Tribun Lampung Selatan

Jelang Ramadan, Daya Beli Warga di Pasar Kalianda Turun 50 Persen

Daya beli masyarakat belum menunjukan peningkatan yang signfikan menjelang bulan Ramadan.

Penulis: Dedi Sutomo | Editor: soni
Tribunlampung.co.id/Dedi
Penjual daging di pasar Kalianda 

Jelang Ramadan, Daya Beli Warga di Pasar Kalianda Turun 50 Persen

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA - Daya beli masyarakat belum menunjukan peningkatan yang signfikan menjelang bulan Ramadan.

Bahkan daya beli masyarakat untuk beberapa bahan kebutuhan yang biasanya tinggi ketika menjelang puasa, kini cendrung turun. Terutama untuk kebutuhan daging sapi.

Belum terlihatnya peningkatan daya beli masyarakat menjelang Ramadan diakui Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lampung Selatan Arsyad Husein.

Menurut dirinya, dampak dari pandemi virus corona (covid-19) saat ini memang sangat terasa pada penurunan daya beli masyarakat.

Jelang Ramadan, Harga Bawang Putih dan Bawang Merah di Kalianda Melonjak

Karena itu, sangatlah wajar bila daya beli masyarakat menjelang Ramadan, terutama pada komoditi ternak, seperti daging sapi dan ayam potong belum menunjukkan pergerakan. "Dampak ekonominya sangat terasa. Daya beli masyarakat turun," kata dia, Rabu (22/4).

Arsyad mengatakan, tidak hanya pada pasar lokal, penurunan permintaan akan daging sapi dan ayam potong ke wilayah Jabodetabek di tengah pandemi covid-19 saat ini pun turun. Penurunan ini sudah mulai terlihat sejak bulan Maret lalu.

"Secara umum penurunan daya beli masyarakat untuk komoditi ternak ini bisa mencapai 30 hingga 50 persen. Tidak hanya lokal. Pengiriman untuk ke Jabodetabek pun turun," ujar dirinya.

Sementara, para pedagang daging mengaku belum ada peningkatan beli masyarakat menjelang Ramadan tahun ini, meski harga daging relatif stabil pada kisaran Rp 120 ribu per kg. "Belum ada peningkatan daya beli. Justru malah turun," kata Anto, pedagang daging di Kalianda, Rabu (22/4).

Dampak dari pandemi covid-19 saat ini, menurutnya, sangat dirasakan. Padahal, menjelang puasa dan saat menjelang Lebaran umumnya permintaan daging cukup tinggi.

Kondisi ini juga diakui pedagang ayam potong. Menjelang puasa belum terlihat peningkatan daya beli masyarakat. "Belum ada peningkatan. Masih seperti kemarin-kemarin," kata Yuni, seorang pedagang ayam potong.

Untuk harga ayam potong justru masih stabil pada kisaran Rp 35 ribu per kg dan belum ada kenaikan.

Para pedagang pun maklum dengan menurunnya daya beli masyarakat di tengah pandemi covid-19 saat ini. "Kita maklumlah daya beli masyarakat saat ini rendah. Karena ekonomi tidak bergerak di tengah pandemi virus corona saat ini," ujar Yuni.

Pantauan Tribun di Pasar Kalianda kemarin, belum terlihat peningkatan aktivitas warga yang ingin membeli bahan kebutuhan untuk persiapan memasuki puasa Ramadan. Aktivitas di pasar Kalianda relatif normal.

Kondisi yang sama juga terpantau di pasar Sidomulyo dan pasar Bakauheni. Di kedua pasar ini, kondisi daya beli masyarakat juga belum menunjukkan peningkatan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved