Mutiara Ramadan
Mencari Ridho ilahi
Ramadan adalah bulan yang penuh dengan keberkahan dan peluang emas bagi kita untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah.
Penulis: Riyo Pratama | Editor: Teguh Prasetyo
Mutiara Ramadan
Mencari Ridho ilahi
oleh Drs. H. Muhibbun, S.Pd, MM, Ketua Majelis Tabligh PWM Lampung
BULAN Ramadan adalah bulan yang penuh dengan keberkahan dan peluang emas bagi kita untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah. Puasa bukan hanya sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga merupakan sarana untuk melatih kesabaran, ketulusan, dan keikhlasan.
Lebih dari itu, puasa adalah proses penyucian jiwa, yang pada hakikatnya adalah upaya untuk meraih ridho Allah. Maka dalam kesempatan yang mulia ini, mari kita renungkan bagaimana cara memperoleh ridho Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Apa sebenarnya yang dimaksud dengan ridho Allah? Ridho Allah adalah keadaan di mana Allah menerima, meridhai, dan merasa puas terhadap amal perbuatan seorang hamba. Ketika seseorang mendapatkan ridho Allah, maka seluruh kehidupannya akan diberkahi dan dipenuhi dengan ketenangan.
Terdapat beberapa cara menggapai Ridho Allah. Diantaranya; pertama adalah Mengikuti Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Mengikuti sunnah Rasulullah adalah kunci utama dalam mendekatkan diri kepada Allah. Rasulullah telah memberikan contoh nyata dalam beribadah, bermuamalah, dan menjalani kehidupan sehari-hari.
Sebagaimana sabda beliau: "Barangsiapa yang dikehendaki Allah kebaikan, maka dia akan diberikan pemahaman dalam agama." (HR. Bukhari). Dengan mengikuti sunnah Rasulullah dalam semua aspek kehidupan—baik dalam ibadah, akhlak, maupun dalam bermasyarakat—maka kita akan semakin dekat dengan ridho Allah.
Lalu yang kedua. Menjalankan Perintah Allah dan Menjauhi Larangan-Nya. Allah telah memberikan pedoman yang jelas dalam Alquran tentang apa yang diperintahkan dan apa yang dilarang. Ketaatan kepada Allah merupakan bukti cinta seorang hamba kepada-Nya. Dalam firman-Nya disebutkan:
"Katakanlah (Muhammad), ‘Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.’ Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." (QS. Ali Imran: 31).
Menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya bukan sekadar kewajiban, tetapi juga merupakan bentuk kasih sayang Allah kepada kita. Setiap perintah adalah jalan mendekatkan diri kepada-Nya, dan setiap larangan adalah perlindungan dari keburukan.
Kemudian yang ketiga, Bertawakal dan Beramal dengan Ikhlas. Keikhlasan dalam setiap amal perbuatan adalah pondasi utama bagi seorang muslim. Tawakal kepada Allah berarti menyerahkan segala urusan kepada-Nya dengan keyakinan bahwa Allah akan memberikan yang terbaik, meskipun kita belum memahami hikmahnya. Rasulullah bersabda: "Jika kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya, niscaya Allah akan memberi rezeki kepada kalian sebagaimana Dia memberi rezeki kepada burung, yang pergi di pagi hari dalam keadaan lapar dan pulang di sore hari dalam keadaan kenyang." (HR. Tirmidzi).
Tawakal dan keikhlasan akan membawa seseorang lebih dekat kepada ridho Allah, karena ia menyandarkan segala harapan dan usahanya hanya kepada-Nya. Lalu bagaimana kita bisa mengetahui bahwa kita telah mendapatkan ridho Allah? Berikut adalah beberapa tanda yang bisa kita rasakan:
1. Hati yang Tenang dan Puas
Orang yang mendapatkan ridho Allah akan merasakan ketenangan dalam hati mereka. Apapun yang terjadi dalam hidupnya, ia akan selalu bersyukur dan tidak berprasangka buruk kepada Allah. Allah berfirman: "Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram." (QS. Ar-Ra’d: 28)
2. Hidup yang Diberkahi
Orang yang mendapat ridho Allah akan merasakan keberkahan dalam kehidupannya, baik dalam rezeki, keluarga, maupun dalam berbagai urusan lainnya. Mereka akan selalu merasa cukup dan selalu memiliki peluang untuk berbuat kebaikan.
3. Selalu Diberi Kemudahan dalam Kebaikan
Allah akan memudahkan jalan bagi mereka yang dicintai-Nya untuk melakukan kebaikan. Orang yang mendapatkan ridho Allah akan merasa ringan dalam beribadah, rajin beramal, dan selalu berusaha menjauhi maksiat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Drs-H-Muhibbun-SPd-MM-Ketua-Majelis-Tabligh-PWM-Lampung.jpg)