Tribun Bandar Lampung

Menjelang Lebaran, Harga Bawang Merah di Bandar Lampung Tembus Rp 60 Ribu per Kg

Narti, pedagang di Pasar Smep, mengatakan, sejak empat hari lalu harga bawang merah sudah mencapai Rp 60 ribu per kg.

Tribunlampung.co.id/Jelita Dini Kinanti
Narti, pedagang bumbu dapur di Pasar Smep, Bandar Lampung, Sabtu (23/5/2020). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Sehari menjelang hari raya Idul Fitri 1441 Hijriah, harga sembako di pasar tradisional Bandar Lampung naik.

Kenaikan tertinggi terjadi pada bawang merah.

Kini harganya menyentuh Rp 60 ribu per kg.

Narti, pedagang di Pasar Smep, mengatakan, sejak empat hari lalu harga bawang merah sudah mencapai Rp 60 ribu per kg.

Sebelumnya harganya hanya di kisaran Rp 35 ribu per kg.

Harga Cabai hingga Bawang Turun Akibat Corona, Pedagang: Tapi yang Beli Sedikit

Harga Gula Pasir di Kotabumi Tembus Rp 18 Ribu per Kg

Akibat Corona, Harga Emas 24 Karat Tembus Rp 800 Ribu per Gram

Promo Indomaret Jumat 22 Mei 2020, Sambut Lebaran 2020 dengan Diskon Gede

Selain bawang merah, harga tomat, rampai, cabai merah, cabai hijau, dan cabai rawit juga mengalami kenaikan.

Tomat dari Rp 12 ribu menjadi Rp 14 ribu per kg, rampai dari Rp 25 ribu menjadi Rp 30 ribu per kg, cabai merah dari Rp 15 menjadi Rp 25 ribu per kg, cabai hijau dari Rp 14 ribu menjadi Rp 20 ribu per kg, dan cabai rawit dari Rp 25 ribu menjadi Rp 45 ribu per kg.

"Kenaikan harga itu karena stoknya sedikit. Ditambah lagi pembeli juga sedikit. Baru sehari sebelum Idul Fitri pembeli lumayan banyak," jelas Narti.

Bawang merah juga mengalami kenaikan harga di Pasar Pasir Gintung.

Dari Rp 55 ribu menjadi Rp 60 ribu per kg.

Kenaikan harga juga terjadi pada bahan kebutuhan pokok lain.

Seperti bawang putih dari Rp 28 ribu per kg menjadi Rp 30 per kg, cabai merah, cabai hijau dari Rp 18 ribu menjadi Rp 25 ribu per kg, cabai rawit dari Rp 35 ribu menjadi Rp 60 ribu per kg, tomat dari Rp 12 ribu menjadi 16 ribu per kg, dan rampai dari Rp 12 ribu menjadi Rp 25 ribu per kg.

"Sama saja penyebab kenaikan harga di sini dengan pasar lain, karena stok tidak ada. Ditambah lagi sekarang petani sudah banyak yang libur Lebaran. Jadi tidak ada yang petik lagi," ujar Pak De Bro, pedagang di Pasar Pasir Gitung. (Tribunlampung.co.id/Jelita Dini Kinanti) 

Penulis: Jelita Dini Kinanti
Editor: Daniel Tri Hardanto
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved