Tanya Dokter
Tanda-tanda Malaria, Penyebab, Pencegahan dan Cara Obati Malaria
Dokter umum di Bandar Lampung dr Asep Sukohar mengungkapkan, Malaria dapat membahayakan penderitannya andai tidak mendapatkan penanganan yang serius.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Penyakit Malaria menjadi momok bagi masyarakat. Malaria adalah salah satu daftar Penyakit menular yang diakibatkan karena gigitan nyamuk. Umumnya penderita Malaria akan merasakan menggigil dan Demam.
Apakah Malaria berbahaya?
Dokter umum di Bandar Lampung dr Asep Sukohar mengungkapkan, Malaria dapat membahayakan penderitannya andai tidak mendapatkan penanganan yang serius.
Asep Sukohar menyebutkan, Malaria tidak dapat sembuh sendirinya kecuali telah melewati penanganan yang tepat.
• Apa Itu Biduran, Penyebab Biduran, Gejala Biduran hingga Cara Mencegah Biduran
• Apa Itu Afasia, Jenis Penyakit Afasia dan Tips Berkomunikasi dengan Penderita Afasia
• Apa Itu Biang Keringat, Jenis Biang Keringat, Faktor Penyebab dan Cara Mencegah Biang Keringat
“Hanya gigitan nyamuk berjenis Anopheles saja yang dapat menyebabkan Malari, nyamuk tersebut dapat dikatakan sebagai parasit sama dengan kutu," kata Asep Sukoharjo, Kamis (26/12/2019).
"Hingga gigitannya mampu memasukan parsit ke dalam tubuh manusia, yang nantinya tercampur darah dan berkembang biak," sambung Asep Sukohar.
Asep Sukohar menjelaskan, Penyakit Malaria tergolong berbahaya.
Namun demikian, menurut Asep Sukohar, tetap tergantung pada jenis masing-masing Malaria tersebut.
"Kita bisa menilai tingkatan Malari tersebut, berdasarkan irama Demam penderitanya dan Malaria Falciparum yang paling berbahaya karena dapat mematikan. Jadi Malaria perlu adanya perhatian khusus," ungkap Asep Sukohar.
Apa gejala Malaria?
Asep Sukohar mengatakan, Malaria memiliki tiga gejala awal yakni:
1. Menggigil.
2. Demam.
3. Sakit kepala.
Menurut Asep Sukohar, gejala di atas biasa datang 10-15 hari pasca-nyamuk menggigit.
Setelah hal tersebut, lanjut Asep Sukohar, biasanya penderita juga akan mengeluarkan banyak keringat dan lemas.
Apa penyebab Malaria?
Asep Sukohar menjelaskan, seseorang akan mengalami Malaria setelah dirinya digigit oleh nyamuk yang memiliki parasit Malaria di tubuh.
Di mana, terus Asep Sukohar, parasit tersebut masuk ke dalam tubuh manusia lewat gigitan.
"Kemudian, parasit ini mengganggu sel-sel darah merah," jelas Asep Sukohar.
Diketahui parasit Malaria memiliki nama Plasmodium.
Apa pengobatan Malaria?
Malaria adalah Penyakit yang tergolong berbahaya.
Maka dari itu, imbuh Asep Sukohar, Malaria harus segera mendapatkan penanganan khusus dan penderitannya harus segera mengonsumsi obat antiMalaria.
Di mana, ucap Asep Sukohar, obat-obatan yang diberikan kepada penderita harus sesuai parasit Malaria yang masuk ke dalam tubuhnya.
Apa pencegahan Malaria?
Asep Sukohar menerangkan, Malaria adalah salah satu Penyakit yang hingga kini belum ditemukan vaksinasi yang tepat.
Walaupun demikian, kata Asep Sukohar, seorang dokter dapat menganjurkan atau memberikan obat antiMalaria kepada orang yang hendak bepergian ke tampat yang rawan terkena Malaria.
Malaria, lanjut Asep Sukohar, juga dapat dicegah dengan memasang kelambu pada tempat tidur.
"Hal itu untuk mencegah nyamuk pembawa Malaria mendekat saat manusia tengah tidur di malam hari," kata Asep Sukohar.
"Penggunaan krim obat oles antinyamuk juga bisa digunakan untuk menghindari gigitan nyamuk pembawa Malaria," tandas Asep Sukohar.
Demikian penjelasan Tanda-tanda Malaria, Penyebab, Pencegahan dan Cara Obati Malaria.(tribunlampung.co.id/tama yudha wiguna)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/pengertian-leukimia-ciri-ciri-penyebab-dan-pengobatan-leukimia.jpg)