Dinas Kelautan dan Perikanan Terima Hibah 10 Alat Pendeteksi Tangkap Ikan

Penggunaan alat deteksi secara IT ini untuk membiasakan nelayan melek teknologi dan bisa memperoleh kuantitas ikan terus melimpah.

Penulis: Bayu Saputra | Editor: martin tobing
TRIBUN LAMPUNG/BAYU SAPUTRA
Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Lampung menerima hibah 10 alat pendeteksi untuk tangkap ikan dari perusahaan elektronik perikanan PT Unggul Cipta Teknologi (UCT), Rabu (22/4/2020). 

Laporan Reporter Tribun Lampung Bayu Saputra

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Lampung menerima hibah 10 alat pendeteksi untuk tangkap ikan dari perusahaan elektronik perikanan PT Unggul Cipta Teknologi (UCT), Rabu (22/4/2020).

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung Febrizal Levi Sukmana menjelaskan, 10 alat pendeteksi ikan (Yokum VMA) tersebut akan didistribusikan kepada para nelayan yang berada di Labuhan Maringgai Lampung Timur.

Harapannya,  tangkapan ikan nelayan ini bisa melimpah dan kesejahteraannya meningkat.

"Termasuk juga kita akan terus mendongkrak untuk hasil hewani bidang perikanan terus kita pasok. Sehingga protein hewani ikan dan ketahanan pangan Lampung aman dalam masa pandemi Corona," katanya

Penggunaan alat deteksi secara IT ini untuk membiasakan nelayan melek teknologi dan bisa memperoleh kuantitas ikan terus melimpah.

Manfaat lainnya, saat menangkap ikan jika sebelumnya banyak bahan bakar solar yang terbuang untuk mencari keberadaan ikan tersebut, kini dengan alat Yokum VMA ini akan hemat Bahan Bakar Minyak (BBM).

Manfaat lainnya, DKP juga bisa memantau kegiatan nelayan.

"Sehingga hasil yang didapat para nelayan juga maksimal, dan termasuk dari sisi keselamatannya terjamin karena langsung dipantau oleh petugas," papar Febrizal.

Ia menyatakan, tower komunikasi juga sudah  yang berada di Labuhan Maringgai Lampung Timur sudah siap.

Menurut Febrizal, jarak tempuh untuk bisa mendeteksi ikan menggunakan alat Yokum VMA ini sekitar 65 km.

Apabil ada kecelakaan hingga badai menerjang saat melaut maka nelayan secara otomatis bisa melaporkan kondisi terkini.

Febrizal menyatakan, saat ini memang sedang uji coba  alat tersebut untuk tingkat keberhasilan di wilayah Labuhan Maringgai dan bisa seluruh wilayah pesisir.

Nelayan yang berhak menerima bantuan ini  lengkap perizinan, muat bongkar di pelabuhan, kapal dibawah 30 GT terlebih dahulu dengan total 1.100 kapal diatas 5 GT.

Senior Marketing Manager PT UCT Mirna A Basmalah mengatakan, menggunakan alat deteksi ini nelayan berhasil tangkap ikan melimpah.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved