Breaking News

Satu-satunya Putri Kerajaan Arab yang Dijebloskan ke Penjara, Kini Kondisinya Memburuk

Satu-satunya putri kerajaan Arab Saudi yang dipenjara di dalam sel tahanan dikabarkan kondisinya memburuk di tengah wabah corona.

(MANDEL NGAN/AFP)
Foto pada 12 April 2017 menunjukkan Putri Basmah binti Saud bin Abdulaziz berbicara dalam diskusi tentang peranan wanita di Timur Tengah, acara bertempat di Middle East Institute Washington DC, Amerika Serikat. Setahun setelah dijebloskan ke penjara tanpa dakwaan, kesehatan Putri Basmah memburuk dan dikhawatirkan tertular Covid-19. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Satu-satunya Putri Kerajaan Arab Saudi yang dipenjara di dalam sel tahanan dikabarkan kondisinya memburuk di tengah wabah corona.

Putri Basmah binti Saud dipenjara tanpa dakwaan selama satu tahun terakhir.

Padahal, keluarga kerajaan yang menjalani hukuman biasanya hanya dikenai hukuman tahanan rumah atau ditahan di villa maupun hotel mewah.

Tapi tidak bagi Putri Basmah binti Saud, yang harus mendekan di dalam sel panjara.

Setahun setelah mendekam di penjara tanpa dakwaan, kesehatan putri kerajaan Arab Saudi dikabarkan memburuk dan memunculkan kekhawatiran dirinya tertular Covid-19.

Putri Basmah binti Saud (56) yang sejak lama dipandang sebagai pendukung hak-hak perempuan, mulai menghilang secara misterius dari hadapan publik sejak Maret tahun lalu.

Namun bulan lalu akun Twitter-nya mendadak aktif lagi dengan sepucuk surat dari sang putri yang mengklaim dirinya "diculik" dan "dijebloskan ke penjara" bersama putrinya yang berusia 28 tahun, Suhoud al-Sharif.

Tiga Pangeran Arab Saudi dan Putri Kerajaan yang Bernasib Tragis Meski Bergelimang Harta

Raja Salman Diungsikan ke Pulau, 150 Anggota Keluarga Kerajaan Arab Terinfeksi Corona

Raja Salman Diungsikan ke Pulau, 150 Anggota Keluarga Kerajaan Arab Terinfeksi Corona

Pertama dalam Sejarah! Voque Arabia Tampilkan Foto Putri Kerajaan Mengemudi

Mereka telah memohon bantuan ke Raja Salman dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman, tapi belum ada tanggapan.

Surat itu menyuarakan kekhawatiran bahwa "kesehatannya memburuk" di penjara al-Ha'ir, Riyadh, yang dilengkapi sistem keamanan tinggi.

Sebab, penjara itu menampung para narapidana terorisme dan tahanan politik.

Namun beberapa jam kemudian tweet itu dihapus.

Dua sumber yang dekat dengan keluarga itu mengatakan pada jurnalis AFP bahwa akun itu telah diretas oleh "seseorang di Arab Saudi".

"Sejak tweet itu, tidak ada kontak lagi; tidak ada tanda-tanda sang putri atau Suhoud," kata seorang sumber.

"Tidak ada lagi panggilan telepon, tidak ada apa-apa."

Ketakutan keluarga semakin diperkuat oleh kemungkinan wabah virus corona telah menembus penjara al-Ha'ir.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved