Mutiara Ramadan
Memahami Peristiwa Nuzulul Quran
Nuzulul Quran bermakna peristiwa turunnya wahyu pertama yang diterima oleh Rasulullah di Gua Hira, yang kemudian menjadi pedoman bagi seluruh umat.
Penulis: Riyo Pratama | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Secara bahasa, Nuzulul berasal dari bahasa Arab yang berarti "turun" atau "diturunkan".
Sedangkan Quran adalah wahyu Allah yang diberikan kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantara Malaikat Jibril.
Penyuluh Agama Kanwil Kemenag Lampung Rusdi Kikabir mengatakan, Nuzulul Quran bermakna peristiwa turunnya wahyu pertama yang diterima oleh Rasulullah di Gua Hira, yang kemudian menjadi pedoman bagi seluruh umat Islam.
Membaca Alquran adalah ibadah yang sangat dianjurkan karena ia merupakan kalamullah, firman Allah yang suci dan penuh berkah terlebih di bulan Ramadan
“Peristiwa Nuzulul Quran terjadi pada malam 17 Ramadan. Pada saat itu, Nabi Muhammad SAW sedang beribadah dan bertafakur di Gua Hira,” kata Rusdi Kikabir dalam program Mutiara Ramadan yang tayang di kanal YouTube Tribun Lampung, Minggu (16/3/2025).
Tiba-tiba, terus Rusdi, Malaikat Jibril datang menyampaikan wahyu pertama dari Allah SWT, yakni ayat-ayat awal dari Surat Al-Alaq:
"Iqra' bismi rabbikalladzi khalaq. Khalaqal insana min 'alaq. Iqra' wa rabbukal akram. Alladzi 'allama bil qalam. 'Allamal insana ma lam ya'lam." Artinya: "Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha Mulia. Yang mengajar (manusia) dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya." (QS Al-Alaq: 1-5)
“Turunnya wahyu ini menandai awal kenabian Rasulullah SAW dan menjadi titik awal penyebaran ajaran Islam,” tambahnya.
Para ulama menjelaskan bahwa turunnya Alquran terjadi dalam beberapa tahapan.
Alquran pertama kali diturunkan oleh Allah ke Lauhul Mahfudz, sebagaimana firman Allah: "Bahkan yang didustakan itu adalah Al-Quran yang mulia, yang tersimpan dalam Lauhul Mahfudz." (QS Al-Buruj: 21-22)
Lalu dari Lauhul Mahfudz ke Baitul Izzah di Langit Dunia. Setelah tersimpan di Lauhul Mahfudz, Alquran kemudian diturunkan ke Baitul Izzah, yaitu di Langit Dunia.
Penurunan ini terjadi pada malam Lailatulkadar, sebagaimana disebutkan dalam Alquran: "Sesungguhnya Kami menurunkannya (Alquran) pada malam yang diberkahi. Sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan." (QS Ad-Dukhan: 3)
“Pada tahap ketiga, Alquran diturunkan secara bertahap kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril. Penurunan ini berlangsung selama 23 tahun, sesuai dengan kondisi dan peristiwa yang terjadi pada masa dakwah Nabi,” bebernya.
Tujuan dari penurunan secara berangsur-angsur ini adalah agar Alquran dapat lebih mudah dipahami, diamalkan, serta menjadi solusi bagi berbagai permasalahan yang dihadapi umat Islam kala itu.
Peristiwa Nuzulul Quran memiliki banyak hikmah dan keutamaan, di antaranya memperteguh hati Rasulullah dan para sahabat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Kanwil-Kemenag-Lampung-Rusdi-Kikabir.jpg)