2 Pengendara Motor Beri Kardus Dikira Isi Sepatu, Saat Dibuka Ternyata Bayi
Kotak sepatu berisi bayi yang diberikan oleh dua orang pengendara motor yang melintas.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Seorang pria mengaku diberi sebuah kotak yang dikira berisi sepatu. Tapi saat dibuka, kotak tersebut bukan berisi sepatu melainkan jenazah bayi.
Kotak sepatu berisi bayi yang sudah meninggal dunia tersebut diberikan oleh dua orang pengendara motor yang melintas.
Kasus prank kotak sepatu isi mayat bayi tengah viral di media sosial.
Peristiwa prank kotak sepatu isi mayat bayi terjadi di Jakarta Timur.
Penerima kotak sepatu itu adalah FL, yang mengaku diberikan kotak sepatu oleh warga yang belum diketahui identitasnya dan tengah diburu polisi.
Namun, alih-alih akan mendapatkan sepatu, ketika dibuka isi kotak tersebut justru berisi mayat bayi.
• Perjalanan YouTuber Ferdian Paleka, Bikin Prank Berujung Bui
• Demi Banyak Viewer, Youtuber Ini Tanpa Sengaja Membunuh Kekasihnya Saat Buat Video Prank
• Perwira Polisi yang Diancam Akan Ditembak Kini Tertangkap di Persembunyiannya
• BLT Rp 600 Ribu Dipotong Jadi Rp 150 Ribu, Kades hingga Kepala Dusun Diperiksa Polisi
• Istri dan Selingkuhannya Masih Saudara, Bripka HE Menyesal Tembak Keduanya
Kejadian mengejutkan ini bermula ketika FL sedang menggendarai sepeda motor di terowongan jembatan Ceger, Jalan Raya Hankam, Cipayung, Jakarta Timur, Jumat (15/5/2020), pukul 22.45 WIB.
"Tiba-tiba datang pengendara sepeda motor jenis matic warna hitam, nopol (nomor polisi) tidak ingat, berboncengan menggunakan masker, kemudian menghampiri saksi lalu memberikan bungkus sepatu warna merah merk Vans," kata Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Arie Ardiyan saat dikonfirmasi, Sabtu (16/5/2020).
Tanpa curiga FL lantas menerima kotak tersebut karena ia berpikir isinya sebuah sepatu.
Saat dibawa, kotak tersebut mengeluarkan bau busuk.
"Curiga karena bau busuk, lalu dibuka bungkusan kardus tersebut, dan didapati seorang bayi laki-laki dalam keadaan meninggal dunia," ucap dia, dikutip TribunJatim.com, Minggu ( 17/5/2020.
Prank lain yang menghebohkan
Sebelumnya, kasus prank yang cukup menghebohkan publik dilakukan oleh YouTuber Ferdian Paleka.
Ferdian Paleka dan temannya ditangkap polisi karena adanya laporan dari korbannya bernama Sani yang melapor ke Mapolrestabes Bandung karena menerima bingkisan berisi sampah dan batu.
Video bingkisan berisi sampah dan batu tersebut viral di media sosial.
Dalam video tersebut, YouTuber Bandung ini berpura-pura memberikan bingkisan berisi sampah dan batu yang ia bagikan kepada kaum transgender.
Pada rekaman itu, awalnya pemuda itu memperlihatkan sejumlah bingkisan yang tersimpan di dalam mobil untuk mereka bagikan.
Para pemuda ini kemudian merekam pemuda lainnya yang tengah mencari sesuatu di tempat sampah.
Mereka berkendara dengan menggunakan mobil untuk mencari targetnya dan membagikannya kepada para waria atau transpuan yang tengah mangkal di pinggiran jalan Kota Bandung.
Setelah sempat buron beberapa hari, polisi akhirnya berhasil menangkap YouTuber Ferdian Paleka dan temannya, Aidil, Jumat (8/5/2020) dini hari.
Mereka ditangkap saat keluar dari pelabuhan merak, tepatnya di Km 19 Tol Jakarta-Merak, Tangerang.
Sebelumnya, salah satu teman Ferdian bernama Tubagus Fahhdinar Achyar (20) sudah menyerahkan diri dengan diantar ibunya ke kantor polisi.
Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Kombes Saptono Erlangga mengatakan, pihaknya berhasil menangkap Ferdian setelah melakukan pengintaian dan penyelidikan terhadap ayah dari Ferdian yang diketahui berinisial H.
"Kita melakukan penyelidikan kepada orangtuanya, kita tahu dia akan menjemput Ferdian," kata Saptono saat dihubungi Kompas.com, Jumat pagi.
Setelah ikut ditangkap, ayah Ferdian juga akan ikut diperiksa. Saptono belum bisa memastikan apakah orangtua Ferdian akan ikut masuk bui atau tidak.
"Kita juga akan lakukan pemeriksaan terlebih dahulu kepada orangtuanya," jelasnya.
Direktur Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Jawa Barat Kombes Pol Hendra Suhartiono mengatakan, dua pelaku pembuat video prank sembako berisi sampah ini sempat melarikan diri ke wilayah Sumatera Selatan.
"Dia bersembunyi di Ogan Ilir, Palembang," katanya dihubungi wartawan, Jumat (8/5/2020). Lanjut Hendra, selama di Ogan Ilir, Ferdian bersembunyi di rumah salah satu temannya. "Selama pelarian juga dia gonta-ganti nomor ponsel," katanya.
Kapolrestabes Bandung Kombes Ulung Sampurna Jaya mengatakan, Ferdian dan temannya tidak kooperatif dalam pengusutan kasus ini. Hal itu dibuktikan dengan tidak segera menyerahkan diri dan mereka justru berusaha kabur dari pengejaran aparat.
"Intinya mereka sendiri tidak ada inisiatif atau kooperatif terhadap kasus yang dia buat sendiri, terbukti mereka melarikan diri kemudian penampilan diubah semua dan rambut (Ferdian) dicat," ujarnya.
Sementara itu, saat dihadirkan di Mapolrestabes Bandung, Ferdian meminta maaf.
"Saya minta maaf untuk seluruh rakyat Indonesia, terutama rakyat kota Bandung dan transpuan yang telah saya prank, dengan ngasih sembako isi sampah, saya sangat menyesal atas kelakuan saya, semoga saya dimaafkan," kata Ferdian sambil merapatkan kedua tangannya meminta maaf.
Ferdian mengaku, konten prank sembako isi sampah itu hanya untuk hiburan saja. "Nggak ada maksud lain, hanya hiburan saja," katanya sambil tertunduk.
Dikatakan Ferdian, yang mencetuskan ide itu atas dasar kesepakatan bersama.
"Kita bertiga, nggak ada salah satu," jelasnya.
Polisi menjerat mereka dengan pasal berlapis, yakni Pasal 45 ayat 3 huruf e, Pasal 36 dan Pasal 51 ayat 2 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.
(*)
Artikel ini sudah tayang di Tribun Jatim dengan judul : VIRAL Prank Kotak Isi Mayat Bayi, Penerima Dihentikan Mendadak & Curigai Bau Busuk, Pelaku Diburu
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/nasib-pria-miskin-dilarang-kuburkan-jenazah-bayinya-di-pemakaman-umum.jpg)