Kasus Corona di Lampung
Imbas Wabah Corona, Garuda dan Sriwijaya Kurangi Jadwal Penerbangan
Tosan menuturkan, dengan adanya pengurangan jadwal, Garuda kini hanya melayani dua kali penerbangan sehari.
Penulis: hanif mustafa | Editor: Daniel Tri Hardanto
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Wabah corona berimbas terhadap bisnis penerbangan.
Untuk menyiasatinya, sejumlah maskapai di Bandara Radin Inten II mengurangi jadwal penerbangan.
Salah satunya maskapai Garuda Indonesia.
Sales and Service Manager PT Garuda Indonesia Cabang Tanjungkarang Tosan Anda Andhika mengatakan, pengurangan penerbangan ini merujuk pada imbauan pemerintah terkait sosial distancing.
• Tersebar Info Penutupan Akses Pelabuhan Bakauheni, Polda Lampung Pastikan Hoaks
• Pemeriksaan di Pelabuhan Bakauheni Masih Longgar, Corona Berpotensi Menyebar ke Sumatera
• Syarat Buat Tabungan Simpanan Pelajar BTN, Syarat Buka dan Biaya Admin Tabungan Simpanan Pelajar BTN
• Syarat Buat Tabungan Junio BRI, Manfaat dan Biaya Buat Tabungan Junio BRI
"Kami ada pengurangan jadwal karena memang sudah ada arahan untuk tidak ke mana-mana dari pemerintah terkait sosial distancing," ungkapnya, Minggu (5/4/2020).
Tosan menuturkan, dengan adanya pengurangan jadwal, Garuda kini hanya melayani dua kali penerbangan sehari.
Padahal, pada hari biasanya maskapai pelat merah ini bisa mengoperasikan lima penerbangan sehari dari Bandara Radin Inten II.
"Jadi misalnya Lampung ke Jakarta sehari lima kali jadi dua kali. Tapi kadang kalau memang beberapa hari sepi, kami sehari hanya satu penerbangan," terangnya.
Tosan juga mengakui terjadi penurunan jumlah penumpang hingga 60 persen.
"Di hari normal, estimasi isian 90 persen. Saat ini bisa hanya 20 persen hingga 40 persen," tuturnya.
Selama penerapan sosial distancing, kata Tosan, Garuda menerapkan jarak antarpenumpang.
"Jadi kalau di pesawat Garuda, kami ada kebijakan tidak bersebelahan," tandasnya.
Sementara itu, Sales Supervisor Sriwijaya Air District Lampung Rizal mengakui pihaknya juga melakukan kebijakan pengurangan jadwal penerbangan.
"Lampung-Jakarta rata-rata sehari satu kali dan Lampung-Yogyakarta sehari satu kali. Tapi ini bisa menjadi seminggu hanya tiga kali, tergantung situasi Covid-19 dan (kebijakan) dari pemerintah," katanya.
Rizal juga mengakui jumlah penumpang mengalami penurunan cukup drastis.