Berita Nasional

6 Petani Tewas Terkena Jebakan Tikus di Sragen, Bupati Langsung Bereaksi

Sebanyak 6 petani tewas akibat terkena jebakan tikus dalam satu bulan terakhir. Diketahui awalnya, mereka melintas di sawah milik orang lain.

Tribun Jateng/Mahfira Putri Maulani
Seorang petani ditemukan meninggal dunia di area persawahannya ring road utara Kampung Klumutan, RT 01 Kelurahan Sine, Jumat (8/5/2020) lalu. 6 Petani Tewas Terkena Jebakan Tikus di Sragen, Bupati Langsung Bereaksi. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAWA TENGAH - Sebanyak 6 petani tewas akibat terkena jebakan tikus dalam satu bulan terakhir.

Mereka tewas karena tersengat listrik dari jebakan tikus tersebut.

Diketahui awalnya, mereka melintas di sawah milik orang lain, yang tidak diketahui punya jebakan tikus listrik.

Kasus petani tewas akibat terkena jebakan tikus listrik itu disampaikan Bupati Sragen, Jawa Tengah, Kusdinar Untung Yuni Sukowati ketika melakukan sosialisasi Covid-19 di Desa Kecik Kecamatan Tanon, Selasa (12/5/2020).

Pemasangan jebakan tikus listrik disebut Yuni merupakan pelanggaran hukum.

Kronologi Penembakan di Register 45 Mesuji, Petani Tewas Diberondong Peluru di Depan Istri

Kakek Cabuli Balita Tetangganya di Lampung Utara Akibat Tak Kuat Tahan Nafsu Saat Puasa

Suami Istri Dibunuh Tetangga Saat Listrik Padam, Sakit Hati Berujung Pembunuhan Sadis di Bekasi

"Kalau sampai ada yang meninggal dunia kita akan menuntut si pemilik sawah yang mengaliri listrik, hukum pidana akan berlaku," tegas Yuni.

Ilustrasi jenazah.
Ilustrasi jenazah. (tribunlampung.co.id/dodi kurniawan)

Yuni juga meminta kepada lurah yang hadir agar menyampaikan kepada warganya.

Hal itu terkait larangan pemasangan perangkap listrik di sawah.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sragen Eka Rini Mumpuni Titi Lestari telah membuat surat edaran terkait pelarangan tersebut.

"Surat edaran sudah kami kirim ke Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) yang ada di masing-masing kecamatan agar berkoordinasi PPL di desa," kata Eka.

Agar SE tersebut diindahkan warga, Eka juga berkoordinasi dengan kades, Babinsa, dan Babinkamtibmas.

Untuk pembasmian hama tikus di sawah, Eka menyatakan, ada cara lain yang tidak membahayakan manusia.

"Dilakukan pemasangan umpan dan tentunya trap yang ramah lingkungan dan tidak berbahaya bagu manusia."

"Bisa dilakukan pengasapan sarang-sarang tikus dengan harapan anak-anak tikus juga ikut mati," kata Eka.

Selain itu, petani diimbau menggunakan musuh alami yaitu pengembangan burung hantu yang bisa menjadi predator tikus di area persawahan.

"Penggunaan setrum listrik untuk pengendalian tikus tidak direkomendasikan karena setrum listrik itu sangat berbahaya dan dapat mengakibatkan kematian baik seluruh hewan maupun orangnya," lanjut Eka.

Selain itu, listrik di sawah juga berbahaya apabila terjadi banjir karena air di sawah juga akan mengandung aliran listrik.

"Seluruhnya kami minta mengedukasi atau sosialisasi kepada masyarakat bahwa penggunaan listrik untuk setrum tikus tidak direkomendasikan atau tidak diperbolehkan," tegasnya.

Kasus petani tewas diterkam harimau

Sebelumnya, seorang petani tewas diterkam harimau saat sedang menunggu durian.

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (22/12/2019).

Sebelumnya, kasus serupa pernah terjadi dan menelan tiga nyawa.

Dalam kasus terbaru, korban bernama Suwadi (57), warga Desa Pajar Bulan, Kecamatan Mulak Ulu, Lahat.

Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul 6 Petani di Sragen Meninggal Tersengat Listrik Jebakan Tikus, Bupati: Kita Akan Tuntut Pemilik Sawah.

Sebanyak 6 petani tewas akibat terkena jebakan tikus listrik di Sragen, Jawa Tengah. (Tribunjateng.com)

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved