Cerita Pemudik Bandel Dikarantina di Rumah Hantu

Tiga orang pemudik yang dikarantina di rumah hantu tersebut disebut menangis ketakutan setelah didatangi sosok gaib.

Tayang:
Editor: taryono
Ilustrasi - Cerita Pemudik Bandel Dikarantina di Rumah Hantu 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Aturan Pemerintah Desa Sepat, Kecamatan Masaran, Sragen, yang mengkarantina pemudik bandel di rumah hantu tampaknya efektif.

Tiga orang pemudik yang dikarantina di rumah hantu tersebut disebut menangis ketakutan setelah didatangi sosok gaib.

Mereka kapok dan berjanji tidak melanggar aturan karantina mandiri.

Kepala Desa Sepat, Mulyono mengatakan, tiga pemudik itu sebelumnya pulang dari Jakarta, Kalimantan dan Lampung.

Tiba di kampung, mereka sudah diminta untuk melakukan karantina mandiri selama 14 hari.

Namun karena tidak tertib, mereka dijemput Satgas Covid-19 Desa Sepat dan dikarantina di rumah hantu.

Isolasi Mandiri Pemudik, Warga Kampung Mojokerto Lamteng Siapkan Rumah Kosong

Rumah Angker Dijadikan Tempat Isolasi Pemudik Bandel di Sragen

UPDATE - 8.607 Positif Corona di Indonesia, 1.042 Sembuh, dan 720 Meninggal Dunia

Bersyukur Ada Wabah Virus Corona, Luna Maya: Manusia Selama Ini Sudah Terlalu Sombong

"Dua hari mereka nangis-nangis terus. Tiap malam malam katanya didatangi dan dibayang-bayangi hantu di rumah hantu," kata Mulyono, saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (25/4/2020).

Setelah kejadian itu, orang tua pemudik memohon kepada kepala desa agar anak mereka bisa dikarantina di rumah.

Mulyono akhirnya mengabulkan permohonan itu dengan syarat orangtua harus mengawasi anaknya dengan ketat.

"Orangtuanya setuju untuk membantu dan mengawasi anaknya karantina mandiri di rumah akhirnya kita lepaskan dari rumah hantu," ujar dia.

Adapun rumah hantu yang digunakan untuk tempat karantina itu sebelumnya adalah gudang tas.

Sudah 10 tahun gudang tersebut dibiarkan kosong.

Mulyono berharap dengan adanya kejadian tersebut tidak ada lagi masyarakat yang bandel ketika dimintai melakukan karantina mandiri.

"Niat kita membuat rumah hantu ini adalah untuk karantina bagi pemudik yang bandel menjalani karantina mandiri di rumah," ungkap dia. Sumber: Kompas.com

(Penulis: Labib Zamani | Editor: Robertus Belarminus)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Sumber: Kompas.com
Tags
Covid-19
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved