovasi tersebut. Meski, ia enggan menyebutkan apa saja tantangan itu.

Namun yang pasti, Suhariyanto mengimbau kepada masyarakat untuk segera mendaftarkan diri dan juga mendaftarkan para keluarga yang bersangkutan.

Ia juga menegaskan kepada masyarakat untuk tidak khawatir atas data yang diberikan dalam sensus penduduk online.

Suhariyanto menyebut, pihaknya bakal menjamin seluruh data masyarakat yang diterima pihaknya akan digunakan sesuai aturan yang berlaku.

"Saya yakinkan bahwa yang kami publikasi itu data agregat. Karena BPS tidak boleh mengeluarkan data individu. Seluruh data individu dijamin kerahasiaanya oleh undang-undang, dan kalau BPS melanggar, bisa dipidana," jelasnya.

Suhariyanto mengatakan, apabila sensus penduduk secara online ini dijalankan dengan baik, maka akan sangat menguntungkan negara ke depan dari sisi keuangan.

"Dari sisi biaya, akan save (hemat) luar biasa. Di sisi lain, kesadaran masyarakat juga akan meningkat," ujarnya

Sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga mengajak masyarakat agar berpartisipasi aktif menyukseskan gelaran sensus penduduk online tersebut.

"Data hasil Sensus Penduduk ini sangat penting. Informasi yang kita isi akan menentukan kebijakan pembangunan ke depannya," kata Jokowi melalui akun instagramnya, Sabtu (15/2/2020).

Jokowi menggarisbawahi, hasil sensus akan jadi pertimbangan bagi pemerintah. "Sehingga tahu daerah mana yang membutuhkan fasilitas pendidikan, kesehatan, transportasi dan semuanya," bebernya.

Karena itu, dia menyampaikan pesan kepada masyarakat agar memberikan informasi secara akurat. Jangan sampai ada kebohongan atau informasi tidak benar yang diberikan.

"Sensus penduduk 2020 harus sukses. Yang pertama, terima kedatangan petugas sensus di rumah bapak ibu dan saudara saudara semuanya".

"Berikan informasi sejujurnya karena informasi yang bapak ibu berikan akan sangat menentukan kebijakan pembangunan pemerintah ke depannya," beber Jokowi.(tribun network/ria/dod)

Sembilan Langkah

1. Masuk ke laman sensus.bps.go.id

2. Pilih Bahasa, lalu masukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Kartu Keluarga (KK)

3. Isikan kode yang tampak di bawah nomor KK, lalu klik 'Cek Keberadaan'

4. Buatlah sandi anda dan pilih pertanyaan keamanan, lalu klik 'Buat Password', untuk pengamanan data yang sudah anda catatkan pada Sensus Penduduk Online.

5. Masukkan kata sandi yang dibuat, lalu klik 'Masuk'

6. Bacalah panduan awal mengenai pengisian Sensus Penduduk Online, lalu klik 'Mulai Mengisi'

7. Ikuti petunjuk dan jawablah seluruh pertanyaan

8. Setelah menjawab seluruh pertanyaan, pastikan bahwa status data setiap anggota keluarga 'sudah update', lalu klik 'kirim'

9. Unduk bukti pengisian dan selesai. (*)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 02:00 WIB
Belgium
Belgia
1 - 1
Egypt
Mesir
Grup H - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 05:00 WIB
Saudi Arabia
Arab Saudi
1 - 1
Uruguay
Uruguay
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 08:00 WIB
Iran
Iran
2 - 2
New Zealand
Selandia Baru
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved