Tribun Metro

Pemkot Metro Alokasikan Rp 27 Miliar untuk Penanganan dan Pencegahan Virus Corona

Pemerintah Kota (Pemkot) Metro siapkan anggaran pencegahan dan penanganan virus corona di wilayah setempat sebesar Rp 27,23 miliar.

Pemkot Metro Alokasikan Rp 27 Miliar untuk Penanganan dan Pencegahan Virus Corona
Tribunlampung.co.id/Indra Simanjuntak
Ilustrasi - Sekkot Metro Nasir AT saat memberi keterangan terkait pasien dalam pengawasan yang dirawat di RSUD Ahmad Yani, Senin (16/3/2020). Pemkot Metro Alokasikan Rp 27 Miliar untuk Penanganan dan Pencegahan Virus Corona. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO - Pemerintah Kota (Pemkot) Metro siapkan anggaran pencegahan dan penanganan virus corona di wilayah setempat sebesar Rp 27,23 miliar.

Sekretaris Kota (Sekkot) Metro Nasir AT mengatakan, alokasi anggaran bersumber dari dana APBN.

"Untuk APBN, kami alokasikan anggaran dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Insentif Daerah (DID)," ujarnya selepas telekonferensi Sekertaris Daerah se-Provinsi Lampung di Command Center Metro, Kamis (26/3/2020).

Ia mengungkapkan, Metro telah melakukan beberapa langkah pencegahan Covid-19.

Seperti melakukan sosialisasi ke masyarakat dan penyemprotan disinfektan ke fasilitas umum (fasum).

Kronologi Pasien 03 Terjangkit Virus Corona, Terpapar oleh Orang Asing yang Datang ke Lampung

Kadiskes Reihana Benarkan Pasien Positif Corona di Lampung 3 Orang

DPRD Metro Minta Ada Rekayasa Lalu Lintas di Lokasi Pembangunan GSA Bumi Sai Wawai

Parpol Gotong Royong Bagikan Masker, Cegah Penyebaran Virus Corona di Kota Metro

"Kami sosialisasi secara langsung pada tanggal 18 Maret dengan menurunkan 34 tim dan 5 kelompok petugas penyemprotan cairan disinfektan. Ini dilakukan di tempat tempat ibadah, fasilitas umum dan perkantoran," bebernya.

Ia mengaku, dalam arahan Wakil Gubernur Lampung, penanganan Covid-19 harus maksimal, terutama dengan data saling berkoordinasi serta update.

Rekofusing seperti penjagaan pintu gerbang masuk kabupaten/kota lebih diperketat.

"Ini dikarenakan penduduk daerah red zona melakukan mudik. Dijelaskan bu Wagub, ada 30 rumah sakit telah menjadi rujukan di Provinsi Lampung untuk penanganan corona. Dengan harapkan rekofusing anggaran itu masuk pada tenaga medisnya, bukan hanya alat medisnya," imbuhnya.

Ia menambahkan, semua harus waspada, namun tidak panik.

Tenaga kesehatan harus melakukan pelayanan sesuai dengan protokol penanganan.

Sementara mengenai pembiayaan pasien corona akan ditanggung oleh Pemerintah Pusat, asalkan dirawat di RS rujukan provinsi. (Tribunlampung.co.id/Indra Simanjuntak)

Penulis: Indra Simanjuntak
Editor: Noval Andriansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved