Video Berita
Tanda-tanda Alergi Telur, Cara Pencegahan dan Mengobatinya
Alergi telur adalah efek tak umum yang ditimbulkan oleh tubuh usai mengonsumsi protein telur. Alergi telur bisa menimbulkan reaksi alergi dari ringan
Penulis: Gusti Amalia | Editor: Romi Rinando
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID BANDAR LAMPUNG - Alergi telur adalah efek tak umum yang ditimbulkan oleh tubuh usai mengonsumsi protein telur. Alergi telur bisa menimbulkan reaksi alergi dari ringan hingga berat.
Lalu, apa itu alergi telur, penyebab, tanda-tanda alergi telur dan bagaimana cara pencegahan serta cara obati alergi telur?
Alergi telur merupakan gangguan pada sistem imun tubuh terhadap protein telur.
Alergi telur bisa memicu reaksi alergi yang beragam dan tidak menutup kemungkinan dapat mengancam nyawa penderitanya.
• VIDEO 2 Jemaat Gereja di Kedaton Kehilangan Motor
• VIDEO Calon Istri Meninggal, Postingan Undangan Nikah Arief Banjir Ucapan Duka
• Sudjiwo Tedjo Sindir Sikap Mahfud MD saat Aa Gym Berbicara di Acara ILC
• Wanita Pemulung Dituduh sebagai Penculik Anak, saat Karungnya Dibuka Warga Kaget Lihat Isinya
Oleh karena itu, penderitanya sangat tidak dianjurkan untuk mengonsumsi telur atau sebatas jenis makanan yang memiliki kandungan telur.
Biasanya, sejumlah kasus alergi telur dipicu karena bagian putih telur, bukan dari kuning telur.
Selain itu, penyakit alergi telur sering kali dijumpai pada anak-anak dibandingkan manusia dewasa.
Tonton juga video YouTube lainnya di bawah ini.
Dokter Boy Zaghlul Zaini menerangkan, seseorang harus berhenti mengonsumsi telur atau makanan yang mengandung telur apabila merasakan efek alergi seperti rasa gatal.
“Jadi protein yang ada di telur harus digantikan dengan protein lain, karena alergi telur bisa datang dari putih ataupun kuning telur,” terang Boy kepada Tribunlampung.co.id, Rabu (15/1/2020).
Pada umumnya, alergi telur dapat hilang dengan sendirinya seiring bertambahnya usia.
“Di umur sekian biasanya ini akan hilang atau pada saat daya tahan si penderita sedang bagus, justru tidak menimbulkan efek alergi,” kata Wakil Ketua IDI Lampung ini.
Apa Gejala alergi telur?
Adapun sejumlah gejala yang ditimbulkan oleh alergi telur, seperti:
1. Ruam kemerahan pada kulit
2. Gatal
3. Hidung tersumbat atau pilek dan bersin
4. Kram perut
5. Mual dan muntah
Tonton juga video YouTube lainnya di bawah ini.
6. Sakit perut
7. Diare
8. Sesak napas yang disertai bunyi ngik
9. Batuk
10. Sakit dada
Gejala alergi yang berat semisal:
1. Denyut nadi cepat
2. Bengkak pada tenggorokan
3. Tekanan darah menurun drastis
4. Pusing
5. Kehilangan kesadaran atau pingsan
Tonton juga video YouTube lainnya di bawah ini.
Apa penyebab alergi telur?
Diketahui, alergi telur terjadi karena sistem imun tubuh salah dalam melakukan pengenalan pada protein telur, karena sistem imun tubuh menilai sebagai zat bahaya.
Biasanya alergi telur pada anak-anak dikarenakan alergi pada putih telur.
Sementara orang dewasa biasanya alergi kuning telur.
Apa faktor risiko dari alergi telur?
Sejumlah faktor risiko dari penyakit alergi telur, antara lain:
1. Usia
Bayi dan anak-anak lebih rentan mengalami alergi telur, karena saluran cerna belum matang dan sempurna.
2. Riwayat keluarga dengan orangtua yang juga alergi terhadap protein telur
3. Riwayat keluarga dengan orangtua yang memiliki riwayat penyakit alergi, meliputi eksim, hay fever, rhinitis, atau asma
4. Penderita dermatitis atopik atau peradangan kulit akibat alergi
Bagaimana cara obati alergi telur?
Alergi telur terjadi disaat menusia mulai mengonsumsi telur atau sebatas makanan yang memiliki kandungan telur.
Maka dari itu, penderitannya tidak diperbolehkan memakan atau meminum telur atau makanan yang mengandung telur.
Adapun sejumlah obat-obatan yang diperuntukan guna mengurangi efek gejala dari alergi telur semisal:
1. Antihistamin
Obat ini dapat diberikan setelah pengidap mengonsumsi telur. Tujuannya adalah untuk menghindari reaksi alergi yang berat.
2. Adrenalin
Obat ini digunakan dengan cara disuntikkan untuk menangani reaksi alergi yang serius berupa anafilaksis. Pengidap dengan gejala yang serius harus segera dibawa ke rumah sakit.
Bagaimana cara pencegahan alergi telur?
Hal pertama dalam pencegahan alergi telur, tentu tidak mengonsumsi telur atau jenis makanan yang di dalamnya memiliki kandungan telur.
Selain itu, terdapat sejumlah cara yang bisa dilakukan seperti:
1. Teliti akan setiap kandungan makanan ketika akan makan di luar rumah.
Tanyakan pada pramusaji atau juru masak mengenai kandungan telur pada menu yang akan disantap.
2. Teliti membaca label keterangan pada kemasan makanan.
Pada beberapa kasus, jumlah kandungan telur yang sedikit juga dapat memicu gejala alergi.
3. Pada ibu menyusui yang bayinya mengidap alergi telur, hindari mengonsumsi telur.
Hal itu dikarenakan dapat masuk ke dalam ASI yang akan diminum oleh bayi.
4. Ganti telur dengan bahan pengganti lainnya yang umum digunakan untuk mengolah makanan.
5. Gunakan gelang atau kalung khusus bagi pengidap alergi saat bepergian ke luar rumah.
6. Beri tahu keluarga atau pengasuh anak bahwa anak mengidap alergi telur dan jelaskan apa yang harus dilakukan saat gejala alergi timbul.
7. Diskusikan dengan dokter setiap kali anak akan vaksin.
Itu dikarenakan pada beberapa vaksin (influenza, campak, gondong, rubella, dan demam kuning) mengandung protein telur, sehingga dapat memicu gejala alergi.
Demikian penjelasan apa itu alergi telur, penyebab, Gejala dan cara pencegahan serta cara obati alergi telur.(Tribunlampung.co.id/Tama Yudha Wiguna) Videografer Gusti Amalia)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/kenali-apa-itu-alergi-telur-cara-pencegahan-dan-mengobatinya.jpg)