Kisah Pemuda Indonesia Bertemu Ibu Kandung Setelah Terpisah 15 Tahun

Oleh karenanya, ia hanya menangis tetapi tak mengucapkan sepatah kata pun dan tak pula membalas pelukan kuat ibu.

BBC News
Hana Beddong memeluk anaknya, Iwan, yang telah terpisah selama 15 tahun. Mereka bertemu di kawasan perkebunan kelapa sawit di Malaysia, Rabu (26/2/2020). 

Dalam proses interaksi di atas bangku tersebut, Iwan pun lemas, pucat dan hampir pingsan.

Keringat bercucuran dari tubuhnya, membuat kaus yang dikenakan dari ladang semakin basah kuyup.

Setelah kami yakinkan bahwa Hana datang setelah mengikuti pemberitaan BBC News Indonesia tentang kisah Iwan mencari keluarga awal Februari ini, ia lantas merespons tangisan dan pelukan ibu.

"Di mana saja kau, Nak? Padahal kau ada di sini. Aku sayang betul kau, Nak Iwan. Mama rindu betul. Aku sayang betul, Nak, sama kau. Aku tinggalkan kau ketika masih kecil, baru sekarang kita jumpa," ujar Hana seraya terus menangis dan membelai rambut anaknya.

"Syukurlah jika Ibu masih sayang sama saya," Iwan terbata di tengah tangisnya.

Ia pun mengaku bahagia setelah "dari kecil mencari orangtuaku (ibu), akhirnya aku sekarang jumpa juga."

Demikian kata Iwan yang sebenarnya murah senyum dan tidak menunjukkan tanda-tanda kesulitan yang dialaminya, setidaknya dari luar.

Ibu dan anak sontak berpelukan erat dan menangis tiada henti.

Mereka terlibat dalam percakapan intens penuh kerinduan dalam bahasa Konjo, bahasa daerah yang biasa digunakan di Bulukumba, kabupaten asal Hana di Sulawesi Selatan.

"Aku rasa memang tidak percaya sama sekali kan bahwa ini betul-betul orangtua saya (ibu). Jadi awalnya belum seberapa yakin, maka itulah pelukan saya pun tidak seberapa kuat sebab tak yakin bahwa ini adalah orangtua saya.

Halaman
123
Editor: Daniel Tri Hardanto
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved