Video Berita
VIDEO Terungkap Penyebab View YouTube Deddy Corbuzier Menurun
Deddy Corbuzier menjadi korban pencurian hak cipta. Konten YouTube Deddy Corbuzier dicuri perusahaan besar Wave Suara.
Penulis: Bambang Irawan | Editor: Romi Rinando
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Deddy Corbuzier menjadi korban pencurian hak cipta.
Konten YouTube Deddy Corbuzier dicuri perusahaan besar Wave Suara.
Wave Suara menggunggah ulang konten dari kanal YouTube Deddy Corbuzier di platform Spotify, Apple Music, dan Anchor.
Hal itu dilakukan Wave Suara tanpa izin dari pihak Deddy Corbuzier.
Deddy Corbuzier terus mengupayakan keadilan sebagai kreator konten.
• VIDEO Ari Lasso Kaget Saat Dul Keceplosan
• VIDEO Gisel Dipanggil Polisi Terkait Kasus Pembobolan Kartu Kredit
• PKS Kritik Anies Baswedan, Mardani Ali Sera: Formula E Hanya 2 Jam, Banjir Bisa Selamanya
• Rumah Artis Celine Evangelista 5 Kali Kebanjiran, Istri Stefan William Lontarkan Sindiran
Mantan mentalis kenamaan ini sudah menghubungi, tetapi masih ada janji yang belum ditepati dan pertanyaan yang belum dijawab perusahaan asal Vietnam itu.
Beberapa bulan lalu pihak Wave Suara sempat menghubungi manajemen Deddy untuk membeli konten YouTube-nya.
Namun, tidak terjadi kesepakatan antara manajemen Deddy sehingga Wave Suara belum bisa membeli kontennya.
"Akan tetapi, mereka mengontak manajemen saya itu setelah mereka nge-publish konten saya. Setelah satu bulan," ucap Deddy saat diwawancarai di kawasan Senayan Jakarta Pusat, Rabu (26/2/2020).
Tonton juga video berita YouTube lainnya di bawah ini
"Jadi di-publish dulu baru nego. Itu aja sudah salah," imbuhnya.
Deddy tak habis pikir mengapa perusahaan besar bisa melakukan pencurian konten.
Lain halnya dengan individu yang mengambil kontennya untuk konsumsi pribadi.
"Tapi kalau company besar kan artinya dia nyari keuntungan dari sini dan yang diambil bukan saya doang," ujar Deddy.
Terungkap Penyebab View YouTube Deddy Corbuzier Menurun
Instagram/@mastercorbuzier
Ilustrasi - Deddy Corbuzier dalam unggahan akun Instagram pribadinya, Jumat (31/8/2018).
Deddy tak habis pikir mengapa perusahaan besar bisa melakukan pencurian konten.
Lain halnya dengan individu yang mengambil kontennya untuk konsumsi pribadi.
"Tapi kalau company besar kan artinya dia nyari keuntungan dari sini dan yang diambil bukan saya doang," ujar Deddy.
Sadar karena jumlah views menurun
Tonton juga video berita YouTube lainnya di bawah ini
Bapak satu anak ini hanya ingin kontennya disalurkan secara resmi lewat YouTube.
Kata Deddy, itu supaya ia mudah mengontrol konten dan jumlah views.
Deddy pun baru menyadari ada pencurian setelah mengamati penurunan views konten-konten YouTube-nya.
"Nah, belakangan penontonnya (views) berkurang, kenapa bisa bekurang? Oh ternyata kepecah. Kepecah ke mana. Oh, ternyata Spotify, ke Apple Music. Siapa yang mecah? Ya perusahaan ini (Wave Suara)," tutur Deddy.
"Kan artinya saya dirugikan dong," imbuhnya.
Deddy mengatakan, banyak kerabatnya yang menyarankan agar masalah ini dibawa ke ranah hukum agar mendapatkan ganti rugi. (Artikel ini telah tayang di tribunlampung.co.id)
Videografer Tribunlampung.co.id/Bambang Irawan