Breaking News:

Ramadan 2020

Bacaan Doa Kamilin, Bisa Dibaca Setelah Sholat Tarawih saat Ramadhan 2020

Pembacaan doa kamilin identik dengan bulan Ramadan karena biasanya dibaca seusai melaksanakan Salat atau Sholat Tarawih.

Editor: Heribertus Sulis
tribunlampung.co.id/dodi kurniawan
Ilustrasi. Bacaan Doa Kamilin, Bisa Dibaca Setelah Sholat Tarawih di Ramadhan 2020. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Pembacaan doa kamilin identik dengan bulan Ramadan karena biasanya dibaca seusai melaksanakan Salat atau Sholat Tarawih.

Bagaimana sebenarnya bacaan doa kamilin dan waktu pembacaannya yang tepat?

Berikut, penjelasan pengasuh Pondok Pesantren Darul Fattah Bandar Lampung, ustaz Asep Abdullah.

Menurut Asep, doa tersebut bernama doa kamilin karena pada awal bacaannya, terdapat kata kamilin.

Berikut, bacaan doa kamilin.

Allahummaj 'alnaa bil iimaani kaamiliin, walil faraaidhi muaddiin,

walis shalaati haafidhiin, waliz zakaati faa 'iliin,

walima 'indaka thaalibiin, wali'afwika raajiin,

wabilhudaa mutamassikiin, wa'anil laghwi mu'ridhiin,

wafid dunya zaahidiin, wafil aakhirati raahibiin, wabilqadhaa-i raadhiin,

walinna'maa-i syaakiriin, wa 'alal balaa-i saabiriin,

watahta liwaa-i sayyidina muhammadin saw yaumal qiyaamati saa-iriin,

wa-ilal haudhi waaridhiin, wa-ilal jannati daahiliin, waminan naari naajiin,

wa 'ala sariiril karaamati qaa 'idiin, wamin huuril 'aini mutazawwijiin,

wamin sundusin wa istabrakin wadiibaajin mutalabbisiin, wamin ta'aamil jannati aakiliin,

wamin labanin wa 'asalin musaffan syaaribiin, bi-akwaabiw wa abaariqaw waka'sim mimma'iin,

ma'al ladziina an'amta 'alaihim minan nabiyyiina was siddiiqiina was syuhadaa-i was saalihiin,

wahasuna ulaa-ika rafiiqa, dzaalikal fadhlu minallaahi wakafaa billaahi 'aliima.

Allaahummaj 'alna fii haadzihil lailatis syariifatil mubaarakati minas su'adaa-il maqbuuliin,

walaa taj'alnaa minal asyqiyaa-il marduudiin, wasallallaahu 'alaa sayyidinaa muhammadin wa-aalihi wa sahbihi ajma'iin,

birahmatika yaa arhamar raahimiin, walhamdulillaahi rabbil'aalamiin.

Artinya bacaan doa kamilin:

Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya,

sanggup menjalankan semua kewajiban, mampu menjaga salat,

bisa mengeluarkan zakat, yang mencari apa yang ada di sisi-Mu,

yang mengharapkan ampunan dan berpegang teguh pada petunjuk-Mu juga dipalingkan dari segala permainan/tipu daya,

tergolong menjadi orang-orang yang zuhud di dunia dan mencintai kehidupan akhirat ,

rida akan qada yang sudah digariskan, bersyukur atas nikmat yang dilimpahkan,

sabar atas segala musibah, termasuk orang-orang yang berjalan di bawah panji-panji junjungan kami Nabi Muhammad SAW,

pada hari kiamat sekaligus bisa mendatangi telaga kautsar, yang masuk ke dalam surga dan selamat dari api neraka,

menjadi orang-orang yang bisa duduk di atas dipan kemuliaan, mempersunting bidadari yang berpakaian sutra,

yang bisa menikmati hidangan surga, minum air susu dan madu yang murni dengan gelas dan cawan bersama orang-orang yang Engkau beri nikmat,

yaitu dari golongan para nabi, shiddiqin, syuhada dan orang-orang salih,

mereka itulah teman yang terbaik. Kesemuanya itu adalah anugerah dari Allah,

dan cukuplah Dia sebagai Dzat yang Maha Mengetahui.

Ya Allah, jadikanlah kami pada malam yang mulia dan diberkahi ini termasuk golongan orang-orang yang beruntung yang diterima segala permohonannya,

dan janganlah Engkau jadikan kami termasuk golongan orang-orang yang celaka yang tidak diperkenankan amalnya,

Salawat beserta salam Allah semoga tetap terlimpahkan atas pemimpin kami Nabi Muhammad SAW, keluarga, dan semua sahabatnya dengan rahmat-Mu wahai Dzat yang paling pengasih di antara para pengasih.

Dan segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.

Tak Hanya Bulan Ramadan

Ustaz Asep Abdullah mengatakan, bacaan doa kamilin tidak hanya bisa dibaca saat bulan Ramadan.

Doa tersebut dapat dibaca setiap saat, termasuk di luar bulan Ramadan.

"Arti dari doa kamilin ini kan mengharapkan kebaikan, keselamatan, dan minta dihindarkan dari segala bahaya. Jadi, bisa dibaca di waktu apapun di luar bulan Ramadan," kata ustaz Asep Abdullah, Selasa (2/4/2019).

Selain itu, tak ada dalil yang menyatakan bahwa doa kamilin hanya boleh dibaca saat bulan Ramadan.

Ustaz Asep Abdullah mengungkapkan, sumber bacaan doa kamilin tidak terdapat di dalam Alquran dan tidak pernah dibaca Rasulullah SAW.

"Tapi bukan berarti tidak boleh dilakukan. Karena, arti doa ini mengandung kebaikan. Meminta perlindungan Allah," jelasnya.

Hanya saja, Asep mengungkapkan, masyarakat terkadang salah persepsi dengan menganggap bahwa membaca doa kamilin wajib dilakukan setelah melaksanakan salat Tarawih.

"Dibaca boleh, tidak juga tidak apa-apa," ucapnya.

Hal itu karena selama doa yang dimintakan kepada Allah SWT tidak menyalahi akidah, dan justru menguatkan ketauhidan, Asep mengungkapkan, maka diperbolehkan dalam Islam.

Bacaan niat Sholat Tarawih

Salat atau Sholat Tarawih merupakan salat sunah yang dilaksanakan saat malam pada bulan Ramadan.

Pada bulan Ramadan 2020 atau Ramadhan 1441 Hijriah, umat Muslim dianjurkan melaksanakan Salat Tarawih sendiri di rumah karena wabah corona di Indonesia.

Berikut, niat Sholat Tarawih sendiri dan Tata Cara Salat Tarawih.

Salat Tarawih bisa dilaksanakan secara berjamaah maupun sendirian.

Pada umumnya, jumlah rakaat Salat Tarawih sebanyak 8 rakaat dan Salat Witir sebanyak 3 rakaat.

Sehingga, totalnya 11 rakaat.

Berikut, bacaan niat Sholat Tarawih sendiri.

اُصَلّى سٌنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

USHOLLI SUNNATAT TARAAWIHI ROK’ATAINI LILLAHI TA’ALAA

Artinya: Saya niat Salat Tarawih dua rakaat karena Allah Ta’alaa.

Tata Cara Salat Tarawih

Salat Tarawih dikerjakan setelah Salat Isya dengan bacaan dan gerakan yang sama dengan salat yang lain.

Perbedaannya ada pada niat.

Ada yang mengerjakan 23 rakaat, 3 rakaat witir atau 11 rakaat, 1 rakaat witir.

Salat Tarawih boleh dikerjakan dengan 2 macam cara, yaitu:

a. Setiap 2 rakaat salam.

b. Setiap 4 rakaat salam (tanpa tasyahud awal)

Akan tetapi yang paling baik, setiap 2 rakaat salam.

Karena dalam hadis, Rasulullah SAW menyatakan bahwa salat malam itu sebaiknya dikerjakan 2 rakaat 2 rakaat.

Setelah Salat Tarawih selesai, dilanjutkan dengan dengan mengerjakan Salat witir 3 rakaat.

Salat Witir boleh dikerjakan 3 rakaat salam (3 rakaat sekaligus, tanpa tasyahud awal), atau pertama dikerjakan 2 rakaat, kemudian 1 rakaat.

Adapun, Tata Cara Salat Tarawih sama dengan cara pelaksanaan Salat fardhu, baik gerakan maupun bacaannya.

Perbedaan hanya pada niat.

Surat yang dibaca ketika Salat Tarawih

Dalam Salat Tarawih, surat yang dibaca setelah Al-Fatihah sebaiknya adalah:

1. Malam tanggal 1 sampai pertengahan Ramadan 2020:

Setap rakaat pertama dibaca satu surat dari surat-surat berikut secara berurutan, yaitu: At- Takaatsur, Al-‘Ashr, Al-Humazah, Al-Fiil, Quraisy, Al-Maa’uun, Al-‘Kautsar, Al-Kaafiruun,  An-Nashr dan Al-Lahab.

Sedangkan setiap rakaat kedua dibaca surat Al-Ikhlash.

2. Malam pertengahan sampai akhir Ramadan:

Setiap rakaat pertama dibaca surat Al-Qadr.

Sedangkan setiap rakaat kedua dibaca satu surat dari surat-surat berikut secara berurutan, yaitu: At-Takaatsur, Al-Ashr, Al-Humazah, Al-Fiil, Quraisy, Al-Maa’uun, Al-Kautsar, Al-Kaafiruun, An-Nashr dan Al-Lahab.

Hukum Salat Tarawih

Di bulan Ramadan, diwajibkan berpuasa dan dianjurkan Salat Tarawih dan Salat Witir.

Para ulama sepakat bahwa Salat Tarawih hukumnya adalah sunah (dianjurkan), dan tidak wajib.

Imam an-Nawawi mengatakan:

أما حكم المسألة فصلاة التراويح سنة بإجماع العلماء

Adapun hukum masalah salat Tarawih, maka Salat Tarawih hukumnya sunah dengan sepakat ulama. (al-Majmu’ Syarh Muhadzab, 4/31).

Keterangan yang sama juga disebutkan dalam ensiklopedi fikih islam,

أجمع المسلمون على سنية قيام ليالي رمضان، وقد ذكر النووي أن المراد بقيام رمضان صلاة التراويح

Kaum muslimin sepakat tentang hukum anjuran untuk qiyam malam ramadan. dan an-Nawawi telah menyebutkan bahwa yang dimaksud qiyam ramadan adalah salat Tarawih. (al-Mausu’ah al-Fiqhiyah al-Kuwaitiyah, 23/144).

Di tempat lain, dalam ensiklopedi fikih islam juga disebutkan:

اتفق الفقهاء على سنية صلاة التراويح، وهي عند الحنفية والحنابلة وبعض المالكية سنة مؤكدة، وهي سنة للرجال والنساء وهي من أعلام الدين الظاهرة

Ulama sepakat tentang hukum anjuran untuk Salat Tarawih. Sementara menurut madzhab hanafiyah, hambali, dan sebagian malikiyah, salat Tarawih hukumnya sunah yang sangat ditekankan.

Salat ini dianjurkan bagi lelaki dan wanita.

Dan Salat ini termasuk syiar agama islam yang sangat nampak. (al-Mausu’ah al-Fiqhiyah al-Kuwaitiyah, 27/137).

Diantara dalil yang menunjukkan bahwa Salat Tarawih tidak wajib, bahwa di zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, salat Tarawih berjamaah hanya dikerjakan selama 3 malam.

Sahabat Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu menceritakan,

صُمْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَمَضَانَ، فَلَمْ يَقُمْ بِنَا شَيْئًا مِنْهُ، حَتَّى بَقِيَ سَبْعُ لَيَالٍ، فَقَامَ بِنَا لَيْلَةَ السَّابِعَةِ حَتَّى مَضَى نَحْوٌ مِنْ ثُلُثِ اللَّيْلِ، ثُمَّ كَانَتِ اللَّيْلَةُ السَّادِسَةُ الَّتِي تَلِيهَا، فَلَمْ يَقُمْهَا، حَتَّى كَانَتِ الْخَامِسَةُ الَّتِي تَلِيهَا، ثُمَّ قَامَ بِنَا حَتَّى مَضَى نَحْوٌ مِنْ شَطْرِ اللَّيْلِ، فَقُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ لَوْ نَفَّلْتَنَا بَقِيَّةَ لَيْلَتِنَا هَذِهِ. فَقَالَ: «إِنَّهُ مَنْ قَامَ مَعَ الْإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ، فَإِنَّهُ يَعْدِلُ قِيَامَ لَيْلَةٍ» ثُمَّ كَانَتِ الرَّابِعَةُ الَّتِي تَلِيهَا، فَلَمْ يَقُمْهَا، حَتَّى كَانَتِ الثَّالِثَةُ الَّتِي تَلِيهَا، قَالَ: فَجَمَعَ نِسَاءَهُ وَأَهْلَهُ وَاجْتَمَعَ النَّاسُ، قَالَ: فَقَامَ بِنَا حَتَّى خَشِينَا أَنْ يَفُوتَنَا الْفَلَاحُ، قَالَ: ثُمَّ لَمْ يَقُمْ بِنَا شَيْئًا مِنْ بَقِيَّةِ الشَّهْرِ

Kami berpuasa bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada bulan Ramadan.

Beliau tidak pernah mengimami Salat malam sama sekali, hingga Ramadan tinggal 7 hari.

Pada H-7 beliau mengimami kami Salat malam, hingga berlalu sepertiga malam. Kemudian pada H-6, beliau tidak mengimami kami.

Hingga pada malam H-5, beliau mengimami kami salat malam hingga berlalu setengah malam. Kamipun meminta beliau, ‘Wahai Rasulullah, bagaimana jika kita tambah Salat Tarawih hingga akhir malam?’

Kemudian beliau bersabda, ‘Barangsiapa yang Salat Tarawih berjamaah bersama imam hingga selesai, maka dia mendapat pahala Salat tahajud semalam suntuk.’

Kemudian H-4, beliau tidak mengimami jamaah Tarawih, hingga H-3, beliau kumpulkan semua istrinya dan para sahabat.

Kemudian, beliau mengimami kami hingga akhir malam, sampai kami khawatir tidak mendapatkan sahur. Selanjutnya, beliau tidak lagi mengimami kami hingga Ramadan berakhir. (HR. Nasai 1605, Ibn Majah 1327 dan dishahihkan Al-Albani).

Kesimpulan yang bisa digarisbawahi dari hadis di atas, bahwa para sahabat pada beberapa malam mereka tidak salat Tarawih berjamaah, meskipun bisa jadi mereka salat tahajud di masjid.

Akan tetapi, mereka juga puasa dan tidak diperintahkan untuk meng-qhada’-nya.

Itulah, bacaan doa kamilin yang dibaca seusai melaksanakan Salat atau Sholat Tarawih. (tribunlampung.co.id/sulis markhamah)

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved