Kasus Corona di Lampung

Eva Dwiana Imbau Masyarakat Lakukan Physical Distancing Guna Cegah Penyebaran Corona

"Seluruh masyarakat saat ini harus memprioritaskan apa itu yang disebut physical distancing, menjaga jarak secara fisik minimal satu meter."

Dokumentasi Eva Dwiana
Eva Dwiana Imbau Masyarakat Lakukan Physical Distancing Guna Cegah Penyebaran Corona. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Majelis Taklim Rachmat Hidayat Provinsi Lampung terus gencar memberikan sosialisasi ke masyarakat terkait pentingnya menjaga physical distancing (jarak fisik) di tengah pandemi Covid-19 yang masih terus terjadi.

Ketua Majelis Taklim Rachmat Hidayat Provinsi Lampung Eva Dwiana Herman HN menyosialisasikan hal ini secara langsung ke warga masyarakat yang ada di Kampung Sinar Harapan, Kelurahan Rajabasa Jaya, Kecamatan Rajabasa didampingi Camat Rajabasa Kenedi Danial dan lurah.

"Seluruh masyarakat saat ini harus memprioritaskan apa itu yang disebut physical distancing, menjaga jarak secara fisik minimal satu meter," ujarnya, Minggu (29/3/2020).

Diungkapkan Bunda Eva, sapaan akrab istri orang nomor satu di Bandar Lampung itu, apa yang dilakukan ini merupakan upaya untuk memutus rantai penyebaran virus corona.

 Pemakaman Pasien 02 Virus Corona Lampung Dilakukan oleh Anggota BPBD dan Satpol PP Bandar Lampung

 Riwayat Perjalanan Pasien 02 Virus Corona di Lampung yang Meninggal, Sempat ke Palembang

 Diskes Lampung Rilis 1 Pasien Virus Corona Meninggal Dunia, ODP 800 Orang, PDP 10 Orang

 BREAKING NEWS Pasien 02 Virus Corona di Lampung Dikabarkan Meninggal Dunia

"Physical distancing merupakan salah satu langkah pencegahan dan pengendalian infeksi virus corona dengan menganjurkan orang sehat untuk membatasi kunjungan ke tempat ramai dan kontak langsung dengan orang lain," jelas dia.

Dia mengimbau masyarakat agar tidak berjabat tangan serta menjaga jarak setidaknya satu meter saat berinteraksi dengan orang lain.

"Terlebih dengan orang yang sedang sakit atau beresiko tinggi menderita covid-19," paparnya.

Sosialisasi di Kelurahan Rajabasa Jaya ini merupakan yang ke empat kalinya setelah sebelumnya di Way Dadi Baru,Tanjung Seneng, dan Panjang Selatan.

Dalam sosialisasi juga dilakukan penyemprotan disinfektan oleh petugas penyemprotan yang terdiri dari 6 tim setiap harinya. Sebanyak 1.500 liter air disinfektan disemprotkan ke rumah-rumah warga, masjid, gereja, PAUD, bahkan tempat pembuangan sampah sementara.

Selain itu warga juga diberikan bahan membuat jamu tradisional untuk menangkal virus corona.

Setidaknya setiap harinya 300 paket jami tradisional dibagikan sembari sosialisasi.

Menurut Eva, sosialisasi bakal terus dilakukan hingga merata di 126 kelurahan yang ada di Kota Bandar Lampung

"Apa yang kita lakukan adalah sebagai upaya door to door untuk memberi support ke masyarakat dan memberi pemahaman terkait bahayanya corona dan bagaimana penularannya," tandasnya.(Tribunlampung.co.id/Sulis Setia M)

Penulis: sulis setia markhamah
Editor: Noval Andriansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved