Tribun Bandar Lapung

Nekat Bacok Rekannya Sesama Sopir Angkot, Seorang Pemuda Diganjar Hukuman Penjara 10 Bulan

pemuda diganjar hukuman penjara 10 bulan akibat nekat membacok rekannya sesama sopir angkot.

Tribunlampung.co.id/Hanif
Terdakwa Destama Aditiya tengah menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Tanjungkarang. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Seorang pemuda diganjar hukuman penjara 10 bulan akibat nekat membacok rekannya sesama sopir angkot.

Pemuda ini diketahui bernama Destama Aditiya (22) warga Kurungan Nyawa, Gedong Tataan, Pesawaran.

Aditiya nekat membacok rekan sesama sopir Agi Pranatha lantaran rebutan penumpang.

Ketua Majelis Hakim Aslan Ainin menyatakan terdakwa Destama Aditiya terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana Penganiayaan.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama 10 bulan. Menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan kepadanya," ungkap Aslan dalam persidangan, Jumat 13 Maret 2020.

Polisi Sedang Nyamar Dibacok 3 Orang di Semak-semak, Polda Turunkan Tim

Pembunuhan di Tulangbawang, Anwar Tewas Dibacok setelah Cekcok dengan Orang-orang Ini

Peresmian Masjid Iqro, Pemprov Lampung Harapkan Pegawai dan Masyarakat Memakmurkan Masjid

Inafis Polres Way Kanan Berhasil Ungkap Identitas Mayat Asal Kampung Lembasung

Adapun hal yang meringankan, kata Aslan, terdakwa mengakui terus terang, menyesali perbuatannya, dan bersikap sopan dipersidangan.

"Hal yang memberatkan perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat," tandasnya.

Putusan ini pun lebih ringan dibandingkan dengan tuntutan JPU Irfansyah, yang mana meminta kepada Majelis Hakim untuk menghukum terdakwa dengan hukuman penjara selama satu tahun dua bulan.

JPU mengatakan perbuatan terdakwa bermula pada Kamis tanggal 03 Oktober 2019 saat terdakwa diajak Feli untuk menemaninya bekerja sebagai supir angkot.

"Sekira pukul 12.00 Wib saat terdakwa dan Feli sedang menunggu penumpang di Gading Rejo datang korban Agi Pranatha," ujarnya.

Lanjutnya, saat didekati korban marah marah, dan terdakwa dipukuli menggunakan besi, atas kejadian itu Feli berusaha pergi menuju ke Kemiling.

"Selanjutnya terdakwa pulang untuk mengambil satu bilah senjata tajam jenis badik, kemudian terdakwa meminta tolong tetangganya mengantarkan terdakwa ke dekat SMA Persada," sebutnya.

Kata JPU, setelah di lokasi terdakwa melihat korban Agi sedang menurunkan penumpang, dan langsung mendekati AGI yang masih didalam mobil.

"Terdakwa langsung memukul wajah korban dan langsung menusukkan pisau ke arah paha sebelah kanan korban," sebutnya.

JPU menambahkan, akibat perbuatan terdakwa korban mengalami luka memar di wajah dan luka tusuk di tungkai kanan dan kiri.(Tribunlampung.co.id/Hanif Mustafa)

Penulis: hanif mustafa
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved