Video Berita
Video Klub Nonton, Komunitas Para Pecinta Film di Lampung
Video YouTube Klub Nonton adalah komunitas yang menaungi para pecinta film yang ada di Lampung.
Penulis: Wahyu Iskandar | Editor: Daniel Tri Hardanto
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Video YouTube, Klub Nonton adalah komunitas yang menaungi para pecinta film yang ada di Lampung.
Dibentuk pada tahun 2012 atas prakarsa filmmaker Aji Aditya, Klub Nonton fokus pada aspek ekshibisi dan literasi tentang film.
Sempat vakum beberapa waktu, Klub Nonton kini aktif mengedukasi masyarakat melalui Discussion Forum, Film Screening dan D's Project.
Gerbang Utama Film
Klub Nonton dibentuk pada tahun 2012 atas prakarsa pembuat film (filmmaker) asal Lampung Aji Aditya.
• VIDEO Komunitas Dongeng Dakocan, Komunitas Dongeng Pertama di Lampung
• VIDEO Kenalan Dengan Klub Sepeda Goest.Inc Cycling Club
• VIDEO Intip Kegiatan Komunitas Penikmat Kopi di Lampung (KPKL)
• VIDEO Standupindo Lampung, Komunitas Stand Up Pertama di Lampung
Kala itu, Aji merasa Lampung perlu memiliki wadah untuk mengedukasi masyarakat tentang literasi dan ekshibisi film.
Kedua hal tersebut perlu disampaikan kepada masyarakat sebagai gerbang utama atau bekal mereka dalam membuat film.
Bersamaan dengan itu, Klub Nonton juga hadir untuk menjembatani masyarakat Lampung terhadap film-film berkualitas yang seringkali tidak terjangkau.
Seperti film-film karya Garin Nugroho, Kamila Andini, Anggi Friska, BW Purwanegara Ismail Basbeth, dan lain-lain.
Karya-karya mereka diapresiasi di festival dunia, tetapi tidak memiliki ruang di Lampung.
Harapannya, dengan adanya Klub Nonton bisa semakin membuka wawasan pecinta film di Lampung sekaligus memberikan referensi kepada mereka untuk meningkatkan perfoma film yang diproduksi.
Inspirasi
Dalam perjalanannya, Klub Nonton sedikit banyak terinspirasi dari komunitas serupa yang ada di Pulau Jawa seperti Bandung, Jakarta, Purbalingga dan Yogyakarta.
Komunitas-komunitas tersebut juga bergerak di bidang literasi film dan berhasil membangun ekosistem perfilman yang baik.
Seperti Komunitas yang di Purbalingga yang bahkan memiliki bioskop Gerimis Bubar dan sering mengadakan pemutaran film layar tancap dari desa ke desa.
Meski saat ini Klub Nonton belum bisa melakukan hal sejauh itu, namun pihak Klub Nonton kini sedang dalam upaya mapping atau mendata pegiat serta komunitas film yang ada di Lampung.
Film Screening
Delapan tahun berkiprah mengedukasi masyarakat, Klub Nonton mengemas pesannya melalui berbagai kegiatan menarik.
Salah satu program unggulannya adalah Film Screening yakni memutarkan film dari director-director ternama untuk kemudian diputar dan didiskusikan bersama.
Sesi diskusi tersebut harapannya bisa memperkaya wawasan dan kreativitas penonton baik secara teknis maupun esensi dari sebuah film.
Sekaligus untuk meminimalisasi kesalahan-kesalahan dalam memaknai pesan yang ada di dalam film tersebut.
Film Screening rutin diadakan tiap bulan dengan isu yang berbeda-beda.
Sedangkan untuk tempatnya biasanya digelar di gedung Dewan Kesenian Lampung (DKL) ataupun kafe-kafe yang ada di Bandar Lampung.
D's Project
D'S Project adalah program yang memberikan kesempatan kepada para sineas Lampung untuk memutarkan karyanya kepada khalayak ramai.
Program ini menjadi panggung bagi mereka sekaligus tempat belajar.
Tak ada ketentuan apapun untuk karya yang akan ditampilkan.
Bukan tanpa sebab kebijakan ini dibuat, melainkan untuk memacu semangat sineas tadi unjuk gigi dan percaya diri.
Kedepannya, D's Project akan dikemas dengan tajuk Klub Nonton Movie Night.
Program yang mulai berlaku per Maret 2020 tersebut diharapkan mampu membantu Klub Nonton mendeteksi kebutuhan para sineas yang ada di Lampung.
Sebelumnya di tahun 2018 silam, konsep tersebut sudah dilakukan dengan nama Bulan Apresiasi Film.
Program tersebut menampilkan seluruh karya sineas Lampung dalam satu bulan.
Namun, karena dirasa terlalu banyak, akhirnya dipecah menjadi per bulan.
Adapun polanya akan dibuat sama dengan Film Screening.
Di awal para peserta akan menonton film terlebih dahulu, setelahnya baru didiskusikan bersama-sama.
Gandeng Para Pakar
Terjun di bidang literasi, Klub Nonton mengatakan pihaknya bekerja sama dengan banyak narasumber kompeten.
Mulai dari praktisi film, Dewan Kesenian Lampung, serta pihak-pihak lain yang pakar di bidangnya.
Namun jangan salah, diskusi yang dilakukan tidak hanya terbatas soal teknis.
Klub Nonton juga memfasilitasi diskusi isu yang diangkat dalam film.
Misalnya, ketika sedang membahas isu perempuan, Klub Nonton bekerja sama Lembaga Advokasi Perempuan Damar.
Diskusi-diskusi tersebut dianggap perlu untuk dilaksanakan agar penonton mendapatkan pemahaman yang utuh dari pesan yang disampaikan dalam film sekaligus menghindari salah makna.
Klub Nonton dan Perfilman Lampung
Perfilman Indonesia saat ini dinilai semakin lama semakin baik.
Banyak film-film berkualitas yang mendapatkan penghargaan di berbagai festival.
Sedangkan untuk wilayah Lampung sendiri dirasa masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.
Sebab, jika dibandingkan dengan sineas dari kota-kota lain di Pulau Jawa, sineas Lampung tampak kerepotan di aspek teknis seperti audio, gambar, dan sound.
Aspek teknis penting diperhatikan karena tanpa teknis yang rapi, mustahil bisa menjadi karya yang bagus.
Tak hanya itu, untuk isu cerita yang diangkat, sineas Lampung juga masih betah berada di zona aman.
Kebanyakan dari mereka masih mengangkat isu anak sekolah, cinta, dan isu mainstream lainnya.
Selain karena kurangnya keberanian untuk mencoba isu baru, masalah-masalah yang terjadi pada perfilman Lampung juga karena kurang terdistribusinya jobdesk yang ada.
Dari 1 sampai 10, sineas Lampung dinilai masih berada di angka 2.
Meski begitu, diharapkan ke depannya bisa jauh lebih baik.
Terbuka untuk Umum
Klub Nonton mengaku terbuka bagi siapapun yang ingin hadir di setiap acara yang digelar.
Klub Nonton memposisikan diri hanya sebagai pengurus, sedangkan penonton yang hadir dianggap sebagai anggota.
Ketika sudah menjadi anggota, secara otomatis akan tergabung ke dalam grup yang di dalamnya banyak informasi-informasi seputar Klub Nonton ataupun film.
Jumlah pengurus Klub Nonton saat ini kurang dari 15 orang.
Dengan jumlah minimalis tersebut, biasanya akan dilakukan open volunteer tiap kegiatan besar guna mengatasi kekurangan tenaga.
Biasanya Klub Nonton membuka kesempatan volunteer kepada pelajar SMK.
Sebab, banyak dari mereka yang berasal dari jurusan multimedia.
Biodata
- Nama: Klub Nonton
- Tahun pembentukkan: 2012
- Pendiri: Aji Aditya
- Jumlah anggota: Sekitar 15 orang
- Fokus gerakan: Ekshibisi dan literasi film
- Struktur organisasi: Founder, supervisor, sekretaris, bendahara, HRD, divisi public relations, project development dan sponsorship.
(Tribunlampungwiki.com/Kiki Novilia)
Videografer Tribunlampung.co.id/Wahyu Iskandar